• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Satu Jalan, Dua Wajah Negara Kelurahan

fusilat by fusilat
February 2, 2026
in Feature
0
Satu Jalan,  Dua Wajah Negara Kelurahan
Share on FacebookShare on Twitter

Kelurahan Ledeng dan Kelurahan Isola berdampingan. Hanya dipisahkan oleh Jalan Setiabudi, Bandung Utara. Tidak ada hutan, tidak ada sungai, tidak ada batas alam. Tapi yang memisahkan keduanya jauh lebih tebal dari aspal: cara negara hadir—atau absen—di hadapan warganya.

Di wilayah Kelurahan Ledeng, terpampang sebuah spanduk raksasa. Ukurannya mencolok—bisa jadi lima kali lima meter. Pesannya tegas, bahkan mengintimidasi:

“Dilarang Buang Sampah Sembarangan di Wilayah Kawasan Ini.”
Disusul kalimat merah menyala:
“Kami Tidak Akan Segan Menindak Tegas Siapapun Pelakunya.”
Lengkap dengan ancaman sanksi pidana berdasarkan Perda Kota Bandung.

Negara tampil garang. Tegak. Percaya diri.
Hukum dijadikan wajah utama pelayanan publik.

Namun, mari menyeberang jalan. Masuk ke Kelurahan Isola.

Di sini, sampah tidak lagi sekadar “dilarang”. Ia diproduksi, dikelola, dibakar, ditumpuk, lalu ketika bermasalah—dibela dengan narasi administratif. Mesin MOTAH yang telah menuai kritik luas, bahkan hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tetap dipertahankan. Bukan karena aman. Bukan karena sehat. Tapi karena satu alasan klasik birokrasi: aset Pemkot.

Lurah Isola tidak bicara soal Perda dengan nada ancaman. Ia bicara tentang:

  • potensi menumpuknya sampah,

  • kekhawatiran penyakit,

  • ekonomi 20 KK petugas,

  • status MOTAH sebagai aset APBD,

  • dan kekhawatiran “menjadi temuan” bila dihentikan.

Logika yang menarik.
Ketika warga membuang sampah sembarangan: hukum ditegakkan tanpa kompromi.
Ketika negara membangun sistem sampah bermasalah: hukum dinegosiasikan dengan alasan sosial.

Inilah wajah ganda negara di satu ruas jalan yang sama.

Lebih ironis lagi, ketika warga mengeluhkan ISPA, asap, jelaga, lalat, dan dampak kesehatan, responsnya bukan empati, melainkan birokrasi: minta identitas penderita, minta kajian medis, minta pembuktian tambahan—bahkan menyiratkan bahwa penyakit itu mungkin sudah ada sebelum MOTAH beroperasi. Sebuah cara halus untuk berkata: jangan salahkan kami.

Di titik ini, kita patut bertanya:
Apakah hukum hanya tegas kepada warga, tapi lunak kepada aset?
Apakah martabat manusia berada di bawah nilai buku inventaris Pemkot?

Lurah Ledeng bekerja atas dasar hukum.
Lurah Isola bekerja atas dasar kepemilikan aset.

Padahal, MOTAH hari ini sudah dilarang beroperasi. Bukan oleh warga semata, tapi karena kritik serius, bahkan dari Menteri KLH. Artinya, persoalan ini bukan lagi soal “rembuk warga RW 01”, bukan soal siapa hadir atau tidak hadir dalam undangan RT. Ini sudah masuk wilayah keselamatan lingkungan dan tanggung jawab negara.

Ironinya makin telanjang:
Di satu sisi, spanduk ancaman hukum berdiri gagah untuk menertibkan rakyat kecil.
Di sisi lain, mesin bermasalah dipertahankan dengan dalih aset, seolah udara bersih, kesehatan warga, dan martabat lingkungan bukan bagian dari kekayaan daerah.

Jika membuang sampah sembarangan dianggap kejahatan,
maka membiarkan sistem pengelolaan sampah yang cacat sejak awal adalah kejahatan yang lebih terhormat—karena dilakukan atas nama kebijakan.

Dan di situlah letak provokasinya:
Negara tidak sedang kalah oleh sampah.
Negara kalah oleh logika kebijakannya sendiri.

Satu jalan. Dua kelurahan. Dua lurah.
Satu kota. Tapi keadilan lingkungan berjalan pincang.

Jika hukum hanya keras ke bawah dan lunak ke atas,
maka spanduk di Ledeng bukan simbol ketertiban—
melainkan monumen kemunafikan kebijakan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kritik atas Strategi Politik Jokowi-PSI dan Resistensi Institusional di Era Prabowo

Next Post

Diplomasi Indonesia di Era Prabowo: Antara Ketegasan Personal, Kekosongan Strategi, dan Tantangan Dino Patti Djalal

fusilat

fusilat

Related Posts

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Next Post
Diplomasi Indonesia di Era Prabowo: Antara Ketegasan Personal, Kekosongan Strategi, dan Tantangan Dino Patti Djalal

Diplomasi Indonesia di Era Prabowo: Antara Ketegasan Personal, Kekosongan Strategi, dan Tantangan Dino Patti Djalal

Puasa dalam Berbagai Agama dan Kesehatan: Dari Ibadah hingga Etika Peradaban

Puasa dalam Berbagai Agama dan Kesehatan: Dari Ibadah hingga Etika Peradaban

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...