• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kritik atas Strategi Politik Jokowi-PSI dan Resistensi Institusional di Era Prabowo

fusilat by fusilat
February 2, 2026
in Feature, Politik
0
Kritik atas Strategi Politik Jokowi-PSI dan Resistensi Institusional di Era Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah transisi kekuasaan dari Joko Widodo (Jokowi) ke Prabowo Subianto, dinamika politik Indonesia semakin memanas. Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar pada akhir Januari 2026 menjadi panggung yang menarik perhatian, di mana pidato Jokowi dan putranya, Kaesang Pangarep, sarat dengan nada emosional dan militan. Jokowi menyatakan kesediaannya “bekerja mati-matian” untuk PSI, sementara Kaesang, dengan air mata, berjanji “memeras semua darah” demi membesarkan partai. Frasa-frasa ini bukan sekadar retorika motivasi, melainkan bisa dibaca sebagai deklarasi “perang” politik yang tersirat, terutama ketika dikaitkan dengan sikap pejabat-pejabat warisan Jokowi, seperti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang menunjukkan tanda-tanda pembangkangan terhadap kebijakan pemerintahan baru. Apakah ini wujud kepanikan kelompok Jokowi yang merasa posisinya terancam, atau strategi pembangkangan sistematis karena merasa masih kuat?

Ada yang perlu dicermati dalam acara Rakernas PSI baru-baru ini. Rakernas PSI menandai konsolidasi kekuatan keluarga Jokowi pasca-lengser keprabon. Dengan kehadiran Jokowi yang konon sebagai “motivator” dan Kaesang sebagai Ketua Umum, pidato mereka penuh dramatisasi yang mengundang interpretasi ganda. Di satu sisi, ini bisa dilihat sebagai upaya membangkitkan semangat kader muda PSI, partai kecil yang berambisi melonjak di Pemilu 2029. Namun, nada “mati-matian” dan “peras darah” terdengar berlebihan, seolah mencerminkan kegelisahan atas erosi pengaruh Jokowi di era Prabowo. Apakah ini bentuk kepanikan? Ya, jika kita lihat konteksnya. Jokowi, yang dulu digadang sebagai “guru politik” Prabowo, kini tampak berusaha mempertahankan warisannya melalui PSI, sementara Gibran sebagai Wakil Presiden justru lebih pasif. Ini menimbulkan pertanyaan etis: apakah mantan presiden seharusnya begitu agresif dalam politik partisan pasca-jabatan? Di banyak negara demokrasi, seperti AS, mantan presiden biasanya mundur dari sorotan untuk menjaga netralitas, bukan malah tampil “berperang” melalui partai keluarga. Jadi narasi pidato dalam Rakernas PSI tersebut boleh jadi ya antara ambisi dan sinyal perlawanan.

Lebih jauh, pidato ini bisa dibaca sebagai strategi “perang” tidak langsung. PSI, dengan rekrutmen tokoh senior dari partai lain, tampak memposisikan diri sebagai penyeimbang atau bahkan oposisi terhadap koalisi Prabowo. Ini kontradiktif, karena Jokowi yang dulu mendukung Prabowo-Gibran. Hal ini menunjukkan hipokrisi politik, di mana keluarga Jokowi merasa “sangat kuat” berkat jejaring oligarki dan basis massa lama, sehingga berani menantang kekuasaan resmi. Jika benar, ini berbahaya bagi stabilitas, karena menciptakan dualisme kekuasaan: satu di istana, satu di balik layar melalui partai dan pejabat-pejabat titipannya yang masih loyal.

Puncak kritik datang dari sikap Kapolri Listyo Sigit, yang sering disebut sebagai “orang Jokowi”. Listyo menyatakan akan “bertahan sampai titik darah penghabisan” jika Polri dipindah dari bawah presiden ke kementerian, sebuah wacana yang muncul di era Prabowo. Pernyataan ini dikecam keras oleh mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo sebagai “bahasa konflik, intimidasi, dan pembangkangan terhadap negara”. Gatot bahkan menyebut ini “puncak dari tiga kali pembangkangan”, termasuk penerbitan Peraturan Polri Nomor 10/2025 yang izinkan polisi aktif jabat posisi sipil, meski bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Kritik di sini jelas: Listyo bukan hanya melawan kebijakan Prabowo, tapi juga merendahkan supremasi hukum. Putusan MK jelas melarang polisi aktif di jabatan sipil untuk mencegah konflik kepentingan dan politisasi institusi. Kendati Perpol tersebut diterbitkan Desember 2025, dan hingga Februari 2026, Prabowo belum mencabutnya atau memecat Listyo. Ini memicu tudingan bahwa Prabowo “tak berani” karena masih bergantung pada warisan Jokowi, atau bahkan ada “kongkalikong” di balik layar. Secara kritis, ini menunjukkan kegagalan supremasi sipil: presiden sebagai pemimpin tertinggi seharusnya tegas, bukan diam atas pembangkangan yang berpotensi memicu korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Aktivis 98 bahkan mencium “aroma pemberontakan” berulang, yang bisa melemahkan pemerintahan Prabowo.

Apakah ini bagian dari strategi Jokowi? Bisa jadi. Listyo, sebagai pejabat ditunjuk Jokowi pada 2021, tampak kompak dengan narasi PSI yang “siap perang”. Ini menciptakan pola: resistensi dari dalam pemerintahan untuk “menjebak” Prabowo, membuat kebijakannya stagnan dan kepercayaan publik tergerus. Jika ini benar, maka ini bentuk abuse of power pasca-kekuasaan, yang merusak prinsip demokrasi di mana transisi harus damai dan institusional.

Fenomena tersebut bukan sekedar intrik elit, tapi ancaman nyata bagi demokrasi. Pertama, ia melemahkan otoritas presiden terpilih. Prabowo, sebagai mantan Danjen Kopassus, digambarkan Gatot sebagai bukan “boneka”, tapi diamnya atas Listyo menimbulkan pertanyaan: apakah ia benar-benar mandiri, atau masih di bawah bayang-bayang Jokowi? Kedua, pembangkangan seperti ini berpotensi memicu konflik antar-institusi, seperti antara Polri dan TNI, yang bisa jadi destabilisasi negara. Ketiga, dari perspektif etika, ini menunjukkan oligarki politik yang mendominasi: keluarga Jokowi merasa “kuat” berkat jejaringnya, sehingga berani melawan kekuasaan resmi, dan mengabaikan aspirasi rakyat.

Kritik utamanya, bahwa Indonesia butuh reformasi institusional mendalam. Polri seharusnya independen, bukan menjadi alat kekuasaan pribadi. Prabowo harus tegas mencabut Perpol kontroversial dan memastikan loyalitas pejabat. Jika tidak, ini akan jadi preseden buruk, di mana mantan pemimpin bisa “berperang” dari balik layar, merusak integritas demokrasif.

Pidato Rakernas PSI dan sikap Listyo Sigit bukanlah cermin kepanikan semata, melainkan strategi pembangkangan yang nyata karena merasa kuat. Namun, ini berbahaya, karena mengikis kepercayaan publik pada institusi dan menciptakan dualisme kekuasaan. Prabowo harus bertindak tegas untuk tegakkan supremasi sipil, sementara Jokowi sebaiknya mundur dari panggung politik nasional untuk menghormati transisi. Jika tidak, Indonesia berisiko jatuh ke jurang konflik politik berkepanjangan, dimana rakyat yang bakalan jadi korban utama. Demokrasi bukan arena perang pribadi, tapi arena pelayanan publik.

Malika Dwi Ana
Sorpapringan, 1 Februari 2026

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Berry Sidabutar: Saatnya Ketua DPC Maju Calon Ketum Peradi, Melenting Abangku!

Next Post

Satu Jalan, Dua Wajah Negara Kelurahan

fusilat

fusilat

Related Posts

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Next Post
Satu Jalan,  Dua Wajah Negara Kelurahan

Satu Jalan, Dua Wajah Negara Kelurahan

Diplomasi Indonesia di Era Prabowo: Antara Ketegasan Personal, Kekosongan Strategi, dan Tantangan Dino Patti Djalal

Diplomasi Indonesia di Era Prabowo: Antara Ketegasan Personal, Kekosongan Strategi, dan Tantangan Dino Patti Djalal

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...