• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sejarah Kebudayaan Islam Masuk ke Indonesia pada Abad ke-7

fusilat by fusilat
April 20, 2022
in Feature
0
Sejarah Kebudayaan Islam Masuk ke Indonesia pada Abad ke-7

"Kedatangan Islam di Nusantara" (dok.istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Meski sejarah kebudayaan Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7, penyebarannya baru terjadi pada sekitar abad ke-12. Pada awalnya, Islam diperkenalkan melalui para pedagang Muslim Arab. Setelah itu, lewat aktivitas dakwah yang dilakukan para ulama.

Bukti yang memperkuat dugaan bahwa sejarah kebudayaan Islam mulai berkembang di Pulau Jawa pada abad ke-11 adalah ditemukannya nisan Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik, yang berangka tahun 1082 M. Selain itu, terdapat jirat atau batu nisan khas Gujarat di nisan makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik.

Di daerah Jawa lainnya, terdapat jirat yang dibuat pada masa Kerajaan Majapahit, yaitu di Troloyo dan Trowulan. Jirat tersebut menunjukkan bahwa pengaruh pemeluk Islam sudah ada di Kerajaan Majapahit. Seiring berjalannya waktu, politik Islam juga mulai bertumbuh pada abad ke-13 di pantai utara Sumatera.

Dari catatan Marco Polo, yang singgah di Perlak ketika dalam perjalanan pulang dari China menuju Persia pada 1292, dilaporkan bahwa setidaknya ada satu kota Muslim di Indonesia. Diketahui bahwa saat itu telah ada kerajaan Islam di Tumasik dan Samudra Pasai, yang menguasai perdagangan di Selat Malaka dan memiliki pelabuhan-pelabuhan penting untuk mengekspor lada ke Gujarat dan Benggala.

Pelabuhan tersebut mulai ramai pada abad ke-12, ketika Majapahit masih memiliki hegemoni di kawasan tersebut dan ketika para pedagang Islam dari berbagai bangsa telah melakukan perdagangan dengan pedagang di kawasan ini. Secara umum, para pedagang lokal dan bangsawan kerajaan besar adalah orang-orang pertama yang mengadopsi agama baru.

Sejarah kebudayaan Islam pun penyebarannya kian terasa setelah seorang pedagang Muslim menikahi wanita Indonesia. Setelah itu, pada abad ke-15, pedagang Muslim dari Arab, India, Sumatera, Semenanjung Melayu, dan China mulai mendominasi perdagangan di Indonesia, yang saat itu dikuasai oleh para pedagang Majapahit Jawa.

Dinasti Ming China melakukan pelayaran yang bertujuan untuk menciptakan pemukiman Muslim China di Palembang. Ming pun secara aktif mendirikan komunitas Muslim Tionghoa-Melayu di pesisir utara Jawa. Pada 1430, Dinasti Ming berhasil membentuk komunitas Muslim China, Arab, dan Melayu di Semarang, Demak, Tuban, dan Ampel. Dengan demikian, Islam pun mulai benar-benar berpijak di Jawa, di mana penyebarannya juga tidak dapat dipisahkan dari peran Wali Songo.

Masa penjajahan

Pada abad ke-17, Belanda mulai menjajah Indonesia karena tertarik akan kekayaan rempah-rempah di sana. Kedatangan Belanda di Indonesia ini mengakibatkan terjadinya monopoli pelabuhan pusat perdagangan. Di sisi lain, kondisi ini justu membantu proses penyebaran Islam, karena para pedagang Muslim Indonesia pindah ke pelabuhan kecil dan terpencil.

Masih di periode yang sama, transportasi bertenaga uap mulai diperkenalkan, sehingga hubungan antara Indonesia dengan negara Islam lain, seperti Timur Tengah kian meningkat. Di Mekkah, jumlah peziarah tumbuh secara signifikan.
Kemudian pertukaran ulama dan mahasiswa juga mengalami peningkatan.

Sekitar 200 mahasiswa Asia Tenggara, mayoritas dari Indonesia, belajar di Kairo pada pertengahan abad 1920-an. Selain itu, sekitar 2.000 warga Arab Saudi juga merupakan keturunan Indonesia. Bersamaan dengan itu, sejumlah pemikiran dan gerakan keagamaan Islam mulai bertumbuh di Indonesia.

Salah satu organisasi massa beraliran Islam pertama adalah Sarekat Islam, yang didirikan oleh Haji Samanhudi di Surakarta pada 16 Oktober 1905. Sarekat Islam berperan sebagai organisasi nasionalis pertama yang melawan kolonialisme.

Lewat organisasi ini, Islam berusaha diperjuangkan agar menjadi identitas bersama di antara komposisi etnis dan budaya yang beragam di Indonesia. Selain itu, aliran modernis Muslim mulai muncul di Sumatera Barat, seperti Adabiah (1909), Diniyah Putri (1911), dan Sumatera Thawalib (1915).

Gerakan Modernis juga bertujuan untuk menghapus unsur-unsur yang dianggap jauh dari Islam memasukkan nilai-nilai modern, misalnya membangun sekolah Islam dan melatih perempuan menjadi pengkhotbah.

Pada 1920-an, anak-anak di Pulau Jawa juga mulai belajar Alquran. Segera setelah itu dibentuk Nahdlatul Ulama (NU) pada 1926 oleh Hasyim Asy’ari. Sejak saat itu, berbagai organisasi Muslim mulai terbentuk, seperti Perti (1930) dan Nahdlatul Wathan yang ada di Lombok.

Pasca-kemerdekaan Indonesia Setelah proklamasi kemerdekaan dilakukan, Indonesia menjadi negara Muslim terbesar kedua di dunia. Perkembangan Muslim di Indonesia yang selanjutnya telah membawa negara ini semakin dekat dengan pusat intelektual Islam.

Sejumlah cendekiawan dan penulis sudah berkontribusi dalam pengembangan interpretasi Islam dengan melakukan pertukaran ilmu bersama orang asing. Salah satu penulis modernis dan pemimpin agama di Indonesia adalah Abdul Malik Karim Amrullah. Ia adalah orang pertama yang melakukan tafsir al-Azhar dalam bahasa Indonesia.

Abdul Malik Karim Amrullah mencoba menafsirkan prinsip-prinsip Islam dalam budaya Melayu-Minangkabau. Selain itu, salah satu tokoh ternama yang juga menggeluti bidang Islam adalah Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang kemudian menjadi Presiden Indonesia.

Gus Dur pernah menempuh pendidikan di Universitas Bagdad dan menjadi tokoh sentral aliran Islam liberal Indonesia. Ketika Islam semakin tersebar luas, muncul kontroversi mengenai perannya, khususnya dalam bidang politik.

Kendati demikian, terdapat sejumlah partai politik Islam yang masih aktif hingga kini, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) yang berorientasi Muhammadiyah, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang Islamis.

Sumber

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KPK Respons Laporan HAM Amerika: TWK Klir, Lili Pintauli Sudah Disanksi

Next Post

Face Recognition, Antara Akurasi Lemah dan Turut Campur Buzzer

fusilat

fusilat

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post
Face Recognition Polisi Salah Duga Pengeroyok Ade Armando, Ini Saran Kompolnas

Face Recognition, Antara Akurasi Lemah dan Turut Campur Buzzer

Rencana Indonesia Beli Minyak di Rusia Jadi sorotan Dunia, Kondisi Ekonomi RI yang Memburuk Ini Jadi Pemicunya, Bank Dunia Ungkap Hal Ini

Rencana Indonesia Beli Minyak di Rusia Jadi sorotan Dunia, Kondisi Ekonomi RI yang Memburuk Ini Jadi Pemicunya, Bank Dunia Ungkap Hal Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist