Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK ) berencana memeriksa dua pejabat penting Kementerian Keuangan yaitu Kepala Kantor Pajak Madya Jakarta Timur Wahono Saputro, dan Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono pada Selasa besok, 14/3.Keduanya akan diperiksa untuk klarifikasi LHKPN mereka berdua.
Jakarta – Fusilatnews – Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan pemanggilan Andhi Pramono guna melakukan klarifikasi terhadap LHKPN miliknya.
“Info updatenya, AP juga sama dijadwalkan diundang besok untuk klarifikasi LHKPN,” kata Ali pada Senin 13 Maret 2023.
Juru bicara KPK bidang pencegahan Ipi Maryati Kuding menyebut klarifikasi Andhi Pramono dan Wahono Saputro akan dilakukan pada pukul 09.00 WIB. Pemeriksaan akan digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta
“Benar, KPK telah mengirimkan surat undangan kepada Sdr. Wahono dan Sdr. Andhi Pramono untuk permintaan klarifikasi atas LHKPN keduanya besok, Selasa, 14 Maret 2023 pukul 09.00 WIB di Gedung Merah Putih KPK,” kata Ipi Mayati melalui keterangan tertulisnya.
Harta Wahono dan Andhi juga disorot masyarakat luas kasus Rafael Alun
Wahono dan Andhi merupakan dua pegawai Kementerian Keuangan yang harta kekayaannya menjadi sorotan. Nama Andhi Pramono viral karena kehidupan mewahnya beredar di internet. Dalam sebuah video, Andhi Pramono diketahui memiliki rumah mewah di kawasan Cibubur, Jakarta Timur dan juga anaknya yang memakai pakaian bermerk.
Kekayaan pejabat Kementerian Keuangan menjadi sorotan publik setelah kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo beredar di internet. Mario kedapatan menganiaya anak berumur 17 tahun berinisial D di sebuah perumahan di kawasan Jakarta Selatan.
Mario kemudian diketahui sebagai anak Kepala Bagian Umum Kantor Pajak Jakarta Selatan II Rafael Alun Trisambodo. Mario disebut kerap memamerkan harta kekayaan ayahnya berupa mobil Jeep Rubicon dan motor gede Harley Davidson.
Wahono Saputro
Nama Wahono Saputro ikut terseret dalam kasus ketidakwajaran harta kekayaan mantan Pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rafael Alun Trisambodo (RAT). Sebab, istri Wahono terdeteksi mempunyai saham di perusahaan yang sama dengan istri Rafael Alun.
Berdasarkan hasil penelurusan dari laman e-lhkpn, Wahono Saputro memiliki harta kekayaan sebesar Rp14.312.289.438 (Rp14,3 miliar).
Harta tersebut meliputi aset tanah dan bangunan senilai Rp12,68 miliar yang terdiri atas 10 bidang tanah berlokasi di Jakarta Selatan hingga Kulon Progo, Yogyakarta.
Wahono juga tercatat memiliki aset berupa alat transportasi senilai total Rp930 juta dengan rincian, mobil Honda CRV dan HRV dengan nilai Rp330 juta, serta Toyota Camry tahun 2020 dengan nilai Rp600 juta.
Tak hanya itu, Wahono juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp252 juta, surat berharga Rp88 juta, dan kas atau setara kas sebesar Rp1,67 miliar. Kendati demikian, ia ternyata juga memiliki utang senilai Rp1,51 miliar.
Andhi Pramono
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sudah lama menyelidiki harta kekayaan Andhi Pramono yang bernilai fantastis.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan bahwa pihaknya telah mengirim hasil analisis (HA) yang bersangkutan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak awal tahun lalu. Namun dirinya tidak menjelaskan hasil temuan tersebut.
“Tanya KPK ya, kami sudah serahkan HA-nya ke KPK sejak awal tahun 2022,” kata Ivan Kamis (9/3).
Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan mengatakan bahwa KPK akan memanggil Andhi Pramono untuk mengklarifikasi terkait dugaan harta kekayaannya pada pekan depan
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), diketahui bahwa Andhi memiliki total harta kekayaan Rp 13,75 miliar berdasarkan data yang disampaikan pada 16 Februari 2022.
Dalam dokumen tersebut juga diketahui bahwa dirinya melaporkan kepemilikan 13 kendaraan dengan total mencapai Rp 1,84 miliar. Dirinya juga melaporkan tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 6,98 miliar yang ada di beberapa daerah.
Kemudian, Andhi juga memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai mencapai Rp 706 juta, memiliki surat berharga senilai Rp 2,99 miliar, kas dan setara kas Rp 1,21 miliar, serta tidak memiliki utang..





















