Seorang prajurit TNI yang hilang di Distrik Mugi, Nduga, Papua Pegunungan berinisial Pratu F ditemukan tewas
Jakarta – Fusilatnews – Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda Julius Widjojono memastikan, telah menemukan seorang prajurit TNI yang hilang di Distrik Mugi, Nduga, Papua Pegunungan.
Prajurit TNI berinisial Pratu F itu diketahui sempat dinyatakan hilang setelah peristiwa penyerangan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sabtu (15/4).
“Puji syukur berkat dukungan, support dan doa dari semua pihak, bahwa Tim Gabungan TNI-Polri berhasil menemukan satu prajurit TNI atas nama Pratu F, personel dari Satgas Yonif R 321/GT,” ujar Julius Minggu (23/4).
Pratu F ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Saat ini, jasad Pratu F langsung dievakuasi ke Timika, untuk selanjutnya dibawa ke RSUD untuk pemulasaraan jenazah.
Rencananya, Senin (24/4) jenazah akan diterbangkan ke kampung halamannya di Magelang, Jawa Tengah,” imbuh Julius.
Julius juga mengatakan bahwa para prajurit ini menerima kenaikan pangkat. Di sisi lain, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memastikan bahwa prajurit yang luka dalam keadaan selamat.
Hal itu ditegaskan oleh dirinya dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menjenguk para prajurit itu di Timika, Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/4).
Dalam berita sebelumnya kelompok separatis teroris (KST) Papua menyergab dan menyerang Pos Militer Mugi di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (15/4) sore WIT.
Dalam kronologi yang dikirimkan untuk Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) I/Kostrad, dilaporkan enam personel TNI gugur.
Kodam XVII/Cenderawasih membenarkan adanya insiden penyerangan itu. Meski begitu, jumlah korban masih belum bisa dipastikan, termasuk kabar sembilan personel TNI AD tertangkap KKST
Dilaporkan ada 36 prajurit Satgas Yonif Raider 321 saat penyisiran tersebut. Selain empat korban tewas dan Pratu F yang hilang waktu itu, ada lima prajurit luka-luka dalam peristiwa itu.
Empat prajurit yang tewas ditembak, yaitu Pratu Miftahul Arifin, Pratu Kurniawan, Pratu Ibrahim dan Prada Sukra, telah dipulangkan lebih dulu.
Para prajurit itu, kata Yudo, tidak semuanya menderita luka tembak, melainkan juga luka akibat jatuh terpeleset karena medannya miring.





















