• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Sepinya Pusat Perbelanjaan di Bulan Puasa: Efek Ekonomi Lesu atau Perubahan Pola Konsumsi?

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
March 15, 2025
in Economy, News
0
Sepinya Pusat Perbelanjaan di Bulan Puasa: Efek Ekonomi Lesu atau Perubahan Pola Konsumsi?
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta-FusilatNews – Suasana Ramadan tahun ini terasa berbeda di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta. Jika tahun-tahun sebelumnya mal dan pasar modern dipadati pengunjung yang berburu kebutuhan puasa dan lebaran, kini situasinya berbanding terbalik. Banyak tenant mengeluhkan minimnya pelanggan, sementara pengelola pusat perbelanjaan mencoba bertahan dengan berbagai strategi promosi. Apakah ini pertanda melemahnya daya beli masyarakat, atau ada faktor lain yang menyebabkan perubahan ini?

Laporan Investigasi:
Hasil investigasi di beberapa pusat perbelanjaan besar di Jakarta, seperti Grand Indonesia, Senayan City, dan Kota Kasablanka, menunjukkan tren penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan dibanding Ramadan tahun lalu. Beberapa pegawai tenant mengakui bahwa omzet mereka turun hingga 30–50 persen sejak awal puasa.

“Biasanya kalau masuk Ramadan, apalagi menjelang berbuka, pengunjung ramai. Sekarang jauh berkurang. Bahkan, di akhir pekan pun sepi,” ujar seorang karyawan ritel pakaian di Grand Indonesia yang enggan disebut namanya.

Di ITC Cempaka Mas, yang dikenal sebagai pusat grosir tekstil dan pakaian, suasana tak jauh berbeda. Beberapa pedagang mengaku penjualan tak seramai tahun-tahun sebelumnya. “Biasanya kalau Ramadan, sudah banyak yang pesan baju seragam keluarga untuk Lebaran. Sekarang baru sedikit,” kata Amir, salah satu pedagang di ITC Cempaka Mas.

Daya Beli Melemah?
Sejumlah pengamat ekonomi menilai bahwa turunnya jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan berhubungan dengan pelemahan daya beli masyarakat akibat tekanan ekonomi. Kenaikan harga pangan, inflasi yang meningkat, serta kebijakan fiskal yang tidak berpihak kepada masyarakat kelas menengah ke bawah dituding sebagai penyebab utama.

“Di tengah harga kebutuhan pokok yang naik, masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka. Prioritas utama adalah makanan, bukan belanja barang tersier seperti pakaian atau barang elektronik,” kata Bhima Yudhistira, Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies).

Selain itu, beberapa konsumen kini lebih memilih belanja online karena lebih praktis dan sering kali menawarkan harga yang lebih murah. “Banyak yang bandingkan harga dulu di e-commerce sebelum beli di mal. Kalau lebih murah online, ya mereka pilih beli di sana,” ujar Sari, seorang pengunjung di Senayan City.

Dampak ke Sektor Kuliner
Restoran dan tenant makanan di food court pun mengalami hal serupa. Salah satu manajer restoran cepat saji di Mal Kota Kasablanka mengungkapkan bahwa jumlah pelanggan saat berbuka puasa berkurang drastis.

“Biasanya, antrean panjang menjelang buka puasa. Sekarang masih ada pelanggan, tapi tidak seperti tahun lalu,” katanya.

Tren ini juga terlihat di kafe dan restoran yang biasa menjadi tempat berbuka puasa bersama (bukber). Beberapa restoran bahkan menawarkan diskon besar untuk menarik pelanggan.

Faktor Perubahan Perilaku Konsumen?
Selain faktor ekonomi, ada dugaan bahwa perubahan pola konsumsi juga mempengaruhi sepinya pusat perbelanjaan. Pandemi COVID-19 yang telah berlalu mungkin masih meninggalkan kebiasaan baru dalam gaya hidup masyarakat, seperti lebih memilih belanja online dan menghindari keramaian.

“Sekarang orang lebih suka kumpul di rumah atau tempat yang lebih privat. Bukber di restoran sudah tidak seramai dulu, mungkin karena orang mulai merasa lebih nyaman berbuka bersama keluarga saja,” kata Putri, seorang pengunjung di Plaza Indonesia.

Kesimpulan:
Fenomena sepinya pusat perbelanjaan selama Ramadan tahun ini menjadi indikasi yang patut dicermati. Apakah ini hanya siklus sementara atau tanda perubahan jangka panjang dalam kebiasaan konsumsi masyarakat? Yang jelas, sektor ritel harus beradaptasi dengan strategi baru agar tetap bertahan di tengah perubahan zaman.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Utusan Iran Untuk PBB  Kecam ‘Upaya Sia-sia’ Israel Membenarkan Kekejaman dengan ‘Fabrikasi Hubungan Islam-Terorisme’

Next Post

Revisi UU TNI: Menyelesaikan Masalah dengan Masalah

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati
daerah

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan
Economy

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP
Komunitas

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
Next Post
Kodim 0802 Ponorogo Jawa Timur Gelar Uji Coba Makan Bergizi Gratis

Revisi UU TNI: Menyelesaikan Masalah dengan Masalah

Memperingati Islamofobia: Antara Ketakutan dan Realitas

Memperingati Islamofobia: Antara Ketakutan dan Realitas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist