• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

SEQUENCE MODUS TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang)

fusilat by fusilat
November 25, 2025
in Crime, Feature, Law
0
SEQUENCE MODUS TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang)
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh – Team Fusilatnews

Skema Lengkap dari Perekrutan, Penipuan, hingga Eksploitasi

Modus ini dimulai dari satu pola sederhana: rekrut teman lewat teman. Mereka tak henti-henti mencari “marketing” baru melalui iklan di media sosial, grup-grup gratisan seperti Facebook, TikTok, IG, dan platform apa pun yang bisa dijangkau. Para rekrut yang ditargetkan adalah marketing sukarela—orang-orang yang tidak digaji tetapi dicuci otaknya dengan doktrin klasik:

“Kerja jangan mikirin gaji dulu, anggap saja bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. Kaya itu soal kerja keras.”

Dengan iming-iming menjadi “pebisnis sukses”, para pemula yang masih hijau pun terbujuk untuk berjuang mati-matian mencari prospek. Mereka menyisir dunia maya, mengirim permintaan pertemanan kepada akun-akun yang foto profilnya terlihat “berduit”—langsung di-add tanpa pikir panjang.

1. Fase Pendekatan: SKSD dan Profiling Korban

Setelah permintaan pertemanan diterima, jurus maut pun dimulai.
SKSD Palapa—Sok Kenal Sok Dekat, padahal Nga Tau Apa-apa—langsung dimainkan.
Variasinya macam-macam:

  • Ada yang pura-pura manis dan perhatian.
  • Ada yang sok akrab.
  • Ada yang langsung menembak minta bertemu.
  • Ada yang muter-muter tanpa arah.

Setelah korban mulai merespons, masuklah ke sesi profiling. Pertanyaan-pertanyaan sensitif dilontarkan: alamat rumah, pekerjaan, kantor, usia, naik apa ke kantor, nyetir sendiri atau pakai sopir, dan seterusnya.

Setelah dirasa cukup, mereka meminta nomor WhatsApp—alasan klasik: “Jarang buka Facebook,” padahal tiap hari berjam-jam on untuk mencari korban.

Ada yang lebih ekstrem: mengaku “cinta pada pandangan pertama” sambil mengirim foto-foto vulgar, lalu menuntut waktu untuk bertemu. Ajak makan siang, coffee break, atau makan malam—tapi jangan harap mereka yang bayar. Korbanlah yang akhirnya mentraktir.

2. Fase Penjebakan: Deposit Rp100 Juta

Awalnya hanya disebut “silahturahmi sambil sosialisasi bisnis”. Namun pada akhirnya korban dipaksa deposit minimal Rp100 juta untuk transaksi derivatives: gold, crypto, forex, index, dan sebagainya.

Janji keuntungan instan dilontarkan terus-menerus.
Metode trading mereka disebut “pasti untung”—padahal semua omong kosong.

Jika korban percaya dan melakukan deposit, jebakan pun menutup sempurna.

3. Fase Pemerasan: Call Margin, Top Up Tanpa Henti

Begitu posisi trading korban floating loss, mereka datang lagi, menuntut top up. Alasannya:

  • “Agar posisi tidak cut loss.”
  • “Untuk memperbesar peluang profit.”
  • “Untuk mengamankan modal.”

Padahal semua posisi memang dipasang berlawanan arah dengan harga pasar agar korban rugi.
Korban yang terus mengikuti saran dan menambah modal dijamin akan habis-habisan—jatuh miskin.

Biasanya korban baru sadar setelah menambah modal dalam jumlah besar. Ketika komplain dan mengancam melapor ke polisi, para atasan—termasuk Wakil Pialang Berjangka—langsung cuci tangan.
Mereka sembunyi di balik alasan:

“Marketing yang salah.
Trading-nya ngawur.
Kami hanya ikut prosedur.”

Padahal mereka sendirilah yang menyuruh menekan korban.

Para “marketing lugu” menjadi kambing hitam dan justru dijadikan tersangka.

4. Fase Eksploitasi Lanjutan: Dijual ke Sindikat Kamboja/Myanmar

Saat status tersangka ditetapkan, ketakutan pun muncul. Di sini perusahaan berpura-pura tampil sebagai “penyelamat”. Mereka menawarkan bantuan:

“Tenang, kami akan bantu. Kami punya solusi.”

Nyatanya, inilah pintu menuju perdagangan orang.
Marketing yang terpojok akan dijual ke sindikat scammer, judi online, atau prostitusi di Kamboja/Myanmar. Semua biaya perjalanan ditanggung perusahaan—seolah-olah “menolong”.

Sesampainya di lokasi, kehidupan berubah menjadi neraka.

5. Fase Perbudakan: Love Scamming, Judi Online, dan Torture

Marketing dipaksa bekerja sebagai:

  • Love scammer,
  • Operator judi online, atau
  • Pekerja penipuan lainnya.

Mereka dipaksa mencapai target tertentu. Jika gagal:

  • Mereka disiksa.
  • Gaji tidak diberikan.
  • Ancaman dijual ke perusahaan lain menanti.

Di tempat baru, ada ritual lebih kejam:
tanda tangan surat “donor ginjal sukarela”.
Dokumen ini digunakan sindikat untuk lolos hukum bila korban mati atau kehilangan organ.

Jika menolak?

  • Disiksa,
  • Disuntik tidur,
  • Ginjal diambil dua-duanya,
  • Mayat dibakar atau diberikan ke buaya agar hilang tanpa jejak.

Mereka akan menjadi korban hilang selamanya, sama seperti banyak korban lain yang tak pernah ditemukan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MENYELAMI “MENS REA” POLISI

Next Post

Fungsi Hukum Adat

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post

Fungsi Hukum Adat

Puan: Ridwan Kamil dan AHY Tak Mungkin Berpasangan Dengan Ganjar

DPR RI Ditantang Transparan Soal Uang Reses - Rp.10.5 M Per Orang - Untuk Apa?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist