• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Seruan Tarik Uang dari Bank : Jangan-Jangan Karena Rencana Jokowi Ditunjuk sebagai Pengawasnya?

Potret Keraguan Masyarakat terhadap Pemerintahan Prabowo dalam Isu Danantara

Ali Syarief by Ali Syarief
February 19, 2025
in Economy, Feature
0
LBP: Golkar Seperti Sedang Jual Diri ke Mana-mana
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – FusilatNews – Gelombang kecurigaan dan ketidakpercayaan kembali mencuat di tengah masyarakat. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara), yang digadang-gadang akan menjadi tonggak baru dalam pengelolaan anggaran negara. Namun, alih-alih disambut dengan optimisme, kebijakan ini justru menimbulkan reaksi negatif, bahkan memicu seruan untuk menarik dana dari bank-bank milik negara. Apa yang membuat masyarakat begitu skeptis terhadap Danantara? Jangan-jangan, ini berkaitan dengan kemungkinan peran Jokowi dalam struktur pengawasannya?

Bayang-Bayang 1MDB dan Trauma Lama

Salah satu alasan utama mengapa masyarakat bereaksi keras terhadap Danantara adalah kekhawatiran bahwa badan ini bisa berakhir seperti skandal 1MDB di Malaysia. Kasus tersebut menjadi contoh nyata bagaimana investasi negara dapat dimanipulasi oleh elite penguasa untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Dengan besarnya dana yang akan dikelola—mencapai ratusan triliun rupiah—muncul pertanyaan mendasar: siapa yang akan mengawasi dan memastikan bahwa Danantara tidak menjadi ladang korupsi baru?

Dalam pidatonya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa Danantara akan dikelola secara transparan dan profesional. Namun, skeptisisme masyarakat tidak begitu saja sirna, terutama ketika melihat rekam jejak pengelolaan keuangan negara dalam satu dekade terakhir. Apakah transparansi yang dijanjikan benar-benar bisa diwujudkan? Atau hanya sekadar janji manis untuk meredam kritik?

Jokowi dalam Struktur Pengawasan: Ancaman atau Jaminan?

Isu yang semakin membuat masyarakat waspada adalah kemungkinan keterlibatan Jokowi dalam pengawasan Danantara. Jika benar ia akan menduduki posisi strategis dalam badan ini, wajar jika publik mempertanyakan: apakah ini langkah untuk memastikan keberlanjutan kekuasaan secara terselubung?

Jokowi selama ini dikenal sebagai sosok yang lihai dalam mempertahankan pengaruh politiknya. Dengan memastikan dirinya tetap berada dalam lingkaran kebijakan strategis, ia dapat mengamankan berbagai kepentingan yang telah dibangun selama dua periode kepemimpinannya. Jika keterlibatan Jokowi di Danantara benar adanya, maka kecurigaan bahwa badan ini hanya menjadi alat bagi oligarki untuk tetap mengontrol ekonomi negara semakin sulit dibantah.

Seruan Tarik Uang dari Bank: Bentuk Ketidakpercayaan Masyarakat

Di media sosial, muncul gerakan menarik dana dari bank-bank milik negara sebagai bentuk protes terhadap Danantara. Ini bukan sekadar respons emosional, melainkan cerminan nyata dari ketidakpercayaan masyarakat terhadap tata kelola keuangan negara.

Jika rakyat benar-benar merasa yakin bahwa Danantara akan membawa manfaat dan dikelola dengan baik, mustahil terjadi reaksi semasif ini. Namun, fakta bahwa banyak yang memilih menarik dana mereka menunjukkan adanya ketakutan besar bahwa uang rakyat akan disalahgunakan untuk kepentingan segelintir elite. Trauma atas kasus korupsi besar di masa lalu membuat masyarakat semakin waspada terhadap segala bentuk badan pengelola investasi yang lahir di bawah kekuasaan yang diragukan kredibilitasnya.

Prabowo dan Ujian Legitimasi

Sebagai presiden terpilih, Prabowo Subianto menghadapi ujian besar dalam membangun legitimasi pemerintahannya. Keputusan untuk membentuk Danantara harus diiringi dengan langkah konkret dalam menjamin transparansi dan akuntabilitas. Jika tidak, maka citra pemerintahannya akan semakin tercoreng bahkan sebelum benar-benar bekerja.

Pemerintah perlu memastikan bahwa Danantara memiliki mekanisme pengawasan independen yang benar-benar bebas dari intervensi politik. Selain itu, segala transaksi yang dilakukan oleh badan ini harus terbuka untuk publik guna mencegah kecurigaan dan spekulasi yang merugikan stabilitas ekonomi.

Kesimpulan: Antara Harapan dan Kecemasan

Pembentukan Danantara mungkin didasarkan pada niat baik untuk mengelola keuangan negara secara lebih efektif. Namun, dalam realitas politik Indonesia yang penuh dengan kepentingan tersembunyi, kebijakan ini justru menimbulkan kecemasan. Ketidakpastian mengenai siapa yang akan mengawasi Danantara dan bagaimana transparansi akan dijamin menjadi faktor utama yang membuat masyarakat waspada.

Jangan-jangan, kekhawatiran ini beralasan? Jangan-jangan, keterlibatan Jokowi benar-benar menjadi bagian dari skenario besar untuk mempertahankan cengkeraman politik dan ekonomi? Jika pemerintah tidak segera merespons kekhawatiran ini dengan tindakan konkret, maka kepercayaan publik terhadap kebijakan ekonomi nasional akan semakin rapuh. Dan itu bisa menjadi awal dari krisis yang lebih besar di masa depan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Terdakwa Menembak Ayahnya Sambil Merokok, Anak Bos Rental Minta Penembak Mati Ayahnya Dihukum Seberat-beratnya.

Next Post

Dari Cabai Hingga Kemacetan: Mengurai Problem Tahunan Ramadan dan Lebaran

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama
Feature

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah
Feature

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

December 9, 2025
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung
Feature

Prabowo Mulai Kehilangan Nalar Sehatnya

December 9, 2025
Next Post
Inflasi dan Pedasnya Harga Cabai

Dari Cabai Hingga Kemacetan: Mengurai Problem Tahunan Ramadan dan Lebaran

Adanya Kendala Tekhnis Jadi Alasan Dihentikannya Makan Bergizi Gratis di Sumenep

Program Makan Bergizi Gratis: Konsep, Integrasi, dan Tantangan - "Lain Mertua-Lain Menantu"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Hilangnya Asketisme Elite NU
Feature

Hilangnya Asketisme Elite NU

by fusilat
December 9, 2025
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Asketisme, gaya hidup yang pantang terhadap kenikmatan duniawi demi mencapai...

Read more
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Prabowo Hapus Utang KUR Petani Korban Banjir Sumatera, Ini Kata LBH Keadilan

December 8, 2025
KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

December 8, 2025
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

18
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Kalimantan: The Lost World

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

December 9, 2025
Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

December 9, 2025
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung

Prabowo Mulai Kehilangan Nalar Sehatnya

December 9, 2025
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

“Budaya Mundur yang Mati: Ketika Jabatan Lebih Berharga dari Kehormatan”

December 9, 2025
LEGALISASI KEJAHATAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN PEMUTIHAN: SEBUAH IRONI

LEGALISASI KEJAHATAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN PEMUTIHAN: SEBUAH IRONI

December 9, 2025

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Kalimantan: The Lost World

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

December 9, 2025

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist