• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

‘Setan’ Inflasi Gentayangan! Kemiskinan Naik, KPR Mahal…

fusilat by fusilat
April 13, 2022
in News
0
‘Setan’ Inflasi Gentayangan! Kemiskinan Naik, KPR Mahal…

Warga beraktivitas di permukiman yang terletak di bantaran Sungai Cisadane, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/10). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia tengah dihadapkan pada ancaman inflasi tinggi pada tahun ini. Bagi setiap negara tak terkecuali Indonesia, kenaikan inflasi yang signifikan jelas sebuah ancaman.

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Ronald Reagen menyebut inflasi sejahat perampok dan sama menakutkannya seperti pencuri bersenjata. Mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyebut inflasi sebagai musuh perekonomian sementara Presiden Joko Widodo menilai inflasi seperti ‘hantu’.

Inflasi dikhawatirkan tidak hanya menggerus daya beli tapi juga bisa menggerogoti pemulihan ekonomi, meningkatkan angka kemiskinan dan pengangguran, serta dalam jangka panjang bisa mengganggu pertumbuhan SDM Indonesia.

Inflasi bisa membuat kenaikan pendapatan tidak berarti karena kenaikan harga yang lebih cepat dari pendapatan bisa membuat satu barang menjadi tidak terjangkau. Dalam tiga tahun terakhir, Indonesia mencatatkan inflasi bawah 3%. Angka tersebut terbilang sangat rendah mengingat selama puluhan tahun, Indonesia hampir selalu mencatatkan inflasi di atas 4% bahkan pernah dua digit.

Namun, inflasi rendah pada dua tahun terakhir juga tidak bisa dilepaskan dari menurunnya permintaan akibat pandemi Covid-19 serta anjloknya pertumbuhan ekonomi global. Saat ekonomi mulai pulih dan harga komoditas pangan serta energi melonjak, Indonesia pun kembali dihadapkan pada persoalan klasik tingginya inflasi.

Sejumlah lembaga internasional dan nasional sudah merevisi proyeksi inflasi Indonesia untuk tahun ini. Bank Mandiri menaikkan proyeksi inflasi dari 3,3% menjadi 4,17%, UOB Bank telah merevisi proyeksi inflasi mereka dari 2,4% ke 3,3%, dan Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan inflasi Indonesia akan mencapai 3,6% pada tahun ini, melonjak dibandingkan pada tahun lalu (1,87%).

Periode inflasi tinggi dan penyebabnya
Sumber: BPS

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan inflasi sudah merangkak naik sejak awal tahun ini. Kenaikan dipicu melonjaknya harga komoditas pangan dan energi serta persiapan lebaran. Pada Maret lalu, Indonesia mencatat inflasi sebesar 0,66% (month to month/mtm) yang menjadi rekor tertingginya sejak Mei 2019 (0,68%) atau hampir tiga tahun.

Menurut Margo, sepanjang Januari-Maret, harga cabai, minyak goreng, roti tawar, sereal, mie kering, mie instan, bahan bakar rumah tangga, tahu, tempe, gula, daging, hingga telur ayam ras sudah naik signifikan.

Margo mengingatkan inflasi tinggi mesti diwaspadai karena bisa menambah beban pengeluaran masyarakat menengah bawah akibat kenaikan harga bahan pangan. Inflasi juga bisa membuat kemiskinan meningkat sebagai akibat kenaikan garis kemiskinan.

“Kenaikan inflasi mitra dagang juga berpengaruh kepada output perekonomian (cost push inflation). Jika output perekonomian berkurang, pengangguran berpotensi meningkat,” tutur Margo, dalam diskusi dalam diskusi bertajuk Harga Kian Mahal, Recovery Terganggu, Jumat (8/4/2022).

Inflasi Meningkatkan Kemiskinan dan Stunting, Menurunkan Pertumbuhan

Selama Maret 2021-September 2021, garis Kemiskinan naik dari Rp 472.525 per kapita per bulan pada Maret 2021, menjadi Rp 486.168 per kapita per bulan pada September 2021. Tingkat kemiskinan pada September 2021 tercatat 9,71%, turun dibandingkan periode Maret (10,14%).

Salah satu penyebab merosotnya tingkat kemiskinan adalah penurunan sejumlah komoditas makanan seperti beras, daging ayam ras, gula pasir, cabai rawit, cabai merah, dan telur ayam ras.

Kondisi sebaliknya terjadi saat ini di mana harga-harga sudah melonjak. Harga cabai rawit merah, misalnya, pada September 2021 dijual di kisaran Rp 35.000 per kg sementara di bulan April tahun ini sudah melonjak di kisaran RP 60.000 per kg.

Daging ayam ras harganya sudah naik ke kisaran Rp 37.000 per kg pada minggu pertama April 2022 dibandingkan Rp 34.000 per kg pada September tahun lalu. Pada periode yang sama, harga telur ayam sudah naik menjadi sekitar Rp 26.000 per kg dari Rp 24.000 per kg.

Kenaikan komoditas makanan juga bisa berimbas pada perkembangan SDM Indonesia. Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) dalam Analysis of Food Prices and Stunting Prevalence in Indonesia mengatakan saat harga naik, rumah tangga Indonesia cenderung menurunkan konsumsi makanan mereka, terutama karbohidrat dan protein.

Kondisi ini bisa mempengaruhi daya kembang SDM Indonesia.  Menurut CIPS, setiap kenaikan beras sebesar Rp 1000 per kg maka konsumsi beras akan turun 0,67 per kapita per bulan.

Penurunan konsumsi protein terutama daging juga dikhawatirkan bakal meningkatkan angka stunting di Indonesia. Hitungan CIPS menunjukan setiap pengurangan 1 kg konsumsi daging per bulan maka kemungkinan anak menjadi stunting naik hingga 1,52%. Setiap pengurangan 1 kg konsumsi daging ayam per bulan maka kemungkinan anak menjadi stunting naik hingga 0,39%.

Hubungan kenaikan harga dan kemungkinan stunting
Foto: CIPS
Hubungan kenaikan harga dan kemungkinan stunting

Sejumlah lembaga sudah mengingatkan inflasi diperkirakan akan naik tajam dalam beberapa bulan mendatang karena faktor musiman Lebaran, kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 11%, juga kenaikan BBM.

Dalam hitungan Bank Mandiri, setiap kenaikan 10% tarif listrik maka inflasi akan ikut menanjak 0,4 poin persentase (ppt). Bila harga bensin dan solar naik hingga 10%, maka inflasi akan terdongrak 0,4 ppt.

Jika harga Elpiji 3 kg naik hingga 10% maka bisa menambah tekanan inflasi sebesar 0,2 ppt. Sementara itu, setiap 10% kenaikan harga minyak goreng maka inflasi akan terdongrak 0,1 ppt.

Bank Mandiri juga memperkirakan setiap kenaikan inflasi sebesar 1% maka pertumbuhan Indonesia bisa turun 0,21%.

Sumber: BPS

Bunga KPR pun Terancam Melonjak Karena Inflasi Naik

Kenaikan inflasi tidak hanya berimbas kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka yang berpenghasilan menengah pun bisa terimbas dari lonjakan inflasi. Salah satunya dalam bentuk ancaman kenaikan bunga pinjaman perbankan baik untuk pinjaman kendaraan, kredit usaha ataupun rumah.

Bank sentral biasanya akan menaikkan suku bunga acuan untuk meredam lonjakan inflasi. AS mencatatkan inflasi tahunan sebesar 8,5% per Maret 2022, atau lebih tinggi dari inflasi tahunan bulan sebelumnya sebesar 7,9%.

Hal ini berimbas pada kenaikan bunga pinjaman perbankan. Kekhawatiran ini sudah terjadi di Amerika Serikat (AS). Bunga kredit perumahan di AS merangkak naik seiring lonjakan inflasi di Negeri Paman Sam.

Tingkat hipotek atau KPR di AS untuk bunga tetap 30 tahun rata-rata berada di angka 4,72% pada pekan lalu. Angka ini tersebut lebih tinggi dibandingkan pada pekan sebelumnya yang berada di angka 4,67%. Kenaikan tingkat hipotek sudah melonjak 1,5% dalam waktu tiga bulan terakhir. Peningkatan tersebut juga menjadi yang tercepat sejak Mei 1994.

Hingga kini, Bank Indonesia  masih mempertahankan suku bunga acuan mereka di level 3,5% sejak Maret 2021. Namun, pasar memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25-50 bps pada tahun ini karena ekspektasi inflasi tinggi.


Dalam catatan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bunga KPR biasanya merespon cepat kenaikan suku bunga acuan. Saat BI melakukan pengetatan moneter secara agresif pada tahun 2018, bunga KPR juga naik cepat.

Pada periode Mei-November 2018, suku bunga acuan BI meningkat 50 bps dari 5,50% di Mei menjadi 6% di November. Pada periode yang sama, rata-rata bunga KPR naik dari 9,49% menjadi 10,70%.

Berdasarkan data OJK, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) rata-rata untuk KPR pada Januari 2022 ada di level 8,84%. Tingkat bunga tersebut bisa saja terkerek cepat jika BI menaikkan suku bunga tahun ini.

Pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga perbankan
Sumber: Mirae Asset Sekuritas

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan kenaikan inflasi kemungkinan akan membuat BI menaikkan suku bunga acuannya. Sebagai dampaknya, bunga pinjaman perbankan pun akan meningkat.

“Yang terdampak kenaikan inflasi dan suku bunga acuan BI adalah KPR dengan bunga floating. Mungkin bisa naik 1-2% pada tahun 2022. Yang sekarang di 7,5% bisa menjadi 9,5%,” tutur Bhima, kepada CNBC Indonesia.

Bhima menambahkan kenaikan bunga KPR akan menjadi hantaman kesekian bagi sector properti tahun ini. Sektor tersebut dikhawatirkan sudah terdampak oleh kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), kenaikan harga barang konstruksi, serta perabotan.

Sumber

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menteri ESDM Sebut Bakal Ada Kenaikan Harga Pertalite-Solar!

Next Post

Koordinator BEM SI Sebut Rumahnya Didatangi Orang Tak Dikenal Usai Demo 11 April

fusilat

fusilat

Related Posts

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut
Crime

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI 2026: ANTARA JANJI SWASEMBADA DAN REALITAS DI SAWAH

January 24, 2026
Next Post
Koordinator BEM SI Sebut Rumahnya Didatangi Orang Tak Dikenal Usai Demo 11 April

Koordinator BEM SI Sebut Rumahnya Didatangi Orang Tak Dikenal Usai Demo 11 April

MK KEMBALI MENGGELAR SIDANG TUNTUAN PT 20%

MK KEMBALI MENGGELAR SIDANG TUNTUAN PT 20%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...