Tangsel,Fusilatnews– Dengan janji kemenangan mudah dan bonus besar, situs judi online Djarum Toto berhasil menarik ribuan pemain hingga akhirnya dibongkar oleh Unit Krimsus Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel). Operasi ini mengungkap sindikat judi online yang menghasilkan omzet mencapai Rp 2 miliar per bulan.
Pengungkapan dan Penangkapan
Polisi mengidentifikasi markas operasional Djarum Toto di sebuah ruko lantai tiga di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Setelah penyelidikan dari patroli siber, penggerebekan dilakukan sehari kemudian, yang berhasil mengamankan tujuh tersangka, yakni NAD (30), MA (26), BMM (28), ABK (20), BSA (19), VNA (30), dan RAK (28). Dua di antara mereka adalah perempuan.
“Ketujuh tersangka memiliki peran berbeda-beda dalam mendukung operasional situs judi ini,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alvino Cahyadi.
Barang Bukti dan Modus Operasi
Dalam penggerebekan, polisi menyita 19 ponsel, delapan laptop, tujuh CPU, 23 monitor, serta dokumen keuangan. Selain itu, ditemukan pula 28 buku tabungan, 26 kartu ATM, empat token, dua router Wi-Fi, dan satu boks SIM-card.
Setiap tersangka memiliki tugas khusus. NAD bertanggung jawab atas pengelolaan situs, sementara MA membuat domain. BMM, ABK, dan BSA bertugas membuat konten promosi, sementara VNA dan RAK menyebarluaskan konten tersebut secara acak di berbagai situs.
Strategi Menarik Korban
Djarum Toto memikat korban melalui minimal deposit Rp 10.000 tanpa batas maksimal, serta menawarkan permainan seperti slot, togel, live casino, sport, arcade, dan sabung ayam. Penarikan dana memiliki syarat minimal Rp 50.000 dan hanya dapat dilakukan ke rekening terdaftar.
“Dalam tiga tahun beroperasi, situs ini memiliki 28.000 anggota aktif dengan keuntungan fantastis,” ujar Alvino.
Jerat Hukum Berlapis
Para pelaku dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian, pasal-pasal dalam UU ITE, dan UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau 20 tahun penjara,” tegas Alvino.
Polres Tangsel masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan lebih luas dari sindikat ini.





















