• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Silvester Dicari Kopassus – Menyerang Kumis Mantan Danjen Kopasus

Ali Syarief by Ali Syarief
July 13, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Tokoh/Figur
0
Silvester Dicari Kopassus – Menyerang Kumis Mantan Danjen Kopasus
Share on FacebookShare on Twitter

Silvester Matutina bukan petarung dalam diam. Ia bukan pula macan tidur yang menunggu waktu untuk menggigit. Ia adalah jenis manusia yang begitu lidahnya basah oleh opini, maka yang keluar bukan embun, melainkan api. Dan dalam perkara ini, ia melempar api ke tempat paling sensitif: barisan para purnawirawan pasukan khusus.

Ia bukan tentara. Jangankan menembak, memegang senjata api barangkali lebih sering dalam game daring. Tetapi nyalinya kadang melebihi komandan tempur. Dengan satu kalimat pendek, ia menantang sejarah, struktur, dan institusi yang selama ini disakralkan dengan hormat dan upacara. Ia bicara soal Soenarko—mantan Danjen Kopassus—dengan gaya yang tak bisa disebut diplomatis, bahkan cenderung ad hominem, yaitu menyerang pribadi, bukan pikiran.

Dalam republik ini, menyerang ide dengan ide masih dimaafkan. Tapi menyerang pribadi? Wah, itu seperti menabur garam di atas bara. Maka, tak perlu heran bila beberapa purnawirawan Kopassus—yang kini lebih banyak bertanam anggrek atau main golf—mendadak mengencangkan ikat pinggang dan menggeram: “Kami akan cari dia sampai ke lubang semut!”

Tentu saja ini bukan film Mission: Impossible. Tapi ancaman itu bukan basa-basi. Sebab yang terluka bukan sekadar perasaan, tapi kehormatan korps. Ini perkara martabat yang dalam dunia tentara, lebih sakral dari pangkat dan seragam. Dan Silvester, dengan segala keberaniannya, atau mungkin keluguannya yang disengaja, telah menyinggung itu.

Apakah Silvester takut? Kita tidak tahu. Tapi dalam beberapa wawancara, dia tampak tenang. Mungkin karena ia percaya bahwa demokrasi menjamin kebebasan berpendapat—sekalipun pendapatnya menyerempet bahaya. Atau, bisa jadi karena ia terlalu sibuk menikmati status barunya sebagai komisaris di perusahaan BUMN.

Maka kita teringat pada sebuah gaya lama yang dipopulerkan para pendebat klasik: jika tak bisa membantah argumen seseorang, seranglah kepribadiannya. Ad hominem, begitu kata buku logika. Silvester menggunakan itu, entah karena lupa membaca buku, atau karena sadar bahwa dalam zaman sekarang, yang viral bukanlah substansi, melainkan sensasi.

Dan di sinilah republik ini kadang jadi panggung sandiwara. Seorang sipil menyerang kehormatan militer, lalu tentara yang sudah pensiun mau cari dia ke “lubang semut”. Silvester menjadi tokoh tragikomedi. Ia lucu, tapi juga berbahaya. Ia seperti badut yang membawa bom. Tak jelas apakah ia sadar sedang main api, atau sedang membakar dirinya sendiri.

Tapi seperti yang sering saya tulis Kadang yang bikin gaduh bukan peluru, melainkan lidah yang terlalu panjang. Maka biarlah drama ini berjalan. Publik menonton, media menyorot, dan para jenderal tua mungkin sudah mengatur strategi, sambil tetap menyiram bunga anggreknya.

Karena di republik ini, kadang satu kata bisa menggetarkan lebih keras dari satu batalyon.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Uang Menjadi Amanah: Hikmah Jepang dalam Cermin Islam dan Budaya Sunda

Next Post

Apakah Laporan Jokowi di Reskrimum Sudah Memenuhi Unsur Berdasarkan Dua Alat Bukti yang Cukup?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi
Feature

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?
Birokrasi

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026
Feature

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026
Next Post
Apakah Laporan Jokowi di Reskrimum Sudah Memenuhi Unsur Berdasarkan Dua Alat Bukti yang Cukup?

Apakah Laporan Jokowi di Reskrimum Sudah Memenuhi Unsur Berdasarkan Dua Alat Bukti yang Cukup?

Menjadi Ratu di Hati Rakyat: Warisan Kepemimpinan Princess Diana

Menjadi Ratu di Hati Rakyat: Warisan Kepemimpinan Princess Diana

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...