• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Sinyal Positif dari Prabowo: Saatnya Dialog, Tinggalkan Jokowi, Mari Bersama Rakyat

Ali Syarief by Ali Syarief
April 8, 2025
in Birokrasi, Feature, Politik
0
Arah Pidato Prabowo Itu, Sesungguhnya Untuk Siapa?
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam politik, keberanian mengambil jarak dari masa lalu bukanlah pengkhianatan, melainkan seni membaca arah angin. Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal penting: ia ingin berdialog dengan para tokoh kritis, termasuk mereka yang kerap menyuarakan “Indonesia gelap”. Ini bukan sekadar retorika, tetapi bisa menjadi awal dari lompatan politik yang menentukan: Prabowo bersama rakyat—bukan bersama bayang-bayang kekuasaan lama bernama Jokowi.

Sinyal itu terasa jelas ketika Prabowo menyatakan kesediaannya berdialog dengan tokoh-tokoh yang mengkritik tajam arah bangsa, seperti pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Feri Amsari. Feri adalah sosok yang sejak lama berdiri di garis depan dalam menyuarakan keresahan publik soal pelemahan demokrasi, pembentukan undang-undang yang tidak partisipatif, dan praktik kekuasaan yang mengabaikan suara rakyat. Ketika Prabowo membuka pintu dialog, Feri menyambut—dengan syarat: terbuka, jujur, dan tanpa sensor.

Inilah momen penting. Rakyat tidak meminta Prabowo menjadi revolusioner, tetapi konsisten dengan prinsip keadilan dan rasionalitas yang dulu ia gaungkan. Dialog yang diinginkan bukan basa-basi politik. Bukan pula sandiwara keakraban untuk meredam oposisi. Rakyat ingin kejujuran: akui bahwa selama ini banyak kebijakan yang merugikan kepentingan publik. Akui bahwa kedekatan dengan oligarki dan kompromi politik telah membuat demokrasi Indonesia terjebak dalam kelamnya korupsi, nepotisme, dan pembungkaman kritik.

Jika Prabowo benar-benar serius, ia harus mulai dari langkah yang sederhana tapi penuh makna: tinggalkan Jokowi. Tidak secara personal, tapi secara politik. Putuskan warisan kebijakan yang menyimpang: UU kontroversial, peminggiran demokrasi, dan pembangunan simbolik yang menelan anggaran, tapi melupakan kesejahteraan. Itu bukan pengkhianatan. Justru, dalam politik, mengambil sikap berani melawan arus demi rakyat adalah kemenangan sejati.

Feri Amsari dengan gamblang mengingatkan Prabowo bahwa selama ini tidak ada langkah konkret dari setiap pernyataan politiknya. Ini kritik keras, tapi membangun. Prabowo harus menyambut kritik itu dengan kepala dingin, bukan dengan emosi yang meletup. Tidak ada lagi ruang bagi pemimpin yang memukul meja saat debat, tapi tidak sanggup memukul ego sendiri demi mendengar rakyat.

Kehendak Prabowo untuk berdialog harus dibuktikan dengan keputusan politik yang tegas. Pecat para tokoh kontroversial di sekelilingnya yang menjadi simbol masa lalu yang gelap: Luhut Binsar Pandjaitan, Dasco, dan Teddy. Mereka bukan wajah perubahan. Mereka adalah bayang-bayang masa lalu yang justru menjauhkan Prabowo dari rakyat yang pernah mempercayainya.

Prabowo harus menyadari, kemenangan tidak datang dari kompromi dengan kekuasaan lama, tetapi dari keberpihakan pada suara yang paling jujur: suara rakyat. Jika ia memilih berdiri di tengah rakyat yang kecewa, maka Prabowo akan menemukan legitimasi baru. Bukan karena kursi kekuasaan, tapi karena kepercayaan yang tumbuh dari bawah.

Dialog yang tulus, kebijakan yang konkret, dan sikap tegas meninggalkan masa lalu kelam—itulah tiga langkah yang bisa membawa Prabowo dari sekadar simbol kekuasaan, menjadi pemimpin sejati. Politik adalah seni kemungkinan. Dan saat ini, kemungkinan itu adalah kemenangan—jika ia benar-benar memilih bersama rakyat.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi dan Proyek Membodohi Bangsa

Next Post

Prabowo Akui Komunikasi Pemerintah Belum Baik, Janji Lebih Terbuka kepada Publik

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Next Post
Prabowo Menjawab Demo Mahasiswa “Indonesia Gelap”

Prabowo Akui Komunikasi Pemerintah Belum Baik, Janji Lebih Terbuka kepada Publik

Terima Pengaduan Ahli Waris Tanah IKN, Ketum PPWI Minta Presiden Prabowo Lakukan Moratorium Pembanguan Ibu Kota Nusantara

Terima Pengaduan Ahli Waris Tanah IKN, Ketum PPWI Minta Presiden Prabowo Lakukan Moratorium Pembanguan Ibu Kota Nusantara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...