• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sistem Politik RI “Tambal Sulam Aneh Sendiri Sedunia”

Ali Syarief by Ali Syarief
December 17, 2024
in Feature, Politik
0
Nama-nama 16 Parpol yang Sudah Terdaftar di Sipol, 7 Pendatang Baru
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia memiliki sistem politik yang sering kali membuat dahi berkerut. Dalam satu waktu, partai-partai politik di tingkat pusat tampak begitu mesra dalam berkoalisi, sementara di tingkat daerah, mereka berseteru dengan sengit untuk merebut suara rakyat. Ketika Pemilu Legislatif (Pileg) berlangsung, saling caci maki menjadi tontonan publik yang lazim. Namun, saat Pemilihan Presiden (Pilpres), Gubernur (Pilgub), atau Walikota (Pilwakot), mereka tiba-tiba saling merangkul, seakan-akan tidak pernah ada permusuhan di antara mereka.

Fenomena ini bukan hanya menunjukkan wajah pragmatisme politik yang akut, tetapi juga memunculkan tanda tanya besar tentang keberpihakan dan konsistensi partai politik terhadap ideologi atau visi-misinya. Bagaimana rakyat dapat memahami dan mempercayai politikus yang secara konsisten mengubah arah demi kepentingan sesaat? Sistem politik tambal sulam ini tidak hanya menciptakan kebingungan, tetapi juga melahirkan skeptisisme mendalam terhadap demokrasi itu sendiri.

Realitas Koalisi dan Kompetisi

Pada tingkat pusat, partai-partai politik kerap bergabung dalam koalisi besar, mengklaim demi stabilitas pemerintahan. Namun, di tingkat lokal, dinamika yang terjadi justru sebaliknya. Partai-partai yang sama-sama berada dalam koalisi pusat sering kali bertarung sengit di pemilihan kepala daerah. Ketidakkonsistenan ini tidak jarang memicu konflik internal dan membuat rakyat bingung mengenai arah perjuangan politik partai-partai tersebut.

Dalam konteks Pemilu Legislatif, serangan pribadi hingga fitnah menjadi senjata yang dianggap wajar. Semua dilakukan untuk merebut suara rakyat. Namun, begitu Pilpres tiba, tokoh-tokoh yang tadinya saling mencaci maki justru berpelukan mesra, memamerkan persatuan yang terkesan artifisial. Politik Indonesia seolah menjadi arena sandiwara besar, di mana aktor-aktornya lebih mementingkan panggung daripada esensi perjuangan rakyat.

Gagasan Baru Prabowo

Belakangan,  Presiden Prabowo Subianto, melontarkan gagasan yang cukup kontroversial. Ia menyarankan agar Indonesia cukup mengadakan Pemilu Legislatif saja, sementara presiden dipilih kembali oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Gagasan ini muncul dengan dalih untuk menyederhanakan proses pemilu dan mengurangi biaya politik yang sangat besar.

Namun, ide ini menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya praktik otoritarianisme yang pernah terjadi di masa Orde Baru. Pemilihan presiden oleh MPR berpotensi mencabut hak rakyat untuk secara langsung menentukan pemimpin negara. Di sisi lain, gagasan ini juga mengundang kritik karena dianggap sebagai langkah mundur dari semangat reformasi yang telah memperjuangkan demokrasi langsung sejak tahun 1998.

Dampak dan Tantangan

Sistem politik tambal sulam ini menimbulkan dampak serius pada kepercayaan publik terhadap demokrasi. Masyarakat mulai mempertanyakan integritas para politikus dan institusi politik. Selain itu, pola ini juga memperlebar jurang antara elite politik dan rakyat. Politik yang seharusnya menjadi alat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, justru berubah menjadi arena perebutan kekuasaan yang penuh intrik.

Tantangan terbesar adalah bagaimana menciptakan sistem politik yang lebih konsisten, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan adalah memperkuat aturan main dalam koalisi politik agar lebih jelas dan konsisten dari pusat hingga daerah. Selain itu, perlu ada reformasi dalam sistem pemilu untuk mengurangi biaya politik yang tinggi tanpa harus mengorbankan hak rakyat untuk memilih secara langsung.

Penutup

Sistem politik tambal sulam yang kini berlangsung di Indonesia menunjukkan bahwa demokrasi kita masih berada dalam tahap pencarian bentuk yang ideal. Gagasan-gagasan baru seperti yang dilontarkan oleh Prabowo perlu dikaji secara mendalam agar tidak mengancam prinsip-prinsip dasar demokrasi. Pada akhirnya, rakyat Indonesia membutuhkan sistem politik yang tidak hanya efektif, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai keadilan, transparansi, dan konsistensi.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Cak Imin Dukung Ide Evaluasi Pemilihan Langsung di Level Pilkada

Next Post

Tanggapan Menko Erlangga, Terkait Kebijakan Pemerintah Vietnam Perpanjang Penurunan Tarif PPN jadi 8 Persen

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mafia di Balik Penegakan Hukum Ketika Hukum Berubah Menjadi Instrumen Kekuasaan

July 10, 2026
Birokrasi

COKLAT VS COKLAT

July 10, 2026
Birokrasi

Perang Elit: Perebutan Proyek APBN

July 10, 2026
Next Post
Menko Airlangga : Anggaran Perlinsos Tertinggi Subsidi BBM, Bukan Bansos

Tanggapan Menko Erlangga, Terkait Kebijakan Pemerintah Vietnam Perpanjang Penurunan Tarif PPN jadi 8 Persen

Setelah Batas Waktu Berakhir, Tidak Ada Gugatan Pilkada Jakarta dari Kubu Paslon Rido dan Dharma Pangrekun

Ubah Sistem Pilkada: Prabowo Ingin Rakyat Buntung, Wakil Rakyat Untung

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung
Komunitas

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

by Karyudi Sutajah Putra
July 10, 2026
0

Jakarta - FusilatNews --Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengecam tindakan prajurit Tentara Nasional Indonesia...

Read more
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Aji Mumpung Hanggodo yang Loyal kepada Prabowo

Aji Mumpung Hanggodo yang Loyal kepada Prabowo

July 8, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Mafia di Balik Penegakan Hukum Ketika Hukum Berubah Menjadi Instrumen Kekuasaan

July 10, 2026

COKLAT VS COKLAT

July 10, 2026

Perang Elit: Perebutan Proyek APBN

July 10, 2026
Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Hendardi: Fadli Zon Jangan Cari Sensasi

Hendardi Minta Kejagung Tak Defensif, Lecehkan Nalar Publik

July 10, 2026

Paradoks Independensi Auditor Internal (Ketika Penjaga Tata Kelola Masih Berada dalam Bayang-Bayang Manajemen)

July 10, 2026
Mantan Menkeu Fuad Bawazier: “Cabut Konsesi Tambang Bermasalah, Jangan Jadikan Kasus sebagai Sandera Politik”

Mantan Menkeu Fuad Bawazier: “Cabut Konsesi Tambang Bermasalah, Jangan Jadikan Kasus sebagai Sandera Politik”

July 10, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mafia di Balik Penegakan Hukum Ketika Hukum Berubah Menjadi Instrumen Kekuasaan

July 10, 2026

COKLAT VS COKLAT

July 10, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist