Ketika situs resmi Twitter, dibuka ternyata terblokir. “Situs diblokir. Maaf, akses ke situs ini diblokir oleh Pemerintah Indonesia karena mengandung konten negatif yang melanggar peraturan perundang-undangan di Indonesia,” demikian informasi yang ditampilkan Kemenkominfo.
Jakarta- fusilatnews – Kementerian Kominfo rupanya kurang up date menyusul pergenalan logo baru Tweeter yaitu ‘ X putih baru dengan latar belakang hitam telah menggantikan burung biru pada versi desktop di media sosial, tetapi logo baru ini belum muncul di aplikasi seluler..Logo barru ini g diperkenalkan oleh pemilik Tweeter Elon Musk
Ketika situs resmi Twitter, dibuka ternyata terblokir. “Situs diblokir. Maaf, akses ke situs ini diblokir oleh Pemerintah Indonesia karena mengandung konten negatif yang melanggar peraturan perundang-undangan di Indonesia,” demikian informasi yang ditampilkan Kemenkominfo.
“X.com sekarang mengarah ke https://twitter.com/. Logo Interim X ditayangkan hari ini,” katanya melalui akun Twitter, @elonmusk Selasa (25/7). Elon juga sudah mengumumkan logo baru bertanda X ke publik. Kini, di aplikasi juga sudah tidak ada lagi logo burung, berganti X.
Hanya saja, laman resmi Twitter yang beralih menjadi X.com tidak bisa diakses di Indonesia. Beberapa warganet Indonesia pun heran dengan kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang memblokir laman tersebut.
Dari semula bergambar burung, kini logo Twitter berganti dengan tanda X. Selanjutnya diikuti situs resmi perusahaan, dari twitter.com berubah menjadi X.com.
Perubahan ini inisiatif dari pemilik tweeter Elon Musk miliarder itu mengatakan dia ingin mengubah logo Twitter, men-tweet: “Dan segera kami akan mengucapkan selamat tinggal pada merek Twitter dan, secara bertahap, semua burung.”
Dia kemudian membagikan gambar branding X baru yang diproyeksikan ke sisi kantor pusat Twitter di San Francisco.
Lewati posting twitter oleh Elon Musk
Izinkan konten Twitter?
Artikel ini berisi konten yang disediakan oleh Twitter. Kami meminta izin Anda sebelum sesuatu dimuat, karena mereka mungkin menggunakan cookie dan teknologi lainnya. Anda mungkin ingin membaca kebijakan cookie, eksternal, dan kebijakan privasi Twitter, eksternal sebelum menerima. Untuk melihat konten ini pilih ‘terima dan lanjutkan’.
























