• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Skema Ponzi, Cara Ulung Jadi Perampok

fusilat by fusilat
December 29, 2022
in Feature
0
Skema Ponzi, Cara Ulung Jadi Perampok

Johan Murod SH SIP MM, Jurnalis Senior

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Johan Murod Babelionia SH SIP MM, Jurnalis Senior

JAKARTA – Hampir semua stasiun televisi di Indonesia belum lama ini memberitakan Investasi Bodong Robot Trading yang merugikan rakyat Indonesia. Modusnya adalah Skema Ponzi, yaitu investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau perusahaan yang menjalankan suatu kegiatan usaha yang menguntungkan.

Skema Ponzi sesungguhnya adalah kegiatan operasi “perampok ulung” yang korbannya tergiur dan terlena dengan iming-iming yang menguntungkan, yang tidak sesuai dengan akal sehat, di mana keuntungan tersebut bukanlah dari kegiatan usaha “normal” seperti usaha jasa, perdagangan, dan lain-lain.

Skema Ponzi ini awalnya diperkenalkan oleh Charles Ponzi dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1. Menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat dan tanpa risiko.

2. Proses bisnis investasi yang tidak jelas.

3. Produk investasi biasanya milik luar negeri.

4. Staf penjualan mendapatkan komisi dalam merekrut anggota/korban baru.

5. Pada saat investor ingin menarik investasi malah diiming-imingi investasi dengan bunga lebih tinggi.

6. Mengundang calon investor dengan menggunakan tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai publik figur.

7. Pengembalian macet di tengah-tengah.

Sejak lama penulis mengamati operasional “perampok ulung” ini, yaitu ketika peristiwa bunuh diri Direktur PT Srijaya karena putus asa tidak bisa mengembalikan dana investor yang jumlahnya triliunan rupiah, karena dana tersebut sudah dilarikan pemilik perusahaan yang orang asing.

Dalam beberapa waktu kemudian, ada trend baru yang menamakan dirinya “Dream for Freedom” yang menjual produk yang mereka sebut Silver Rp5 Juta, Golden Rp10 Juta, dan Premium Rp15 Juta. Banyak sekali yang tertarik dengan bujuk rayu para “perampok ulung” tersebut, mulai dari pejabat penting hingga pensiunan dan rakyat biasa bahkan para guru dan dosen hingga pengurus masjid dan pegawai bank.

Sudah dapat kita terka, terkadang mereka karena iming-iming tersebut berani menggunakan uang organisasi atau uang titipan masyarakat, ikut investasi dengan harapan jika beruntung dana yang bukan miliknya tersebut segera dikembalikan. Namun kenyataannya, harapan mereka hanyalah mimpi dalam tidur di siang bolong yang berbuah nasib buruk yang terkadang membuat suami istri bercerai, membuat pemegang suatu organisasi malu besar, karena uang organisasi dilarikan “perampok ulung” tersebut, dan pegawai bank yang menggunakan uang nasabah ketahuan dan dipecat hingga masuk sel penjara.

Penulis pernah diskusikan masalah Skema Ponzi ini dengan seorang sahabat, Jenderal Polisi yang mantan Kapolda di suatu daerah, dan beliau langsung telepon rekannya yang seorang Kapolda yang bertugas di daerah penulis, dan akhirnya organisasi “perampok ulung” tersebut dibubarkan secara nasional.

Akhir-akhir ini kembali ramai berita, hampir semua stasiun TV memberitakan “MZA Law Firm” di Jakarta melaporkan ke Bareskrim Polri para “perampok ulung” tersebut yang menipu ribuan korban dengan kerugian triliunan rupiah di mana para korban tergiur karena para “perampok ulung” tersebut menggunakan para publik figur dalam merayu para korbannya.

Sungguh suatu “officium nobile” (pekerjaan yang terhormat) jika para pengacara muda yang tergabung dalam MZA Law Firm dapat mengangkat kasus ini hingga ke persidangan dan para penyidik Bareskrim Polri, Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim dapat melaksanakan tugas dengan baik sebagai “officium nobile”, sehingga dana para korban dapat dikembalikan.

Dalam acara “talkshow” di TVRI dengan pembicara pakar tindak pidana pencucian uang (TPP) Yenti Garnasih, yang mana pakar hukum tersebut mengatakan, “Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jangan biarkan rakyat Indonesia dirampok, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) harus mendampingi para korban, sehingga dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim sepakat dan yakin berbuah adil, dana para korban dikembalikan.”

Para “officium nobile” yang bekerja dengan prinsip “pro bono” (cuma-cuma), insya Allah ketika nanti berpulang ke Rahmatullah akan ditempatkan di surga. Tapi apabila mereka mengabaikan para korban yang ditipu oleh para “perampok ulung” tersebut dan malah bersekongkol dengan gerombolan perampok ulung, maka azab akan menimpa mereka, dan tujuh turunan tidak akan mencium aroma surga.

Saat ini sedang trend Skema Ponzi yang menamakan kelompoknya Riway, suatu perusahaan dari Singapura yang berkedok MLM (multilevel marketing) dengan jualan produk kesehatan dari New Zealand, yaitu Fortier, selalu menggelar acara “President Dinner” di beberapa negara, terutama Singapura karena perusahaan milik orang Singapura ini, di Singapore Expo acara tersebut sangat meriah, puluhan ribu orang hadir, termasuk para korban dari Indonesia, dan penulis pun berkesempatan hadir.

Dalam acara tersebut tak nampak produk yang diperdagangkan dipromosikan, tapi para peserta disajikan pertunjukan dan makanan berkelas, dan yang tampil ke panggung adalah para “leader” yang sukses menjebak banyak korban. 

Ketika “breakfast” (sarapan) di hotel tempat penulis menginap, para korban bercerita macam-macam. Demi membeli produk tersebut, misalnya, ada yang menjual kebun sawit, ada yang tidak lagi bisa buka toko karena modal diputar untuk membeli produk Ponzi, alias melakukan investasi bodong.

Mereka bercerita juga tentang para “leader”, bahkan sebelum berangkat ke Singapura penulis sempat diajak ke kantor salah satu “leader” di Batam, Kepulauan Riau, yang kantornya sangat mewah, di mana satu lantai di sana milik sang ‘leader”. Tak kalah hebatnya dengan “owner” (pemilik) perusahaan yang orang Singapura, yang dalam cerita mereka memiliki rumah di berbagai negara, bahkan memiliki pesawat pribadi.

Sungguh kasihan dan sungguh malang nasib para korban sehingga harus bercerai suami-istri dan anak-anak mereka terlantar. Sungguh malang nasib pengurus masjid dan pegawai bank yang mimpi di siang bolongnya membawa petaka karena tergiur akibat gerombolan “perampok ulung” tersebut mempromosikan produk mereka di TV menggunakan publik figur.

Untuk mencegah hal ini terulang kembali, penulis berlelah-lelah ke DPR RI di Senayan, Jakarta, bersilaturahmi ke salah satu Komisi DPR RI, menemui Bapak Edy Soeparno, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) yang ketua umumnya adalah Menteri Perdagangan Bapak Zulkifli Hasan. Kami pun curhat (mencurahkan isi hati) dan berdiskusi dengan harapan kegiatan Skema Ponzi ini dihentikan di Indonesia agar rakyat Indonesia tidak terus-menerus menjadi korban para “perampok ulung” yang pada umumnya milik asing dan ketika sudah dapat dana triliunan rupiah dengan mudahnya mereka kabur dari Indonesia.

Penulis pernah menyaksikan pengacara Alvin Lie ribut dengan penyidik Bareskrim Polri karena mereka menolak Laporan Polisi (LP) Alvin Lie. Peristiwa ini nyaris diwarnai adu jotos. Kiranya Polri selalu mengawasi para penyidiknya agar bekerja profesional, melayani dan melindungi serta selaku “officium nobile” bersikap “pro bono”.

Pertanyaannya, apakah Pemerintah RI akan seterusnya membiarkan rakyatnya “dirampok”? Konstitusi (UUD 1945) mewajibkan pemerintah melindungi segenap rakyatnya. Oleh karena itu, kiranya Pemerintah Indonesia membuat undang undang larangan investasi dalam bentuk apa pun dalam Skema Ponzi maupun MLM, sehingga dana masyarakat lebih diinvestasikan ke hal-hal yang produktif. Jokowi adalah Presiden yang semakin hebat dan semakin dikenal dunia jika dapat melindungi para korban, dan di masa mendatang Indonesia bersih dari investasi bodong semacam Skema Ponzi. Semoga!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo: Tu Quoque, Sandi, Fili Mi?

Next Post

Dinkes DKI Bilang Cepat atau Lambat Omicron BF.7 dari China Masuk Indonesia, Bagaimana Antisipasinya?

fusilat

fusilat

Related Posts

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial
Feature

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026
Feature

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Next Post
Kasus COVID Harian China Tertinggi Sejak Pandemi Dimulai

Dinkes DKI Bilang Cepat atau Lambat Omicron BF.7 dari China Masuk Indonesia, Bagaimana Antisipasinya?

IPW Minta Kapolri Kawal Sidang Etik dan Pidana Irjen Teddy Minahasa

IPW Minta Kapolri Hentikan Arogansi Oknum Polri dalam Kasus Tambang Nikel di Luwu Timur

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist