Jakarta, Fusilatnews.—Bukan isapan jempol, bila wacana mendorong Gibran untuk ikut kontestasi Pilgub DKI Jakarta dan suksesi jabatan Walikota Solo kemudian membidik adiknya, Kaesang Pangarep, terus digulirkan oleh sejumlah elit politik dari PDIP, PPP dan Golkar. Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Solo, Bandung Joko Suryono juga pernah menyebut nama Gibran masuk sebagai salah satu bakal calon yang akan diusung Partai Golkar untuk maju di ajang Pilkada 2024.
Bandung mengatakan dukungan politik yang pernah ditujukan kepada Gibran untuk maju ke Pilkada Jawa Tengah dilatarbelakangi keyakinannya bahwa putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu memiliki potensi dan kemampuan sebagai pemimpin. Namun, dengan banyaknya dukungan kepada Gibran untuk maju ke ajang Pilkada DKI Jakarta, Bandung menyatakan ia tentunya harus memahami hal itu.
“Tapi kalau memang ternyata dinilai bahwa Mas Gibran dibutuhkan untuk lebih mengeksplorasi potensi dan kemampuannya itu untuk DKI 1 (DKI Jakarta), ya apa boleh buat,” ucapnya. Walau kemudian Ia menyatakan, “masih menunggu sikap dan keputusan Gibran”, tambahnya. “Pada akhirnya kan (keputusan maju Pilkada Jateng atau DKI Jakarta) kembali ke beliau sendiri,” katanya.
Wacana mendorong Gibran sebagai Cagub DKI Jakarta dan Kaesang melanjutkan karir politik Bapak dan Kakanya di Solo, bermula dari pegauan Kaesang yang ingin berkiprah di dunia politik, seperti Bapak dan kakak-kakaknya.
Direspon oleh para elit Hasto PDIP, Golkar dan PPP, ketika mendengar Kaesang telah mengutarakan keinginanya terjun di Dunia Politik, disambut terbuka untuk menjadi kader partainya. PPP melah menyatakan sebagai jihad untuk mendorong Kaesang menjadi Walikota Solo.
PDIP membuka pintu bagi putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, jika ingin bergabung sebagai kader. Menurut PDIP, pilihan partai politik satu keluarga tak boleh berbeda. Hal itu disampaikan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (28/1/2023). Hasto awalnya menyebut PDIP selalu menghormati anak muda yang ingin terjun ke dunia politik.
Sementara Waketum Golkar, juga turut memberikan komentarnya, menanggapi niat putra bungsu Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep yang tertarik dan berminat menekuni karir politik Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia
menyambut baik niat Kaesang dan menawarkan Kaesang bergabung dengan Partai Golkar.
Ketertarikan Kaesang Pangarep dan niatnya yang mendalam dalam menekuni dunia politik menurut Golkar adalah suatu yang wajar. Kaesang besar di lingkungan politik, semua kakaknya sudah memasuki dan meniti karir dalam dunia politik.
“Berpolitik itu luas. Tidak hanya politik kekuasaan, tetapi politik kebudayaan, politik pendidikan, politik pangan, politik luar negeri, politik yang memberdayakan dan menyadarkan rakyat agar sadar pada hak dan kewajibannya sehingga politik itu mulia,” ujar Hasto. “PDI Perjuangan menghormati terhadap setiap anak-anak muda termasuk Mas Kaesang yang akan bergabung ke partai politik,” ujar Hasto di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (28/1/2023).
Hasto mengatakan semua orang harus punya tujuan yang jelas saat terjun ke dunia politik. Dia mempersilakan jika Kaesang ingin mendaftar sebagai kader PDIP. “Berpolitik bukan untuk sekadar jalan pintas mencapai target individual, tetapi sebagai proses untuk mengikuti pendidikan politik dan kaderisasi serta bersedia ditugaskan oleh partai dalam bidang apa pun,” kata Hasto. Ia menyebut PDIP selalu terbuka jika Kaesang hendak bergabung. Setelah itu, barulah Hasto menyebut PDIP punya
aturan kalau satu keluarga tak boleh masuk ke partai yang berbeda.
“Ya sekiranya mau masuk ke PDI Perjuangan. Karena, kami ini punya aturan bahwa dalam satu keluarga tidak bisa masuk dalam pilihan partai-partai yang berbeda, karena itu juga menunjukkan suatu emotional bonding, kesadaran, dan pendidikan politik itu dimulai dari keluarga,” beber Hasto.
Hasto juga mengatakan PDIP tak akan mencalonkan seseorang jika suami atau istrinya merupakan anggota partai politik lain. Menurut Hasto, PDIP juga membatasi orang-orang dari satu keluarga menjabat pada tingkatan yang sama.
“Maka kami dalam peraturan pen-caleg-an misalnya, itu suami istri dari partai berbeda tidak bisa kami caleg-kan, dan kemudian dalam suatu keluarga itu kan ada pembatasan-pembatasan, dari segi jumlah, kecuali menjadi anggota dan satu keluarga tidak boleh ditugaskan dalam satu tingkatan yang sama,” ujarnya. Hasto mengatakan saat ini memang sudah eranya persaingan antarparpol. Meski demikian, dia menegaskan PDIP punya jati disi sendiri.
Kaesang Ingin Terjun ke Politik
Cerita soal Kaesang mulai tertarik terjun ke politik disampaikan putra pertama Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Gibran, yang menjabat Wali Kota Surakarta (Solo), mengatakan Kaesang menyampaikan niat terjun ke politik itu saat makan bersama dirinya dan Jokowi.
“Mungkin kemarin yang kita bicarakan di meja makan itu malah Kaesang. Kaesang kemarin, aku yo kaget, dia secara terbuka menyampaikan ke saya, ke bapak, ada ketertarikan di politik,” kata Gibran dilansir detikJateng, Selasa (24/1).
Gibran mengaku kaget. Dia kemudian membocorkan alasan Kaesang masuk politik. Gibran, yang juga kader PDIP seperti Jokowi, menyebut Kaesang ingin menjadi kepala daerah.
“Eksekutif (maju), kui wis tak bocori kui. Iya saja juga bingung, bingung dan agak syok,” katanya usai groundreaking Museum Sains dan Teknologi Solo. Keinginan Kaesang itu kemudian disambut sejumlah partai. Kaesang bahkan sampai ditawarkan untuk maju pemilihan legislatif (pileg) di 2024.


























