Sopir bus bernomor polisi B 7260 CGA itu mengaku sudah mengaktifkan rem tangan bus, dan mengganjal ban dengan batu.
Saat itu, bus sedang parkir di parkiran pasar sayur Guci dan bersiap berangkat sambil menunggu semua penumpang naik. Bus peziarah asal Tangerang Selatan, Bantun, terjun ke Sungai pada Ahad (7/5). Romyani sopir bus tersebut, mengaku tak menduga bus yang sedang dipanasi tiba-tiba meluncur ke Sungai.
Sopir bus bernomor polisi B 7260 CGA itu mengatakan sudah mengaktifkan rem tangan bus, dan mengganjal ban dengan batu. Saat itu, bus sedang parkir di parkiran pasar sayur Guci dan bersiap berangkat sambil menunggu semua penumpang naik.
“Bus baru saja dari Pemalang datang di Guci jam 9 malam. Waktu kejadian tadi itu, rem tangan sudah lengkap, (roda) diganjel juga sudah. Benar-benar tidak terduga,” kata Romiani, Minggu.
Romiani sendiri mengaku turun dan berada di belakang bus. Saat itu ia bermaksud menunggu semua penumpang masuk.
“Penumpang belum naik semua. Baru sekitar setengahnya,” katanya.
Romyani mengatakan, total penumpang tidak sampai 60. Namun untuk jumlah pastinya yang sedang berada di dalam, dia mengaku belum tahu. “Jumlah penumpang tidak sampai 59. Tapi pastinya panitia yang tahu,” katanya.
Dia mengatakan bus membawa rombongan peziarah dari Tanggerang dan sempat mampir ke Cirebon, Pemalang hingga mampir ke Guci.
“Sepanjang perjalanan dari Tanggerang tidak ada masalah,” ungkapnya
Rencananya, pagi ini bersama satu bus lainnya akan kembali membawa rombongan ziarah ke Pekalongan sebelum kembali ke TTanggerang
“Semua korban sudah dievakuasi. Korban luka-luka sementara dalam perawatan di RS Soeselo Slawi dan Puskesmas Bumijawa.
Jumlahnya belasan, tapi pastinya kita belum tahu, nanti update terbaru akan kita laporkan,” kata Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Ahmad Uwes Qoron Ahad (7/5)
























