• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Spiritualitas Puasa dan Spirit Literasi Kolektif

fusilat by fusilat
April 16, 2023
in Feature
0
Spiritualitas Puasa dan Spirit Literasi Kolektif

Habib Iman Nurdin Sholeh (Foto: dok. pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Habib Iman Nurdin Sholeh

Jakarta – Ada kata-kata bijak yang patut untuk direnungkan dari seorang filsuf asal Inggris, Bertrand Russel (1872-1970), “There are two motives for reading a book: one, that you enjoy it; the other, that you can boast about it.” Jika diartikan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia, “Terdapat dua motif untuk membaca buku: pertama, kau menikmatinya dan yang lain, kau menyombongkannya.” Quote ini mengandung makna yang dalam untuk direfleksikan oleh para sarjana-intelektual.

Membaca merupakan bagian dari aktivitas literasi yang menjadi kunci untuk membuka gerbang ilmu dan pengetahuan. Aktivitas literasi tentu bukan hanya soal membaca, menulis, menghitung, dan aktivitas kognitif lainnya yang seringkali dilakukan dalam lingkungan akademik. Aktivitas literasi juga paralel dengan transformasi diri. Semakin dalam intensitas pergumulan literasi dalam diri, seharusnya semakin kuat juga membentengi diri dari potensi lahirnya prilaku destruktif, seperti gengsi-arogansi intelektual, truth claim, serta mengkerdilkan orang atau kelompok yang berbeda, terlebih ketika berada dalam percakapan akademik di ruang publik dan menjadi konsumsi khalayak.

Aktivitas literasi perlu dipahami sebagai proses belajar sepanjang masa (life long learning) dalam rangka menjadi subjek, yakni karakter manusia yang bijak, kritis, kreatif, serta peduli, bersimpati, dan berempati pada diri, sesama manusia, dan lingkungan hidupnya. Artinya, aktivitas literasi sangat erat kaitannya dengan etika dan moralitas. Hendak diarahkan kemana motif dan orientasi dari aktivitas literasi tersebut.

Ide moralitas dan spirit literasi salah satunya bisa bersumber dari nilai-nilai agama dan pesan mendalam pada simbol spiritualitas keagamaan. Salah satu simbol ide moralitas dan spirit literasi dalam spiritualitas keagamaan adalah puasa. Puasa sebagaimana yang sedang dilakukan oleh umat muslim ini memiliki pesan simbolik paralel terhadap moralitas dan spirit literasi. Ide moralitas literasi terkandung dalam nilai-nilai ibadah puasa, dan aktivitas puasa itu sendiri merupakan laboratorium untuk mengendalikan prilaku destruktif serta spirit literasi terdapat pada momentum penting dalam puasa Ramadan yang seringkali diperingati, yakni peristiwa nuzulul Qur’an (diwahyukannya Al-Quran).

Memperkaya Pengetahuan

Ibadah puasa pada bulan Ramadan terdapat banyak khazanah dan mosaik yang bisa digali untuk memperkaya pengetahuan keberagamaan kita, salah satunya adalah pada bulan puasa Ramadan terdapat peristiwa bersejarah yang monumental sepanjang masa yakni peristiwa turunnya wahyu atau dikenal dengan nuzulul Qur’an. Peristiwa monumental bersejarah ini sering diperingati pada 17 Ramadan atau hari ke-17 puasa. Dalam banyak literatur, disebutkan pula bahwa peristiwa nuzulul Qur’an secara historis terjadi pada malam Lailatul Qadar.

Pada peristiwa nuzulul Qur’an ini, Allah mewahyukan al-Qur’an sebagai pedoman dan worldview bagi kehidupan umat manusia. Peristiwa ini berawal dari meditasi Muhammad di Gua Hira hingga suatu ketika terdengar suara yang menggelegar. Suara tersebut tak lain adalah suara Malaikat Jibril yang memerintahkan Muhammad untuk membaca, iqra. Tidak kurang dari tiga kali, kata tersebut diulang hingga akhirnya Jibril melanjutkan kalam Allah yang dititipkan untuk Muhammad sebagai pesan wahyu pertama yakni Surat al-‘Alaq ayat 1-5.

Kata “iqra” menjadi kata kunci permulaan al-Qur’an diwahyukan. Pada ayat yang pertama permulaan al-Quran diwahyukan, “iqra bismi rabbika al-ladzi khalaq (bacalah dengan menyebut Tuhanmu yang telah mencipktakanmu)” terkandung makna dan pesan yang luhur dan mendalam. Setidaknya terdapat dua simbol pesan yang terkandung, yakni simbol spirit keilmuan atau intelektualitas dan peneguhan spiritualitas. Kata “iqra (bacalah)” menjadi simbol pesan spirit keilmuan dan diteruskan dengan peneguhan spiritual yang bersifat transendental, yakni mengingatkan kepada Sang Pencipta.

Peristiwa nuzulul Qur’an adalah momentum untuk kembali membangkitkan, menggerakkan, dan menguatkan spirit literasi. Kata kunci sederhana dari literasi adalah membaca dan menulis. Membaca dalam arti yang luas dan holistik, tidak terbatas dan terpaku pada membaca teks, bisa membaca fenomena dan realitas sosial kemasyarakatan, lingkungan, dan kemanusiaan. Dengan begitu maka aktivitas membaca akan lebih konstruktif.

Khofifah (2021) menyampaikan agar momentum nuzulul Qur’an dijadikan sebagai momentum untuk menguatkan kemampuan literasi. Menurutnya, paling tidak terdapat tahapan dalam literasi yang perlu ditingkatkan, yakni listening society, reading society, dan writing society. Pada tahap yang pertama yakni aktivitas menyimak, lalu dilanjutkan dengan tahapan yang kedua, yakni menelaah, dan tahapan yang terakhir adalah dengan menuangkan dalam bentuk naskah untuk menjadi karya.

Dalam lintasan sejarah peradaban dunia, literasi memegang peranan yang sangat penting. Sebut saja dalam masa kejayaan Islam pada era Dinasti Abbasiyah, terutama pada Khalifah Harus al-Rasyid. Melalui Baitul Hikmah yang didirikan di Baghdad pada abad ke-9 M yang bermula dari perpustakaan, kemudian bertransformasi menjadi lembaga penerjemahan, penelitian, yang tidak hanya bagi umat Islam tapi juga bagi umat-umat beragama lain. Kemapanan literasi inilah yang berkontribusi pada kemajuan dan kejayaan umat dalam peradaban.

Ibadah puasa perlu dimaknai sebagai ibadah yang tidak hanya berkaitan dengan aspek ritual-spiritual yang pasif, memusatkan seluruh aktivitas ibadah secara ekstrem pada dimensi vertikal (teosentris). Ibadah puasa inilah yang diingatkan oleh Nabi Muhammad hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah). Ibadah puasa seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan produktivitas hidup yang bernilai dan bermakna. Selain untuk meningkatkan derajat spiritualitas, ibadah puasa sudah seharusnya dijadikan momentum meningkatkan taraf intelektualitas. Taraf intelektualitas bisa ditingkatkan dengan aktivitas literasi, sebagaimana simbol yang terdapat dalam sepenggal ayat pada QS. Al-‘Alaq ayat pertama.

Laboratorium Diri

Pernyataan Bertrand Russel pada permulaan tulisan ini adalah keniscayaan akan moralitas literasi. Kadangkala setiap diri manusia terkandung sikap jemawa setelah menempa diri pada aktivitas literasi dan menjadi selebritas intelektual. Tak jarang mempertontonkan gengsi dan arogansi diri merasa paling menguasai berbagai hal karena banyak membaca dan menulis seraya mengkerdilkan pihak lain, menganggap salah pada setiap yang berbeda, atau bahkan menjadi stempel pembenaran atas perilaku destruktif. Pada konteks inilah, Bertrand Russel menyebut bahwa aktivitas literasinya hanya untuk menyombongkan diri.

Ibadah puasa adalah laboratorium diri untuk melatih menahan dan mengendalikan semua nafsu dan hasrat biologis. Pemaknaan puasa (al-shaumu) itu sendiri secara tekstual-literal adalah al-imsak yang berarti menahan atau mengendalikan. Secara normatif fikih dimaknai sebagai menahan diri dari kebutuhan biologis (makan, minum, dan hasrat seksual) dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Hakikat maknanya adalah menahan dan mengendalikan diri dari hawa nafsu yang seringkali manusia terjerumus pada orientasi keduniaan yang melampaui batas dengan mengabaikan nilai-nilai utama kebenaran, kebaikan, dan etika. Dalam konteks moralitas literasi dapat dimaknai bahwa puasa selain dapat membangkitkan spirit literasi, pada waktu yang sama juga harus menjadi energi pengendali setiap diri (self control) dari perilaku flexing intelektual, truth claim, hingga arogansi intelektual.

Habib Iman Nurdin Sholeh, dosen UIN Salatiga.

Dikutip dari detik.com, Jumat 14 April 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PM Kishida Dilevakuasi Tanpa Cedera Setelah Ledakan Saat Berpidato Di Tempat Terbuka

Next Post

Apa Alasan KPK Tetapkan Yana Mulyana Tersangka?

fusilat

fusilat

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Walikota Bandung Yana Mulyana Ditangkap KPK, Ini Profilnya

Apa Alasan KPK Tetapkan Yana Mulyana Tersangka?

Teroris KKB Serang Pos Satgas Mupe di Nduga Papua, 10 Prajurit TNI Jadi Korban

Kelompok Teroris Separatis Serang Pos Militer, Enam Prajurit TNI Gugur

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist