• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

STOP ANJLOKNYA HARGA GABAH

by
November 8, 2024
in Economy, Feature
0
Musim Panen Mulai Tiba, Bapanas Klaim Harga Beras Sudah di Bawah Rp 13 Ribu per Kg
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Anjloknya harga gabah di petani saat panen berlangsung, sepertinya sudah menjadi fakta kehidupan yang sulit untuk ditolak kebenarannya. Hampir setiap musim panen, petani umumnya kecewa, karena harga gabah kering panen (GKP) selalu berada dibawah angka harapannya. Hasrat menggebu-gebu untuk merubah nasib, akhirnya sirna dengan sendirinya.

Pemerintah, mestinya mengerti benar atas suasana yang demikian. Pertanyaannya, mengapa Pemerintah seolah-olah melakukan pembiaran dan tidak berjuang habis-habisan untuk menjaga agar saat panen harga gabah tidak melorot ? Benarkah Pemerintah hilang keperkasaannya jika sudah berhadapan dengan bandar dan tengkulak ?

Harusnya tidak ! Pemerintah dengan kekuasaan dan kewenangan yang digenggamnya, sebetulnya memiliki kesempatan yang terbuka untuk melakukan pembelaan dan perlindungan terhadap petani ketika musim panen tiba. Pemerintah, tentu sudah tahu persis, apa yang selama ini menjadi keluhan petani saat musim panen tiba.

Sayang dalam kenyataannya, peluang untuk membela dan melindungi petani, sepertinya belum optimal dilakukan. Pemerintah terkesan kalah gesit dengan para bandar dan tengkulak, yang begitu cepat menekan harga gabah ketika musim panen tiba. Dengan posisi tawar yang lemah, akhirnya petani tidak manpu berbuat banyak, selain hanya mengusap dada.

Atas gambaran seperti ini, tampak terekam, musim panen bukan lagi pestanya para petani, namun telah bergeser menjadi hajatan bandar dan tengkulak yang membeli gabah petani dengan harga yang murah. Catatan kritisnya adalah mengapa lengkingan suara petani yang meminta Pemerintah untuk HADIR di tengah kesusahan petani, seperti yang tidak direspon dengan baik ?
Dihadapkan pada kondisi seperti ini, kita berharap agar dalam 5 tahun ke depan, Pemerintah benar-benar hirau dan peduli atas perbaikan nasib dan kehidupan petani. Kita ingin agar “suara petani” ketika musim panen datang, mampu menggerakkan hati Pemerintah untuk mencarikan jalan keluar terbaiknya, sehingga petani dapat terbebas dari perilaku oknum-oknum yang ingin memarginalkannya.

Adanya pemikiran yang menyebut petani akan senang, jika harga beras mahal di pasar, tentu tidak sepenuhnya benar. Sebab, sebagian besar petani padi, akan menjual hasil panenannya dalam bentuk gabah kering panen (GKP). Petani akan senang, jika saat panen tiba harga gabah tidak melorot. Malah petani bakal sedih bila harga beras di pasar mahal.

Kalau petani hanya memiliki gabah dan tidak memiliki beras, jadi siapa sebenarnya pemilik beras itu sendiri ? Jawabnya tegas, pemilik beras adalah bandar, tengkulak, pedagang, pengusaha penggilingan dan Perum Bulog. Dengan demikian, dapat disimpulkan, dengan mahalnya harga beras di pasar, yang paling diuntungkan, jelas bukan petani. Tapi, para pemilik beras.

Mahalnya harga beras, jelas sangat memberatkan petani dalam melakoni kehidupannya. Terlebih ketika musim panen datang, harga gabah di petani anjlok. Betapa tidak ? Sebab, suasana nya betul-betul merugikan petani. Bisa dibayangkan, petani menjual gabah yang dipanennya dengan harga murah dan petani harus membeli beras dengan harga mahal.

Adanya Progam Bantuan Beras Langsung sebesar 10 kg per bulan bagi 22 juta rumah tangga penerima manfaat selama ini, setidaknya mampu meredam kesusahan petani dalam memenuhi kebutuhan pangan pokoknya. Masalahnya, apa yang bakal terjadi jika program semacam ini dihentikan Pemerintah, karena sesuatu alasan ?

Inilah resiko petani sebagai “net consuner”. Di satu sisi, mereka memproduksi gabah dan di sisi lain, mereka juga harus membeli beras. Problemnya menjadi semakin rumit, manakala terekam data, dalam 10 tahun belakangan ini (2013-2023), jumlah petani gurem (petani yang memiliki lahan pertanian rata-rata 0,3 hektar) mengalami peningkatan cukup signifikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyimpulkan jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) Gurem tercatat sebanyak 16,89 juta. Dengan kata lain, mengalami kenaikan sebesar 18,49% dari catatan jumlah RTUP Gurem pada 2013 yang jumlahnya hanya sebanyak 14,25 juta. Atau bisa jika dikatakan jumlah rumah tangga petani gurem, meningkat sebesar 2,64 juta rumah tangga.
Tidak lama lagi para petani akan memanen hasil usahatani padi musum tanam April-September 2024, yang waktunya mundur beberapa bulan. Kita berharap agar Pemerintah manpu menyiapkan diri agar pada waktunya nanti harga gabah di petani tidak anjlok. Pemerintah bersama stakeholders perberasan dituntut untuk dapat melakukan pengawalan atas tibanya musim panen kali ini.

Panen Raya padi sekarang merupakan kesempatan terbaik bagi Pemerintahan Prabowo/Gibran dalam menjalankan tugas Pemerintahannya. Para petani, kini menunggu bukti apakah Pemerintah betul-betul ingin memperlihatkan keberpihakannya kepada petani atau tidak. Salah satu buktinya adalah apakah Pemerintah mampu menyetop agar harga gabah tidak anjlok.

Mari kita cermati bersama. (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Polisi  Sita 73 Miliar dari 15 Tersangka Kasus Pegawai Komdigi Bekingi Situs Judi Onlime

Next Post

4 – 5 Tahun Kedepan Target Prabowo IKN Jadi Pusat Pemerintahan dan Politik

Related Posts

Economy

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika
Economy

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus
Feature

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
Next Post
Ekonom : Kabinet Koalisi Besar Prabowo-Gibran Sangat Berbahaya

4 - 5 Tahun Kedepan Target Prabowo IKN Jadi Pusat Pemerintahan dan Politik

Kemenangan Perdana Bagi MU di Liga Eropa, Kalahkan PAOK 2 – 0

Kemenangan Perdana Bagi MU di Liga Eropa, Kalahkan PAOK 2 - 0

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

by fusilat
April 27, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Suharyono alias Dobrak (42), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, kini menyandang status tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Tersangka...

Read more
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026
Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...