• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Suksesi Elizabeth II

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
September 9, 2022
in Feature
0
Pangeran Charles akhirnya menjadi raja Inggris Raya dan 14 Kerajaan lainnya,
Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Bayu Dardias, Akademisi, Public Policy Strategist, Political Economist

Jakarta, fusilatnews – Ratu Elizabeth II dari Inggris meninggal dunia dalam usia 96 tahun di Kastil Balmoral, Skotlandia pada Kamis (8/9/2022) waktu setempat. Dengan meninggalnya Ratu Elizabeth II, Pangeran Charles akan menjadi raja Inggris berikutnya dengan nama Raja Charles III.

Di seluruh dunia, saat ini ada sekitar 43 negara yang berbentuk monarki. Negara monarki bercirikan kepala negara dari keturunan raja yang diangkat berdasarkan garis darah, dan kepala pemerintahan dipilih oleh rakyat.

Di negara demokratis, bentuk pemerintahannya hampir semuanya parlementer, sementara di negara separuh demokrasi atau non-demokratis, unsur monarki masih memimpin pemerintahan.

Di negara non-demokratis, raja masih memegang kontrol pemerintahan. Variasi dari wewenang monarki itu bergantung dari karakter dan sejarah masing-masing negara. Sebaran monarki ada di semua benua.

Di Eropa, 12 negara berbentuk monarki, yang umumnya berbentuk kerajaan seperti Inggris, Denmark, Belgia, Belanda. Di Timur Tengah, tujuh negara berbentuk monarki dengan model kasultanan seperti Arab Saudi atau Oman.

Di Asia Tenggara, beberapa negara monarki adalah Malaysia, Thailand, Brunei, dan Kamboja. Kerajaan Inggris berpegaruh di dunia Kerajaan yang paling berpengaruh di dunia saat ini adalah Kerjaan Inggris.

Kerajaan Inggris secara de jure menjadi kepala negara di 16 negara di seluruh dunia. Negara-negara ini, yang dikenal juga sebagai negara-negara persemakmuran, merupakan bekas jajahan Inggris, seperti Kanada, Australia, New Zealand, dan Papua Nugini.

Pada negara-negara persemakmuran itu, raja atau ratu Inggris tetap menjadi kepala negara. Karena tidak dapat hadir di negara tersebut, Ratu Elizabeth II saat masih hidup, misalnya, menunjuk seorang gubernur jenderal untuk menjadi wakil kepala negara.

Di seluruh negara itu, fungsi kepala negara murni simbolik. Indonesia, walaupun memiliki 278 kerajaan pada saat Jepang masuk (Ranawidjaya, 1955), langsung memutuskan untuk menjadi republik secara mutlak pada saat sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Pada saat-saat awal sidang terkait bentuk negara, hanya enam yang menginginkan monarki yang merupakan perwakilan dari Yogya dan Solo, sementara 55 anggota BPUPKI memutuskan untuk menjadi republik.

Karena keturunan sangat penting dalam sistem bernegara, hampir semua negara monarki, baik itu absolut maupun simbolik, memiliki sistem pewarisan tahta yang jelas dan tertuang dalam konstitusi mereka.

Keturunan sebagai sebuah sistem dalam monarki, dilembagakan seperti pemilu dalam negara berbentuk republik. Pada negara monarki konstitusional, dua sistem disepakati untuk diatur dalam konstitusi, yaitu sistem keturunan untuk kepala negara dan sistem pemilu untuk kepala pemerintahan.

Garis keturunan menjadi raja Sistem keturunan disebut sebagai line of succession atau garis keturunan untuk menjadi raja, terutama di Eropa. Di Kerajaan Inggris, seluruh keluarga kerajaan berhak memiliki nomor urut menjadi raja, sehingga dia akan berkesempatan menjadi raja sesuai urutan tersebut.

Pada awalnya, sistem ini disebut primogeniture di mana hanya keturunan laki-laki dapat menjadi raja. Namun setelah seluruh keluarga Kerajaan Inggris meninggal dunia dan hanya menyisakan Matilda, dia kemudian dijadikan ratu Inggris pada tahun 1116 menggantikan ayahnya, Raja Henri I.

Konsep primogeniture kemudian berkembang menjadi absolute cognatic primogeniture di mana siapa saja keturunan pertama, tanpa memperhatikan jenis kelamin, dapat menjadi raja atau ratu. Sistem ini terus diperbaharui dan terakhir dilakukan tahun 2015.

Pada negara kerajaan Islam, situasi suksesi mengandalkan garis keturunan laki-laki. Di Arab Saudi, suksesi berlangsung menyamping, tidak ke bawah, sehingga menghasilkan raja-raja tua. Hal ini berubah ketika Raja Salman menunjuk putranya Mohammed bin Salman menjadi putra mahkota. Perubahan ini, yang menggeser adik Raja Salman, Muqrin bin Abdulaziz sempat diwarnai ketegangan di kerajaan. Sebagai kerajaan absolut, perubahan raja juga menjadikan perubahan besar dalam pemerintahan.

Ketegangan ini berbeda dengan di Inggris. Begitu Ratu Elizabeth II meninggal dunia, Pangeran Charles yang berada di urutan pertama, akan menjadi raja. Mendiang Ratu Elizabeth II memiliki empat anak, delapan cucu dan 12 cicit.

Setelah Charles menjadi Raja dengan gelar Charles III, putranya Pangeran William akan menjadi suksesor dan cucunya, Pangeran George, akan menjadi urutan kedua. Sementara August Philip Hawke menjadi urutan ke 12.

Urutan ini berubah ketika ada keluarga baru atau meninggal dunia. Oleh karena itu, pergantian dari Ratu Elizabeth II ke Raja Charles III akan berlangsung lancar, setelah masa berkabung.

Selain fungsinya yang lebih simbolik, kepastian line of succession ini menciptakan kestabilan. Lagi pula buat apa rebut-ribut kalau hanya simbolik?

Dikutip dari Kompas.com, Jumat 9 September 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gerindra Pengecut, Prabowo Tak Berani Lawan Fadli Zon

Next Post

Partai Islam Diobok-obok, Suharso Segera Terdepak dari Kursi PPP

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Next Post
Koalisi, Kala Singa Tak Berdaya Menghadapi Sekawanan Hiena

Partai Islam Diobok-obok, Suharso Segera Terdepak dari Kursi PPP

SANDIAGA UNO LUPA KECERDASAN DIRI

Hot News: Sandiaga Uno Tantang Prabowo Sebagai Capres!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist