Jakarta, Fusilatnews.com – “Pernyataan-pernyataan nyinyir Fadli Zon ini untuk kesekian kalinya membuktikan bahwa Pak Prabowo tidak berdaya menghadapi anak buahnya yang satu itu,” ungkap pangamat politik dari Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB) Rudi S Kamri dalam rilisnya, Jumat (9/9/2022).
Ia menanggapi pernyataan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon yang menyebut pemerintah telah membuat narasi sesat soal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut Fadli, narasi sesat itu disebar untuk membenarkan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
“Saya mencatat ada beberapa narasi menyesatkan terkait kebijakan harga BBM dan subsidi pemerintah di bidang energi,” ujar Fadli dalam keterangan tertulisnya (Tempo.co, Kamis 7 September 2022).
Rudi S Kamri berpendapat, statemen-statemen nyinyir yang selama ini dilontarkan Fadli Zon terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo membuktikan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak berdaya alias tidak berani menghadapi anak buahnya di partai, terutama Fadli Zon.
Untuk menyanggah bahwa Prabowo sebenarnya berdaya menghadapi Fadli Zon, Rudi pun menantang Menteri Pertahanan itu untuk menertibkan Fadli Zon. “Fadli Zon harus ditertibkan dan diingatkan. Mungkin dia lupa bahwa Gerindra termasuk ke dalam barisan partai koalisi pendukung pemerintah, dengan masuknya Prabowo menjadi Menhan dan Sandiaga Uno menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” cetus Rudi yang mengaku secara prinsip dirinya juga tidak setuju dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar per 3 September lalu karena timing-nya tidak tepat mengingat saat ini rakyat sedang mengalami krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Sebagai konsekuensi politik bergabung dengan kabinet, kata Rudi, maka apa pun kebijakan pemerintah harus dipatuhi. “Jika ada kritik atau ketidaksetujuan, silakan sampaikan langsung dalam sidang kabinet. Kan Pak Prabowo dan Sandi ada di kabinet. Jangan disampaikan terbuka ke publik hanya untuk pencitraan demi mengambil keuntungan politik,” jelasnya.
Rudi justru akan mengapresiasi jika Gerindra mau terus kritis terhadap pemerintah, tapi bukan nyinyir seperti Fadli Zon, dengan berada di luar pemerintahan. “Kalau memang sudah tidak sejalan, mendingan hengkang dari pemerintahan. Itu akan lebih gentle,” tukas Rudi.
Ia juga meminta Gerindra jangan bermain dua kaki, satu kaki di pemerintahan, satu kaki lainnya di parlemen yang derap langkahnya seirama dengan oposisi. “Jangan bermain dua kaki model politik Dasamuka. Kasihan rakyat dikibuli. Kursi pemerintahannya mau, eh risiko politiknya lepas tangan, enggak mau menanggung. Itu pengecut namanya,” sindir Rudi.
Apalagi, kata Rudi, ada kesan Prabowo minta di-endorse Presiden Jokowi untuk menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 dengan memuji-muji Jokowi. “Kalau menghadapi anak buahnya sendiri saja tidak mampu, jangan berharap akan mampu menjadi pemimpin bangsa. Kalau mampu, buktikan dengan menertibkan Fadli Zon,” tandas Rudi yang juga Direktur Eksekutif LKAB. (F-2)


























