Menurut Ganjar, dia dengan Jokowi merupakan partner atau rekan, dan saling merancang pembangunan secara bersama-sama.
Jakarta – Fusilatnews – Dalam wawancara eksklusif bersama Antara di kediamannya, Jalan Taman Patra Raya, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu.
Perubahan pola kampanye Calon Presiden RI Ganjar Pranowo yang semula berani mengkritik kebijakan pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dari mengkritik menjadi memuji sebenarnya takut sama pola perilaku lembaga survei ketimbang kecenderungan perilaku rakyat dalam memilih pemimpin
“Saya tidak mengkritik, saya menjawab pertanyaan dari audiens secara jujur, itu yang saya lakukan. Dengan demikian, publik mendapatkan edukasi yang baik terkait dengan soal-soal itu,” kata Ganjar
Menurut Ganjar, dia dengan Jokowi merupakan partner atau rekan, dan saling merancang pembangunan secara bersama-sama.
“Pak Jokowi dan saya ini satu partner, dan kami merancang pembangunan itu bareng,” kata mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Ganjar menambahkan, “Infrastruktur jalan enggak? 2013 saya jadi gubernur (Jawa Tengah), 2014 saya canangkan tahun infrastruktur. Pak Jokowi (sebagai presiden), 2015 tahun infrastruktur juga karena cara berpikir kami sama pada saat itu.”
Oleh sebab itu, dia mengatakan kembali bahwa antara dia dan Jokowi bukanlah persoalan hantam maupun puji, melainkan agar masyarakat dapat rasional.”Jadi, bukan soal cerita hantam dan puji, tidak. Kami hanya mendudukkan pada sebuah persoalan sehingga orang akan bisa rasional melihat kondisi. Itu saja sebenarnya,” ujarnya.


























