• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Taliban dan Kebijakan Diskriminatif

fusilat by fusilat
December 24, 2022
in Feature
0
Taliban dan Kebijakan Diskriminatif

Paramiliter Pakistan (kanan) dan anggota Taliban (kiri) saat di titik penyeberangan antara Pakistan dan Afghanistan di Torkham, Pakistan, 21 Agustus 2021. Taliban pada Selasa (20/12/2022) melarang perempuan Afghanistan kuliah.(AP PHOTO/MUHAMMAD SAJJAD)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muhammad Yusuf ElBadri

PEMERINTAH Taliban atas nama Islam melarang kaum perempuan untuk berpendidikan dan menjadi terpelajar karena dianggap tidak sesuai dengan budaya Afghanistan. Taliban yang menamai pemerintahan mereka dengan Emirat Islam Afganistan dan memerintah menurut cara-cara Islam, kini justru membuat kebijakan dengan melarang umat Islam untuk berpengetahuan. Fakta Taliban melarang perempuan untuk berpendidikan menunjukkan bahwa gerakan yang bergerak atas nama Islam tidak selalu menunjukkan nilai-nilainya universal. Gerakan yang mengatasnamakan Islam memang tak jarang melawan semangat dan ajaran Islam itu sendiri. Kebijakan Taliban adalah salah satunya.

Oleh sebab itu, pelarangan Taliban atas pendidikan bagi perempuan mesti ditolak dan dilawan. Seluruh dunia Islam harus bergerak dan mengecam larangan berpendidikan itu. Dan pemerintahan Taliban juga tidak layak disebut sebagai pemerintahan Islam sebab kebijakannya, selain merusak citra Islam juga membuat umat Islam kian terbelakang. Jamaluddin Afgani, seorang pembaharu Islam asal Afghanistan (1838-1897) lebih satu abad lalu telah menyatakan dengan tegas bahwa salah satu sebab umat Islam tertinggal dari Barat adalah karena umat Islam menjauh dari ajaran Islam. Ajaran Islam yang dimaksud adalah tentang pentingnya pendidikan, ilmu pengetahuan dan sains.

Pada masa kemunduran umat Islam, setelah kekhalifahan Abbasiyah dihancurkan oleh Hulagu Khan pada tahun 1257, umat Islam kehilangan dokumen pengetahuannya. Buku-buku tentang astronomi, kedokteran, sejarah, filsafat, teologi dan sains dihanyutkan oleh Hulagu Khan ke sungai Tigris. Air sungai Tigris itu sampai berubah menjadi hitam saking banyaknya buku yang dimusnahkan. Sejak masa itu, umat Islam kehilangan pengetahuan dan hidup dalam penjajahan hingga abad 18. Pada awal abad 19 barulah kehidupan umat Islam bangkit kembali lewat modernisasi Islam dan penerjemahan buku. Sejak masa itu, kehidupan umat Islam di berbagai wilayah menunjukkan eksistensinya hingga sekarang. Selama lebih lima abad lamanya umat Islam hidup dalam kejumudan, tidak menguasai ilmu dan sains hingga tertinggal dalam pergaulan dunia dan terjajah oleh Eropa. Ketika umat Islam sedang giat-giatnya menyonsong kemajuan, membangun pendidikan, sains dan teknologi, pemerintah di tempat kelahiran Jamaludin Afghani justru berjalan menuju kemunduran kembali.

Taliban menyongsong gelap

Dari kabar yang beredar, alasan Taliban melarang perempuan melanjutkan pendidikan di universitas adalah karena ada studi yang dianggap tidak sesuai dengan budaya Afghanistan. Perempuan yang mengambil kuliah pertanian dan teknik, disebut oleh Taliban menyalahi budaya Afghanistan. Taliban yang mengklaim sebagai pemerintah Islam dalam konteks ini lebih mengedepankan pentingnya budaya daripada ajaran Islam. Budaya tersebut, sebagai mana budaya yang dilawan oleh para pembaharu Islam abad XX, adalah membatasi pendidikan untuk perempuan.

Taliban tidak akan mengizinkan perempuan bekerja di publik dan membedakan peran perempuan secara jender. Taliban agaknya sedang menerapkan suatu pandangan dikriminatif yang tidak lagi relevan dengan kehidupan saat ini. Taliban sedang menuju kegelapan peradaban. Taliban kiranya perlu melakukan pembaharuan pemikiran keislaman bila ingin melanjutkan pemerintahan di Afghanistan. Melihat kebijakan yang diambil saat ini, pemikiran Taliban tentang Islam adalah pemikiran masa kelam atau masa kemunduran umat Islam.

Sekarang sudah abad XXI, abad di mana seluruh umat Islam dunia sedang berusaha keras untuk mencapai kemajuan kehidupan dalam berbagai bidang, baik politik, ekonomi, sosial, pendidikan, pengetahuan, dan sains. Qatar, beberapa hari lalu, melalui sepak bola telah mengubah citra Arab dan Islam sebagai komunitas yang maju, toleran, dan berperadaban. Namun tiba-tiba citra itu seakan digerus oleh Taliban lewat kebijakan pendidikan yang diskriminatif. Membatasi pendidikan untuk perempuan secara diskriminatif tidak hanya bertentangan dengan prinsip universal Islam, tetapi juga tidak sejalan dengan prinsip dasar kehidupan modern tentang hak asasi manusia.

Muhammad Yusuf ElBadri Mahasiswa Program Doktor Islamic Studies UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Pengkaji Islam dan Kebudayaan

Dikutip Kompas.com, Sabtu 24 Desember 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sinyal Proteksionisme Biden

Next Post

Politikus dan Budayawan Babe Ridwan Saidi Koma  Pecah Pembuluh Darah

fusilat

fusilat

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Politikus dan Budayawan Babe Ridwan Saidi Koma  Pecah Pembuluh Darah

Politikus dan Budayawan Babe Ridwan Saidi Koma  Pecah Pembuluh Darah

Jepang Buka Pintu Maret 2022, Turis Bisa Masuk?

Survei: Seperempat Peserta Program Magang di Jepang dipaksa Pulang jika Hamil

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist