• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Tambang Nikel Raja Ampat: Negara Kehilangan Nalar Ekologis.- Bila Terjadi di Eropa Sudah Cukup Bisa Memenjarakan Presiden

Ali Syarief by Ali Syarief
June 7, 2025
in Crime, Feature
0
Tambang Nikel Raja Ampat: Negara Kehilangan Nalar Ekologis.- Bila Terjadi di Eropa Sudah Cukup Bisa Memenjarakan Presiden
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di Raja Ampat, tanah yang oleh dunia disebut surga terakhir di Bumi, negara justru hadir sebagai penjarah. Melalui PT Gag Nikel—anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (Antam), perusahaan pelat merah—pemerintah Indonesia membuktikan bahwa kepentingan ekonomi jangka pendek masih mengalahkan akal sehat ekologis dan tanggung jawab konstitusional terhadap rakyat dan lingkungannya.

Pulau Gag, yang sejak dulu dihormati oleh masyarakat adat Suku Kawei sebagai tanah warisan leluhur, kini berubah menjadi kawasan tambang nikel. Bukan oleh korporasi swasta asing, melainkan oleh tangan negara sendiri. Ironis. Pemerintah bukan saja gagal melindungi kekayaan hayati Raja Ampat yang diakui dunia, tetapi juga menjadi dalang utama penghancurannya.

Sedimentasi mencemari laut. Udara dipenuhi debu tambang. Ribuan hektare hutan tropis ditebang. Masyarakat adat kehilangan sumber hidup, bahkan royalti yang dijanjikan sejak 2018—senilai Rp550 miliar—tak kunjung mereka terima. PT Gag Nikel telah menyetor lebih dari Rp2,15 triliun kepada negara, tetapi apakah itu cukup untuk menggantikan hilangnya hak, alam, dan martabat manusia?

Bayangkan jika hal ini terjadi di Eropa. Di Prancis, di Jerman, atau bahkan di Norwegia—negara-negara yang menjunjung tinggi keadilan ekologis dan partisipasi publik. Presiden atau kepala negara yang mengizinkan perusahaan milik negara menambang di kawasan konservasi atau wilayah adat tanpa persetujuan masyarakat bisa dituntut secara pidana. Ia bukan hanya diminta mundur. Ia bisa dipenjara.

Tapi di Indonesia, negara berlindung di balik jargon pembangunan. Undang-undang ditekuk. Rakyat dibungkam. Alih-alih minta maaf, negara justru bangga dengan angka setoran BUMN yang terus dibesar-besarkan. Seolah tambang adalah bentuk cinta tanah air. Padahal, yang sesungguhnya dilakukan adalah menggali tanah sendiri untuk ditukar dengan rapor ekonomi yang palsu.

Pemerintah seharusnya hadir sebagai pengayom, bukan pemilik ekskavator. Presiden seharusnya menjadi penjaga warisan generasi, bukan pelindung korporasi perusak lingkungan.

Kerusakan yang dilakukan oleh PT Gag Nikel bukan semata soal teknis tambang. Ia adalah potret kejahatan struktural yang dilegalkan. Ketika negara merusak atas nama negara, siapa yang akan membela rakyat?

Kita hidup di zaman ketika negara kehilangan nalar ekologis. Bila keadilan tidak ditegakkan di tanah airnya sendiri, maka rakyatlah yang akan membayar semua ongkos kehancuran itu—dalam bentuk banjir, kelaparan, konflik sosial, dan hilangnya masa depan.

Dan ketika yang menambang adalah negara, maka tidak berlebihan untuk menyebutnya: ini bukan pembangunan. Ini penjarahan. Legitim oleh hukum, tapi tak sah secara moral.


Catatan redaksi: Tulisan ini adalah peringatan bahwa negara yang menindas tanahnya sendiri atas nama pembangunan telah kehilangan arah sejarah. Bila sistem hukum kita tak mampu menghukum yang berkuasa, maka publiklah yang harus menuntutnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Papua: A Land of Plunder, A People Silenced – A Call to the International Community

Next Post

Moord KM 50: Luka Hukum, Konspirasi Kekuasaan, dan Tragedi yang Tak Boleh Dilupakan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Next Post

Moord KM 50: Luka Hukum, Konspirasi Kekuasaan, dan Tragedi yang Tak Boleh Dilupakan

Cara “Halal” Pemerintah Rampok Uang Rakyat

Cara "Halal" Pemerintah Rampok Uang Rakyat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist