• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News Komunitas

Tanda Darurat dalam Harmoni Merah Putih Nusantara, Apa Itu?

fusilat by fusilat
December 8, 2024
in Komunitas, News, Pojok KSP
0
Tanda Darurat dalam Harmoni Merah Putih Nusantara, Apa Itu?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews – Sebanyak 56 pelukis yang tergabung dalam Asosiasi Pelukis Nusantara (ASPEN) menggelar pameran lukisan bersama bertajuk “Harmoni Merah Putih Nusantara” di Menara Imperium, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (7/12/2024).

Pameran dibuka oleh Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri Komisaris Jenderal Prof Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi, dan dihadiri oleh Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu, dan Rabin Iman Soetejo dari Building Management Menara Imperium.

Nah, salah satu lukisan yang dipamerkan adalah “Kentongan Kyai Gorobangsa” (acrylic on canvas, 100 x 100 cm, 2024) karya Kembang Sepatu yang merupakan Ketua Umum ASPEN.

ASPEN adalah organisasi profesi yang bergerak di bidang seni lukis. Keberadaanya ditujukan sebagai fasilitator dan akomodator bagi para pelukis di seluruh Indonesia yang berminat dalam meningkatkan apresiasi seni lukis dan mengembangkan bakat seni lukis serta meningkatkan kemampuan berorganisasi.

Di masa lalu, kentongan adalah alat komunikasi publik untuk terutama menyampaikan informasi atau berita darurat seperti banjir, gunung meletus, gempa bumi, kebakaran, dan sebagainya.

Di masa kini, fungsi penyampai tanda darurat diambil alih oleh gawai, gadget atau perangkat elektronik seperti “handphone” (telepon seluler) atau bahkan “smartphone” (telepon pintar).

Padahal, gawai atau smartphone itu sendiri bisa menjadi sarana melakukan hal-hal yang dianggap darurat seperti judi online, menyebarkan berita bohong atau hoaks dan sebagainya.

Adapun maksud dipamerkannya lukisan bertajuk “Kentongan Kyai Gorobangsa” dalam pameran bertajuk “Harmoni Merah Putih Nusantara’ ini barangkali ASPEN hendak memberikan peringatan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bahwa bangsa Indonesia saat ini dalam kondisi darurat judi online dan hoaks.

“Goro” dari “Gorobangsa” bisa jadi berarti goro yang dalam bahasa Jawa berarti bohong, dan “bangsa’ kita sudah tahu semua artinya, yakni bangsa. Dalam hal ini bangsa Indonesia.

Goro bisa pula berarti “goro-goro” yang bermakna huru-hara, kekacauan, “chaos” dan sebagainya yang dalam acara pertunjukan wayang kulit menjadi sesi tersendiri.

Merah Putih dalam tajuk pameran tersebut barangkali analog dengan Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Bisa pula mengacu Sang Saka Merah Putih bendera kita.

Itu tafsir kita. Lalu, apa maksud sesungguhnya dari lukisan bertajuk “Kentongan Kyai Gorobangsa” itu?

Kembang Sepatu, sang pelukisnya, pun angkat bicara. Menurut KS, panggilan akrabnya, lukisan “Kentongan Kyai Gorobangsa” menggambarkan sebuah alat tradisional yang digunakan pada masa kerajaan Majapahit untuk berkomunikasi atau memberi tanda, yaitu kentongan.

“Kentongan adalah alat musik atau perangkat yang terbuat dari kayu atau bambu yang dipukul untuk menghasilkan suara keras sebagai tanda peringatan atau informasi kepada masyarakat sekitar. Kentongan sering digunakan di desa-desa atau permukiman untuk memberi tanda keadaan darurat, peringatan cuaca buruk, atau kegiatan penting lainnya, ” jelas KS, alumnus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang profesi utamanya adalah guru seni lukis.

Pada masa Majapahit, kata KS, kentongan memiliki peranan penting dalam sistem komunikasi yang sederhana namun efektif, mengingat teknologi pada saat itu masih terbatas.

“Alat ini menjadi simbol kebersamaan dan saling peduli dalam masyarakat. Kentongan juga digunakan dalam berbagai upacara, termasuk dalam acara keagamaan dan upacara adat,” cetusnya.

Namun, kata KS, di era modern ini, terutama dengan perkembangan teknologi informasi, masyarakat mulai beralih dari penggunaan kentongan ke gadget atau perangkat elektronik.

“Dengan hadirnya ponsel, pesan instan dan berbagai aplikasi komunikasi, informasi dapat disampaikan secara lebih cepat dan efisien. Gadget kini menjadi alat utama dalam menyampaikan berita atau peringatan, menggantikan fungsi kentongan yang sebelumnya digunakan untuk menghubungkan satu orang dengan orang lain dalam komunitas,’ paparnya.

Melalui lukisan ini, KS mengajak kita untuk merenungkan perubahan yang terjadi dalam cara kita berkomunikasi.

“Meskipun gadget kini lebih dominan, kentongan sebagai simbol warisan budaya dan teknologi tradisional tetap memiliki nilai historis yang penting. Lukisan ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga tradisi sekaligus membuka mata tentang kemajuan teknologi yang mengubah cara hidup kita,” tandasnya.

Harmoni Nusantara

Dalam pengantar pamerannya, Chryshnanda Dwilaksana yang juga seorang pelukis dan salah satu peserta pameran menjelaskan, harmoni dapat dikatakan adanya yang selaras (harmoni) dalam hidup dan kehidupan.

Harmoni, katanya, bisa saja sederhana yaitu ada rasa bahagia walau serba sederhana dan apa adanya.

“Kita dapat menganalogikan tubuh kita yang harmoni dalam sistemnya. Ada yang tidak beres sedikit saja, rasanya tidak nyaman. Ada sesuatu yang nyelip di gigi, rasa tidak nyaman itu bisa ke mana-mana gangguannya,” kata perwira tinggi Polri itu.

“Harmoni ada karena adanya keseimbangan. Yang hidup adanya dialog dan penghormatan kepada Tuhan YME, kepada sesama dan kepada alam maupun lingkungan,” lanjutnya.

Harmoni itu seni?

Menurut Chryshnanda, tatkala berbicara “seni” seakan dunia penuh dengan sesuatu yang kadang hanya sang seniman dan Tuhan saja yang tahu.

“Namun sesungguhnya tidak demikian, karena memahami seni memerlukan suatu dialog antara rasa dan pancaindera, sehingga dapat menghayati, menyelami dan menelusuri lorong-lorong maupun relung-relung sekat labirin dalam sesuatu. Dialog pemahaman seni memerlukan harmoni yang juga memerlukan kontemplasi, bukan terburu-buru. Tentu saja tidak untuk menghakimi atau melabeli yang sifatnya subyektif, tetapi untuk memahami, menyelami dan mendalami. Sikap terburu-buru dan melabeli bahkan menghakimi seakan membuat rasa menjadi lesu atau lemah kepekaannya yang terjebak sebatas yang ‘tangible’ atau kulitnya saja, sehingga mengabaikan yang ‘intangible’ (substansial). Penghayatan pun menjadi hampa,” tukasnya.

Harmoni, lanjut Chryshnanda, merupakan suatu kenikmatan yang memerlukan imajinasi yang multiinterpretasi, dapat ditafsirkan apa saja bahkan berbeda hingga bertentangan dari sang seniman yang menciptakannya.

“Dalam dialog rasa dengan indera dalam memahami, menelusuri dan menikmati suatu karya memerlukan penemuan ‘taksu’ atau ruhnya. Tatkala taksu tidak ketemu, maka “greng” (meminjam kata dari pelukis Widajat)-nya pun tidak akan terasa. Bagai ada rasa jatuh cinta, di situ ada jembatan hati dalam memasuki taman asmara. Ada rasa rindu di situ. Demikian halnya dengan harmoni yang merupakan seni, sarat makna atas apa yang disimbolkan di dalamnya,” urainya.

Harmoni Nusantara menjadi ikon peradaban bangsa?

Nusantara yang sarat dengan keberagaman seni budaya, keindahan alam dan kekayaannya, kata Chryshnanda, menjadi ikon yang multikultural dalam suatu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

“Walaupun dalam keberagamaan, namun ada harmoni. Di situlah keberagaman menunjukkan kekuatannya. Di dalam seni, keberagaman karya dari para perupa dengan berbagai tema maupun gaya merupakan suatu kekuatan dalam suatu peradaban. Dalam spirit Nusantara, kebersamaan menjadi ‘passion’ bagi seni yang menjembatani saluran komunikasi sosial, berbagai kepentingan dari idelogi, religi, politik, kemanusiaan hingga solidaritas sosial,” terangnya.

“Seni dalam harmoni Nusantara untuk mengatasi berbagai konflik dengan cara beradab,” tandasnya.

Pameran lukisan yang dikuratori Dr Moh Rusnoto Susanto SPd MSn MCE ini menampilkan karya-karya terbaik dari pelukis AR Tanjung, Adjar Utomo, Adlianto Zaman, Anni Sofyan, Anni Kholilah, Antonius Kriswanto, Apisarow, Aryo Bimo, Budi Utomo, Carsilah Waes dan Cecilia D Kristiari.

Lalu, Chryshnanda Dwilaksana, Dara Sinta, Dayu Sri Herti, Den Anton, Eddy Yoen, Eki Thadan, Elita Elkana, Ernawan Prianggodo, Erwin Setiawirawan, Hartono Wibowo, Hior Yogacesa, Hotly Silalahi, Joko Supratikno dan Kembang Sepatu.

Pun, Komarudin Dewang, Lilik Subekti, M Adien, M Sodik, Mahardi, Nadia Iskandar, Ni Made Sri Andani, Novandi, Panji Setia Bangsa, Queen Kuan In, Rahmadi, Reny Alwi, Ridwan Marhid, Rohmad Taufiq, Shamadi Nura, Sugiarto, Sulan Lim, Tato Kastareja, Thomas Edi Nugraha (alumnus Seni Rupa FKIP UNS), Tomy Faisal Alim, Udin Choiruddin, Wantiyo Indrawan, Wawan S, Wayan Sudana, Yahya Ts, Yayok APFD, Yudi S, Yuhaslinda, Yunti Ars dan Zamrud Setya Negara.

Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Aceh, Solo Raya, Malang Raya, dan Samarinda, Kalimatan Timur.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemerintah Targetkan Kemiskinan Ekstrem Hilang pada 2026

Next Post

BANTEN KEMBALI MERDEKA – TERNYATA TIDAK ADA PSN DI PIK-2

fusilat

fusilat

Related Posts

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi
Kecelakaan

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
BANTEN KEMBALI MERDEKA – TERNYATA TIDAK ADA PSN DI PIK-2

BANTEN KEMBALI MERDEKA - TERNYATA TIDAK ADA PSN DI PIK-2

PDIP: Besok Pasangan Pramono-Rano Daftar ke KPU

KPUD Jakarta Tetapkan Hasil Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur 2024

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist