• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tarung Banteng di Kandang PDIP

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2025
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Kecuali PDIP, Semua Fraksi DPR Kompak Tolak Sistem Coblos Partai, Ada Apa dengan Banteng?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Banteng di kandang PDI Perjuangan telah membelah diri. Keduanya kemudian bertarung. Satu Banteng ada di kubu pemerintah, banteng lainnya ada di kubu oposisi. Akibatnya, agenda Kongres VI PDIP yang sedianya digelar bulan April ini diundur ke entah bulan apa, tapi masih di tahun 2025 ini.

Ihwal penundaan Kongres VI PDIP itu dilontarkan Puan Maharani, Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI di Jakarta, Senin (14/4/2025).

Putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu tak menyebut musabab penundaan agenda kongres partainya. Namun disinyalir karena di internal PDIP sedang terjadi pertarungan antar-dua Banteng hasil pembelahan diri itu. Banteng pertama berada di kubu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sedangkan Banteng kedua berada di kubu oposisi atau penyeimbang.

Usai gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang dimenangkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, PDIP yang mengusung calon presiden-wakil presiden, Ganjar Pranowo-Mahfud Md memang terlihat gamang. Dilema. Bak menghadapi buah Simalakama.

Jika bergabung dengan pemerintah, di sana ada Gibran yang merupakan putra sulung Joko Widodo, Presiden ke-7 RI yang telah mengkhianati PDIP. Jika tidak bergabung, PDIP tak akan dapat bagian kue kekuasaan. Padahal tujuan berpolitik adalah kekuasaan. Tak ada kawan atau lawan abadi, yang abadi adalah kepentingan.

Angin segar pun berembus ketika Megawati bertemu Prabowo usai Lebaran kemarin. PDIP sempat disebut hendak bergabung dengan pemerintah.

Namun, pertarungan dua Banteng di kandang PDIP ternyata masih saja seru. Puan di pihak yang mau bergabung dengan pemerintah, sedangkan mayoritas pengurus DPP ingin partainya tetap menjadi oposisi atau penyeimbang.

Di kubu DPP ada Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP yang kini sedang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Apalagi, bergabung atau tidak bergabungnya PDIP dengan pemerintah tak akan mengubah konstelasi politik di Tanah Air. Kabinet Merah Putih sudah terlanjur terbentuk. Jika ada reshuflle lagi pun diyakini PDIP tak akan mengajukan kadernya untuk duduk di kursi menteri. Megawati akan tetap jaga gengsi. PDIP tetap tak akan dapat bagian kue kekuasaan.

Sementara jika tetap jadi oposisi, justru akan menguntungkan rakyat dan PDIP sendiri. Sebab, akan ada suara lain di DPR. Senayan tak akan mutlak dikuasai oleh oligarki yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang terdiri atas semua partai minus PDIP.

Mereka adalah Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dua parpol terakhir inilah yang masuk belakangan ke KIM sehingga kemudian disebut KIM Plus.

PDIP juga akan diuntungkan. Lihat saja track records partai berlambang kepala Banteng dalam lingkaran ini ketika menjadi oposisi selama 10 tahun di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di akhir pemerintahan SBY atau di Pemilu 2014, PDIP kembali menang seperti di Pemilu 1999.

Atas pertimbangan tersebutlah kubu DPP tetap ngotot melawan kubu Puan. Pertarungan kedua kubu itu pun hingga kini masih sama-sama kuat. Entah sampai kapan.

Yang jelas, akibat pertarungan dua Banteng itu agenda Kongres VI PDIP tertunda. Sebab, seperti sudah disampaikan oleh elite-elite PDIP, sikap politik partai yang dipimpin Megawati itu terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran akan diputuskan dalam kongres mendatang.

Alhasil, sikap politik PDIP terhadap pemerintah masih akan terus mengambang. Itu akibat pertarungan dua Banteng di kandang PDIP tak kunjung usai.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Di Tengah Penggeledahan KPK, Lanyalah Klaim Tak Ada yang Disita dari Rumahnya,

Next Post

Khofifah Sambangi Jokowi di Solo: Bahas Halalbihalal hingga Ancaman PHK akibat Perang Dagang AS-China

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Next Post
Khofifah Tunggu Izin PBNU Untuk Putuskan Menerima Tawaran Bacawapres

Khofifah Sambangi Jokowi di Solo: Bahas Halalbihalal hingga Ancaman PHK akibat Perang Dagang AS-China

Menkeu Singgung Nama Gayus Tambunan dan Angin Pratikno Dalam Penjelasan Terkait Pergerakan Uang Rp300 Triliun

Menkeu Sri Mulyani Jelaskan Besaran Tukin Dosen Secara Rinci

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...