Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)
Jakarta – Kegelisahan Amien Rais adalah kegelisahan kita semua. Kita gelisah, karena pengelolaan negara ini kian hari kian amburadul.
Salah satu indikatornya adalah terus melemahnya nilai tukar rupiah yang sampai menyentuh batas psikologis Rp17.400 per dolar AS. Akibatnya, Presiden Prabowo Subianto menegur Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wardjijo. Padahal, penurunan nilai tukar rupiah itu akibat pengelolaan negara yang tidak becus.
Dugaan mantan Ketua MPR itu adalah dugaan kita semua: Teddy Wijaya sengaja “ditanam” di dekat Prabowo untuk mengendalikan dan memata-matai Presiden RI itu!
Lantas, siapa yang “menanam” Teddy di samping Prabowo? Dugaan Amien Rais, siapa lagi kalau bukan Joko Widodo?
Lalu, apa tujuannya? Agar Presiden ke-7 RI itu tetap punya akses ke Istana dan “inner cycle” (lingkaran dalam) Prabowo.
Sudah jadi rahasia umum, Teddy akan menyaring informasi dari dan ke Prabowo. Teddy juga akan memilah siapa saja yang bisa atau tidak bisa bertemu Prabowo. Begitu “powerfull”-nya Teddy, sampai-sampai tentara berpangkat letnan kolonel ini dijuluki “The Real President”!
Tak perlu menjadi Presiden, yang penting bisa menguasai Presiden. Mungkin demikian batin Teddy.
Teddy Wijaya seperti Luhut Binsar Pandjaitan di era pemerintahan Jokowi.
Teddy adalah bekas ajudan Jokowi yang kemudian dijadikan ajudan Prabowo semasa mantan suami Siti Hediati alias Titiek Soeharto ini menjabat Menteri Pertahanan. Teddy kini adalah Sekretaris Kabinet, yang ternyata dalam praktiknya kekuasaannya melebihi Sekretaris Negara.
Ihwal dugaan Amien Rais bahwa Teddy Wijaya sengaja “ditanam” Jokowi di dekat Prabowo diungkapkan Sekretaris Majelis Syura Partai Ummat Idrus Sambo yang pernah menjadi guru mengaji Prabowo saat bekas Komandan Jenderal Kopassus itu kabur ke Jordania tahun 1998 lalu.
Amien Rais juga menyebut Teddy Wijaya seorang “gay” alias homo yang menyukai sesama jenis kelamin, sehingga sangat berbahaya bagi Prabowo dan bangsa ini.
Amien, kata Sambo, tak akan mencabut pernyataannya soal Teddy itu, pun tak akan minta maaf. Amien siap membuktikan bahwa Teddy seorang gay dengan siap menghadirkan dokter spesialis untuk memeriksanya.
Sejauh ini tidak ada bantahan dari Teddy ihwal tudingan dari Amien Rais itu. Pun tak ada pengakuan. Artinya, pemahaman publik masih mengambang, apakah Teddy benar-benar seorang gay atau bukan.
Hanya saja, ketika sebuah aksioma tidak dibantah maka lama-kelamaan akan dianggap publik sebagai kebenaran.
Bantahan memang datang dari orang lain, seperti Menteri Komunikasi dan Digital Muetya Hafid, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono, dan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurrahman. Tapi bantahan itu tak memuaskan dahaga publik. Apalagi Prabowo juga tidak membantahnya.
Prabowo Tersandera
Yang tak kalah menarik adalah dugaan Amien Rais bahwa Teddy Wijaya, orang dekat Jokowi, sengaja “ditanam” wong Solo itu di dekat Prabowo. Jika ini benar, maka segala informasi tentang Prabowo akan sampai ke Jokowi. Dengan begitu, Jokowi pun akan bisa mengendalikan bahkan menguasai Prabowo.
Jokowi pun akan berpikir seperti Teddy: tak perlu menjadi Presiden, yang penting bisa menguasai Presiden.
Sinyalamen ini sepertinya bukan isapan jempol belaka. Terbukti selama ini Prabowo seakan tersandera oleh Jokowi. Mungkin karena Jokowi pegang kartu Truf Prabowo. Apa kartu Truf itu? Salah satunya mungkin Teddy yang menurut Amien Rais gay itu.
Lihat saja. Dalam sejumlah pidatonya, Prabowo kerap memuji dan mengelu-elukan Jokowi dengan menyerukan: Hidup Jokowi! Hidup Jokowi!
Banyak pula menteri Prabowo yang suka “sowan” ke Jokowi. Artinya, Jokowi masih cukup “powerfull”.
Jokowi makin “powerfull” karena anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka menjadi Wakil Presiden-nya Prabowo.
Dus, jika Prabowo berani macam-macam kepada Jokowi, bisa jadi kartu Truf itu akan ia buka. Dan Prabowo pun akan terus tersandera. Entah sampai kapan.

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)




















