• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

There Is No End for the Fighting Nation – “Menilai Peran SBY: Ketika Semangat Juang Terkubur di Pacitan”

Ali Syarief by Ali Syarief
August 22, 2024
in Feature, Politik
0
There Is No End for the Fighting Nation – “Menilai Peran SBY: Ketika Semangat Juang Terkubur di Pacitan”
Share on FacebookShare on Twitter

Pertama kali saya mendengar kalimat “there is no end for the fighting nation” dari Mayjen Abdul Kadir, Sekretaris Jenderal Departemen Penerangan Republik Indonesia (Deppen RI) di era Orde Baru. Ungkapan ini mencerminkan semangat juang yang tidak pernah padam dari sebuah bangsa yang terus berjuang untuk mempertahankan kehormatan dan kedaulatan. Kalimat ini kemudian sering disebut oleh Prabowo Subianto, seorang tokoh militer dan politik yang juga kerap menekankan pentingnya semangat juang bagi keberlangsungan bangsa. Namun, ada satu sosok penting dalam sejarah Indonesia yang tampaknya tidak begitu menggemakan semangat ini, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden keenam Republik Indonesia.

Tulisan ini tidak hanya ingin membandingkan gaya kepemimpinan SBY dengan tokoh-tokoh lainnya, tetapi juga ingin menyoroti momen-momen kritis di mana pemikiran para tokoh bangsa sangat dinantikan untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini. Sayangnya, SBY, yang pernah menjadi pemimpin Indonesia selama dua periode, tampaknya lebih memilih mengasingkan diri di Pacitan, melukis dan mendampingi putranya, Agus Yudhoyono, daripada terlibat langsung dalam percaturan politik dan memberikan kontribusi pemikiran untuk bangsa.

Pada saat Indonesia dihadapkan dengan berbagai masalah serius, baik dari sisi politik, ekonomi, maupun sosial, suara SBY yang diharapkan dapat memberikan arah dan solusi justru tidak terdengar. Padahal, sebagai mantan Presiden dan tokoh nasional, SBY seharusnya memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta dalam upaya memecahkan berbagai masalah bangsa. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, SBY terlihat lebih fokus pada kegiatan pribadi yang tidak terkait langsung dengan upaya menyelamatkan bangsa dari krisis.

Di sisi lain, Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima Indonesia, meskipun tidak lagi menjabat sebagai presiden, masih menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib bangsa. Dalam berbagai kesempatan, Megawati sering kali mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi nasional dan memberikan pandangan serta saran yang, meski terkadang kontroversial, tetap mencerminkan semangat untuk terus berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. Ungkapan “there is no end for the fighting nation” seolah-olah tersampaikan secara implisit oleh Megawati melalui sikap dan tindakannya yang selalu berusaha untuk berada di garda depan dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Kontras ini semakin mempertegas perbedaan sikap antara SBY dan Megawati dalam menghadapi tantangan bangsa. Di saat Megawati terus berupaya memberikan pemikiran dan dukungan moral, SBY justru terlihat lebih sibuk dengan urusan pribadi. Sikap ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di benak banyak pihak, mengingat peran dan posisi SBY sebagai mantan Presiden yang seharusnya memiliki pengaruh besar dalam memberikan solusi bagi bangsa.

Ketika bangsa ini sedang menanti-nanti pemikiran para tokoh bangsa untuk turut memberikan pemecahan terhadap berbagai masalah yang sedang mengemuka, ketidakhadiran SBY dalam diskursus publik menjadi suatu kehilangan besar. Sementara tokoh-tokoh lain seperti Prabowo dan Megawati terus berjuang, SBY tampaknya lebih memilih menjadi penonton, asyik dengan kegiatannya di Pacitan dan mengasuh anaknya, Agus Yudhoyono, yang juga sedang mencoba meniti karir di dunia politik.

Sebagai penutup, tulisan ini bukanlah sekadar kritik, tetapi juga sebuah ajakan refleksi. Seorang pemimpin, terutama yang pernah memegang jabatan tertinggi di negara ini, memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari sekadar mengurus diri sendiri dan keluarganya. Bangsa ini membutuhkan pemikiran dan semangat juang dari semua elemen, terutama dari mereka yang pernah dipercaya oleh rakyat untuk memimpin. Dalam konteks ini, semangat “there is no end for the fighting nation” harus terus hidup dalam diri setiap pemimpin bangsa, termasuk SBY.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Selesai Dalam Sehari, RUU Pilkada (Pembangkangan Putusan MK) Disahkan

Next Post

Viral Kampanye ‘Peringatan Darurat’ di Media Sosial, Legislatif Menjawab dengan Kelakar

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Next Post
Viral Kampanye ‘Peringatan Darurat’ di Media Sosial, Legislatif Menjawab dengan Kelakar

Viral Kampanye 'Peringatan Darurat' di Media Sosial, Legislatif Menjawab dengan Kelakar

Mahasiswa Gelar Aksi Protes ‘Indonesia Darurat’ di Jakarta, Menuntut Perubahan Regulasi Pilkada

Mahasiswa Gelar Aksi Protes 'Indonesia Darurat' di Jakarta, Menuntut Perubahan Regulasi Pilkada

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist