KAIRO — Tim gabungan peneliti Jepang dan Mesir telah memulai penggalian di area yang dikenal sebagai Pemakaman Barat, yang terletak dekat Piramida Besar Giza di pinggiran ibu kota Mesir, Kairo. Piramida tersebut konon milik Raja Khufu dari Mesir Kuno.
Penelitian pendahuluan menggunakan radar penembus tanah menangkap gambar yang tampaknya merupakan sisa-sisa struktur kuno, memberikan harapan kepada para peneliti bahwa penggalian tersebut akan menghasilkan penemuan baru.
Tim ini dipimpin oleh Sakuji Yoshimura, 80, arkeolog Mesir terkemuka di Jepang dan presiden Universitas Internasional Higashi Nippon di kota Iwaki, Prefektur Fukushima.
Pada hari Sabtu, para pekerja mulai menghilangkan pasir dari permukaan tanah, yang diyakini merupakan tempat terkuburnya reruntuhan bangunan kuno, dengan sekop sementara Yoshimura dan yang lainnya mengawasi.
Tim berencana menghabiskan waktu sekitar dua bulan untuk menggali hingga titik di atas batuan dasar, tempat diyakini sisa-sisanya.
Piramida Agung Giza dikenal sebagai makam Raja Khufu, namun baik jenazah maupun perlengkapan penguburannya belum ditemukan. Yoshimura yakin makamnya terletak di tempat lain.
Lokasi penggalian saat ini sudah lama tidak tersentuh. Pihak berwenang akhirnya memberikan izin untuk penggalian tersebut setelah bertahun-tahun diminta.
“Ini mungkin hanya ilusi, tapi penting untuk mempercayainya sampai akhir,” kata Yoshimura. “Saya berharap kami dapat mencapai prestasi yang luar biasa.”






















