“Apa yang mengecewakan dunia saat ini adalah darah murni para martir Palestina dan ribuan anak-anak yang menjadi syuhaa’ (martir),” kata Raeisi.
Presstv – Fusilatnews – Presiden Iran Ebrahim Raeisi mengatakan dunia telah kecewa terhadap Israel karena ribuan warga Palestina tewas dalam perang genosida yang didukung AS di Jalur Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam pidatonya di Konferensi Internasional Badai Al-Aqsa dan Kebangkitan Hati Nurani Manusia di Teheran pada hari Ahad kemarin.
“Apa yang mengecewakan dunia saat ini adalah darah murni para martir Palestina dan ribuan anak-anak yang menjadi syuhaa’ (martir),” kata Raeisi.
“Dunia telah bangkit… Palestina telah menjadi isu [nomor satu] di seluruh dunia. Palestina tidak lagi menjadi perhatian umat Islam saja dan sudah menjadi isu global.”
Presiden Raeisi mencatat bahwa meskipun ada upaya yang bertujuan untuk menggambarkan mereka yang membela tanah air mereka sebagai orang jahat, sudah jelas bagi dunia bahwa “pusat segala kejahatan adalah Amerika Serikat dan beberapa pemerintah Barat yang mendukung rezim Israel.”
Kepala eksekutif Iran menegaskan kembali bahwa Palestina adalah isu utama dunia Muslim, dan mengatakan pembebasan Masjid Al-Aqsa di al-Quds adalah prioritas dunia Muslim.
Selanjutnya Raeisi menekankan bahwa permasalahan Palestina adalah 75 tahun perampasan dan pendudukan dan solusinya adalah perlawanan dan ketahanan.
“Hari ini, pemenang pertempuran Al-Aqsa adalah Palestina dan yang kalah di lapangan adalah rezim Zionis dan pendukungnya,” kata Raeisi.
Dia juga menegaskan kembali bahwa membela Palestina dan kelompok perlawanan adalah agenda Republik Islam.
Pendudukan tidak akan memberikan legitimasi bagi Israel, tegasnya. Rezim Tel Aviv harus mengakhiri pendudukannya di Palestina dan dihukum karenanya.
Raeisi lebih lanjut memperingatkan bahwa normalisasi hubungan Israel dengan beberapa negara Arab tidak akan membawa keamanan bagi rezim Zionis maupun negara-negara regional.
Israel mengobarkan perang brutal di Gaza yang terkepung pada tanggal 7 Oktober setelah perlawanan Hamas Palestina melakukan operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap entitas perampas tersebut sebagai pembalasan atas kekejaman yang semakin intensif terhadap rakyat Palestina.
Sejauh ini, rezim Tel Aviv telah membunuh sedikitnya 23.843 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai 60.317 lainnya.
Mahkamah Internasional (ICJ) sedang mendengarkan kasus yang diajukan oleh Afrika Selatan yang menyatakan Israel melakukan genosida di Gaza. Pengadilan yang bermarkas di Den Haag telah diminta untuk segera memerintahkan penghentian agresi Israel terhadap wilayah Palestina.
Raeisi mengatakan bahwa umat manusia mengharapkan ICJ untuk mengeluarkan “putusan yang adil” yang bertentangan dengan upaya Zionis dan Amerika untuk mengalihkan perhatian persidangan.

























