• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tololnya Sahroni

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
August 29, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Ahmad Sahroni sedang kena batunya. Ini baru batu pertama. Ia dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR dan dipindahkan ke Komisi I. Sebagai anggota biasa, bukan pimpinan sebagaimana di Komisi III.

Komisi III membidangi masalah hukum dan bermitra dengan Polri, Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedangkan Komisi I membidangi masalah politik luar negeri dan informasi, dan bermitra dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Komunikasi dan Digital.

Batu kedua mungkin akan menghampiri Sahroni. Ia bisa saja di-recall atau mengalami Pergantian Antar Waktu (PAW) jika desakan publik untuk itu terus menguat.

Sahroni adalah Bendahara Umum Partai Nasdem. Mungkinkah ia dicopot dari DPR? Dalam politik tak ada yang tak mungkin. Lalu, apa biang keroknya sehingga Sahroni terantuk batu?

Pangkalnya adalah sifat tolol Sahroni sendiri dalam menanggapi desakan pembubaran DPR oleh publik. Sultan Priok itu bilang: orang yang mendesak pembubaran DPR adalah orang paling tolol sedunia.

Sahroni mengklaim, para anggota DPR adalah orang-orang pintar semua. Adapun orang yang mengusulkan pembubaran DPR, kata dia, adalah orang-orang yang belum pernah menjadi anggota DPR.

Mulutmu harimaumu, mengerkah kepalamu. Karena mulut yang tak terkendali itulah Sahroni kemudian terantuk batu: dicopot dari jabatan yang memberinya peluang untuk mengintervensi aparat penegak hukum dari institusi Polri, Kejaksaan Agung dan KPK.

Sahroni bisa disebut tolol karena gagal memahami bahasa rakyat.

Rakyat tidak tolol-tolol amat. Rakyat tahu bahwa DPR tak mungkin dibubarkan, bagaimana pun kondisinya. Sebab keberadaan DPR merupakan amanat konstitusi atau Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Legislatif adalah bagian dari Trias Politika di antara eksekutif dan yudikatif. Ketiga unsur tersebut harus ada dalam suatu negara.

Desakan agar DPR dibubarkan adalah pernyataan spontan rakyat yang gerah, geram dan kecewa dengan ulah anggota DPR. Di saat rakyat susah karena kian beratnya beban hidup, DPR justru menaikkan tunjangan mereka. Tunjangan perumahan saja mencapai 50 juta rupiah per bulan per orang.

Di saat rakyat sedang menderita, para anggota DPR justru berjoget-joget ria. Hal ini terjadi saat Sidang Tahunan MPR, 15 Agustus lalu.

Jadi, usulan pembubaran DPR hanya ucapan spontan saja, karena rakyat sadar DPR tak mungkin dibubarkan.

Rakyat tidak tolol. Yang tolol justru Sahroni sendiri yang gagal memahami bahasa rakyat. Padahal dia adalah wakil rakyat.

Sebagai wakil rakyat, tak pantas Sahroni bergaya bahasa sarkastik. Sahroni bukan preman terminal. Sahroni adalah anggota DPR yang terhormat. Kalau orang yang terhormat saja bahasanya kasar, bagaimana dengan orang awam?

Yang tolol adalah Sahroni sendiri. Ia gagal memahami konstitusi, utamanya Pasal 28E UUD 1945 yang menjamin setiap warga negara untuk bebas berpendapat.

Ia gagal memahami UU No 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Sebagai wakil rakyat, Sahroni juga gagal memberikan keteladanan bagi rakyat. Sebagai wakil rakyat, ia gagal memahami bahasa rakyat. Itulah sifat tolol yang setolol-tololnya. Mungkin orang paling tolol sedunia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hendropriyono yang Menggelikan

Next Post

IPW Apresiasi Gerak Cepat Kapolri Minta Maaf ke Keluarga Korban Terlindas Rantis Brimob

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya
News

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Next Post
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

IPW Apresiasi Gerak Cepat Kapolri Minta Maaf ke Keluarga Korban Terlindas Rantis Brimob

Sultan Agung: Sang Arsitek Kejayaan dan Identitas Islam Jawa

Sultan Agung: Sang Arsitek Kejayaan dan Identitas Islam Jawa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...