Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)
Jakarta – Pernyataan Abdullah Mahmud Hendropriyono sungguh sangat menggelikan. Bekas Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu berkata: aksi demonstrasi yang kini sedang marak di Tanah Air digerakkan oleh pihak asing yang punya kepentingan dengan kisruhnya Indonesia. Pihak asing itu punya kaki tangan di Indonesia.
Pertanyaannya, kalau memang kondisi Indonesia baik-baik saja, apakah pihak asing itu bisa menggerakkan kaki tangannya di Indonesia?
Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Kemiskinan dan pengangguran makin merajalela. Pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di mana-mana. Harga barang-barang kebutuhan pokok melambung tak terkira. Rakyat makin menderita.
Di pihak lain, korupsi kian membabi buta. Wakil rakyat tak punya mata, hati dan telinga. Ketika rakyat menderita, mereka justru bersuka ria. Tunjangan mereka naik luar biasa. Sebut saja tunjangan perumahan yang mencapai Rp50 juta per bulan per anggota. Take home pay anggota DPR sekitar Rp280 juta per bulan.
Rakyat marah. Rakyat protes. Mereka berunjuk rasa. Bubarkan DPR!
Namun, dengan nada enteng, anggota Dewan dari Partai Nasdem Ahmad Sahroni bicara lantang: mereka yang mengusulkan pembubaran DPR adalah orang paling tolol sedunia.
Ucapan sarkastis Bendahara Umum Partai Nasdem itu pun bak bahan bakar yang menyiram semangat para demonstran. Maju tak gentar membela yang benar.
Entah mengapa pemerintah dan para pendukungnya selalu mencari kambing hitam di balik aksi-aksi yang membuat mereka ketakutan. Kali ini yang menjadi kambing hitam adalah pihak asing. Mungkin George Soros. Hendropriyono berjanji akan membukanya.
Asing pun kalau memang kondisi domestik Indonesia baik-baik saja, tak akan mampu menggerakkan kaki tangannya di Jakarta. Rakyat bisa digerakkan bila ternyata kondisi negara sedang tidak baik-baik saja dan rakyat mulai terancam.
Langkah Hendropriyono mencari kambing hitam tak lebih dari maksud menciptakan common enemy atau musuh bersama, yang dikonotasikan dari luar negeri, sehingga rakyat akan melupakan kekecewaannya kepada pemerintah, karena rakyat punya musuh bersama: pihak asing!
Kecuali Hendropriyono bisa membuktikan siapa pihak asing yang mau mengobok-obok Indonesia itu. Siapa antek-antek atau kaki tangan asing di Indonesia itu. Hendropriyono harus buktikan. Jangan omon-omon saja.

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)





















