• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Triliunan Menguap, Rakyat Diberi Beras Berkutu!

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
May 2, 2025
in Economy, Feature
0
Beras Berkutu di Gudang Bulog: Kesalahan Sistem atau Pengelolaan?
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH: ENTANG SASTRAATMADJA – Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Beras impor berkutu kembali mencuat dan menjadi isu panas di tengah sorotan publik. Temuan ini terjadi di gudang Perum Bulog Yogyakarta, menyusul kebijakan impor beras yang nilainya menyentuh angka triliunan rupiah. Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP, Mufti Anam, mempertanyakan akuntabilitas dan efisiensi pengelolaan beras impor, mengingat jumlah yang rusak bukan sedikit.

Saat ini, sebanyak 300 ribu ton beras impor memenuhi gudang-gudang Perum Bulog di berbagai wilayah. Nilainya ditaksir mencapai Rp3,6 triliun. Jika dihitung kasar, 300.000 ton dikalikan 1.000 kilogram dan harga Rp12.000 per kilogram, uang negara senilai triliunan rupiah bisa saja terbuang sia-sia hanya karena kelalaian dalam sistem penyimpanan.

Pertanyaannya, mengapa baru sekarang heboh? Jika bukan karena temuan para anggota Komisi IV DPR, mungkinkah persoalan ini tetap tertimbun di antara tumpukan karung beras? Bisa jadi, bila hanya ditemukan oleh petugas gudang biasa, hal ini dianggap rutin belaka.

Namun, karena kali ini yang menyuarakan adalah para wakil rakyat yang terhormat, wajar jika kasus ini menjadi konsumsi hangat publik. Terlebih, ketika diketahui bahwa beras berkutu itu berasal dari beras impor yang didatangkan pemerintah beberapa waktu lalu. Masalah pun menggelembung menjadi wacana nasional.

Pernyataan dari pejabat pemerintah bahwa dari 1,9 juta ton cadangan beras, sebanyak 100–300 ribu ton terindikasi berkutu, artinya sekitar 15,79% cadangan nasional berpotensi tidak layak konsumsi. Ini bukan sekadar soal teknis, tapi tamparan keras bagi kredibilitas pemerintah, terutama dalam manajemen logistik pangan.

Publik pun menuntut dua pertanyaan besar:

  1. Apakah ini akibat lemahnya sistem penyimpanan Bulog?
  2. Ataukah sekadar keteledoran petugas di lapangan?

Jawaban dari dua pertanyaan itu sangat penting, terlebih karena dalam waktu dekat Bulog harus menyimpan gabah dalam jumlah besar. Pengalaman ini seharusnya menjadi pelajaran mahal bagi manajemen Bulog.

Masalahnya, di tengah upaya penyelamatan harga gabah petani, pemerintah justru menetapkan harga beli Rp6.500/kg tanpa memperhatikan kadar air atau kotoran dalam gabah. Padahal sebelumnya, ada syarat kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%. Kebijakan ini bisa menjadi bom waktu bagi sistem penyimpanan nasional.

Apalagi panen raya kali ini berbarengan dengan musim hujan. Gabah basah sulit dikeringkan secara cepat karena minimnya alat pengering. Maka, dapat dipastikan, Bulog akan menimbun gabah dengan kualitas di bawah standar. Bila tak ada perubahan sistem, maka kasus beras berkutu akan terus berulang, bahkan dalam skala lebih besar.

Gabah basah dengan kadar air tinggi sangat rentan rusak, cepat berjamur, dan menghasilkan beras berbau tak sedap serta kualitas rendah. Bila pengelolaan tak segera direvitalisasi, maka tujuan mulia menjaga ketahanan pangan akan berbalik menjadi malapetaka logistik dan keuangan.

Karena itu, temuan ini bukan hanya soal kutu di tumpukan beras. Tapi tentang lubang besar dalam sistem manajemen pangan nasional. Apakah kita akan membiarkannya?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apa Tanggapan PDIP, Terkait Rencana Presiden Menghapus Outsourcing

Next Post

Satgas Yonif 400/Banteng Raiders Gelar Sosialisasi dan Program Makan Bersama di Distrik Dal, Nduga

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?
Feature

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam
Crime

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah
Economy

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
Next Post
Satgas Yonif 400/Banteng Raiders Gelar Sosialisasi dan Program Makan Bersama di Distrik Dal, Nduga

Satgas Yonif 400/Banteng Raiders Gelar Sosialisasi dan Program Makan Bersama di Distrik Dal, Nduga

39 Siswa Masuk Barak Pendidikan Militer di Purwakarta, Diiringi Tangis Haru

39 Siswa Masuk Barak Pendidikan Militer di Purwakarta, Diiringi Tangis Haru

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...