Jakarta-Fusilatnews – Sebanyak tujuh narapidana kasus narkoba berhasil kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat, pada dini hari tadi. Kejadian ini memicu penyelidikan intensif dari pihak rutan dan kepolisian, yang mencurigai adanya kemungkinan keterlibatan pihak luar dalam pelarian ini.
Kepala Rutan Salemba, dalam keterangan persnya pada Kamis (tanggal), menyatakan bahwa pelarian ketujuh napi tersebut tampaknya sudah direncanakan dengan matang. “Upaya pelarian ini menunjukkan adanya perencanaan dan kemungkinan keterlibatan pihak eksternal,” ujar Kepala Rutan.
Insiden kaburnya ketujuh napi tersebut terjadi pada saat sebagian besar petugas tengah beristirahat. Para napi diduga memanfaatkan kondisi lengang untuk melarikan diri melalui jalur yang sudah disiapkan sebelumnya.
Aparat gabungan dari kepolisian dan petugas rutan kini tengah mengejar para napi yang kabur, sembari menelusuri rekaman CCTV dan mengumpulkan keterangan dari petugas yang berjaga saat kejadian berlangsung. Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini, termasuk melacak dan menindak siapa pun yang membantu pelarian para napi.
“Kami tidak akan tinggal diam. Penyelidikan akan terus berlanjut hingga seluruh pelaku, baik napi maupun pihak yang membantu dari luar, berhasil kami tangkap,” ujar Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat.
Selain itu, Kementerian Hukum dan HAM diharapkan segera mengevaluasi prosedur keamanan di Rutan Salemba dan memperketat pengawasan, terutama bagi tahanan kasus narkoba yang dianggap memiliki jaringan kuat di luar.
Kasus kaburnya narapidana di Rutan Salemba ini menambah panjang daftar insiden pelarian napi di Indonesia dan memicu kekhawatiran publik mengenai sistem keamanan rutan.

























