Kasus raibnya dana tabungan masyarakat di Bank Sulselbar cabang Mamuju masih belum terselesaikan, banyak tabungan nasabah bank yang belum bisa dibayar oleh Bank lantaran menurut Bank tidak tercatat dalam sistem rekening bank.
Mamuju – Fusilatnews – Bank Sulselbar Cabang Mamuju menyatakan tak akan mengganti dana tabungan sebesar Rp 1 miliar dari enam nasabah yang raib usai diduga ditilap mantan pegawainya berinisial H sejak tahun 2022 lalu.
Kepala Cabang Bank Sulselbar Mamuju Amri Mahmud menjelaskan, bahwa penggantian tak bisa dilakukan karena tabungan nasabah yang raib tersebut tidak tercatat di dalam sistem rekening bank. dan pihak Bank kesulitan mengganti dana nasabah mengingat tidak memiliki landasan hukum.
“Yang tidak tercatat kami tidak bisa identifikasi, nanti kami dikira membayar tanpa dasar, nanti bisa dinyatakan korupsi,” kata Amri, Kamis (9/3/2022).
Amri mengatakan, bahwa 31 nasabah lain yang telah mendapatkan pengembalian dana dari Bank Sulselbar karena sebelumnya tercatat di sistem bank. Pengembalian itu sudah sesuai dengan aturan dari pihak otoritas jasa keuangan (OJK).
Sisahnya enam nasabah, kata Amri, tidak mendapatkan penggantian karena tidak tercatat dalam sistem rekening bank, hal itu merupakan tanggung jawab pribadi H.
Amri hanya bisa menyarankan keenam nasabah untuk menempuh jalur hukum jika ingin dana tabungannya diganti Hermin
“Siapa tahu dari aset Hermin yang disita itu bisa digunakan untuk kembalikan uang mereka,” kata Amri.
Sementara itu, salah satu nasabah yang belum menerima pengembalian bernama Nurmi mengaku kecewa dengan keputusan Bank Sulselbar Mamuju yang seakan lepas tangan dari kasus penipuan yang melibatkan karyawan mereka.
Nurmi ragu pihak Bank Sulselbar tidak mengetahui kejahatan yang dilakukan oleh H mengingat setiap kali dia menyetor dana untuk ditabung, Nurmi selalu melakukannya di kantor Bank Sulselbar.
“Memang H pelakunya, tapi dia berbuat seperti itu karena dia karyawan bank baru dia atas namakan bank. Seandainya bukan pegawai bank, tidak mungkin kami mau dipengaruhi seperti itu,” ujar Nurmi.
Nurmi juga mengungkapkan kekecewaannya dikarenakan pihak bank Sulselbar seakan tidak menemukan kejanggalan cara H merekrut nasabah untuk mengikuti program tabungan di Bank Sulselbar.
Padahal, kata Nurmi, dia sudah menabung di Bank Sulselbar sejak tahun 2019. Selain itu, saran melapor polisi yang diungkapkan Bank Sulselbar kepadanya juga sia-sia karena jauh sebelumnya mereka juga sudah melaporkan H.
“Kami sudah melapor, tapi saya sudah konfirmasi kembali ke Polda terkait saran pincab ternyata (laporan) itu sudah tercover dengan laporan yang kemarin,” kata Nurmi.
Dalam pemberitaan sebelumnya, kasus nasabah yang tabungannya milliaran rupiah raib di Bank Sulselbar ternyata belum menemui titik terang. Pasalnya, Bank Sulselbar baru-baru ini menjelaskan bahwa pihaknya kesulitan mengembalikan dana 6 nasabahnya dari total 37 nasabah yang melaporkan tabungannya raib.
Pihak bank Sulselbar cabang Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengaku kesulitan lantaran dana 6 nasabahnya itu tidak tercatat di rekening bank.
“Untuk kami di bank Sulselbar masih kesulitan lakukan penelusuran. Karena tidak pernah tercatat dalam pembukuan,” ungkap Tim Legal Bank Sulselbar Faisal Satria kepada wartawan, Kamis 1 Desember 2022. lalu
Faisal menjelaskan bahwa pihaknya kesulitan melakukan penelusuran, lantaran dana yang totalnya diadukan hilang oleh 6 nasabah mencapai Rp 1 miliar tidak pernah disetorkan atau tercatat dalam pembukuan rekening.
Selain itu, Faisal juga mengaku bahwa pihaknya di Bank Sulselbar telah putus komunikasi dengan oknum pegawai bernama Hermin yang bertanggung jawab atas kasus hilangnya dana nasabah. “Dana yang sulit kami deteksi itu sekitar Rp 1 miliar. Karena kami tidak menemukan dalam penelusuran kami. Ditambah pelaku juga sekarang sulit berkomunikasi dengan kami,” katanya.
Salah satu nasabah yang kehilangan dana di rekening Bank Sulselbar Mamuju ialah anggota DPRD Mamuju Tengah Nirmalasari Aras.
Nirmalasari mengaku kehilangan dana tabungan hingga Rp 2 miliar. Dia pun mengatakan sudah melaporkan hal ini ke penyidik Polda Sulbar.
“Pas saya cek sudah nol saldo. Saya heran karena saya tidak pernah menarik,” kata Nirmalasari di kantor Bank Sulselbar Mamuju, Senin (7/11/2022).
























