Tanggal 23 Januari 2023 Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri. atau cukup dipanggil Megawati Soekarnoputri genap berusia 76 tahun. Adalah putri kedua dari Pasangan Ir Soekarno, Proklamator Kemerdekaan sekaligus Presiden Republik Indonesia I dengan Ibu Fatmawati.
Megawati dibesarkan di lingkungan dengan pengaruh politik yang sangat kuat. Karena lingkungan politik yang sangat kuat itulah bagi Megawati, tinggal di Istana tidak selalu enak. karena kehadiran pengawal pribadi yang dianggap merepotkan bagi anak-anak untuk bermain.
“Bayangkan, jangan dipikir di istana hidupnya enak, di sana paling besar dinamika politiknya, loh,” tutur Mega pada kegiatan penutupan Rakernas PDIP di Sekolah PDI Perjuangan, Kamis, 23 Juni 2022.
Sejak masa kanak-kanak Mega sudah terbiasa menyaksikan secara langsung bagaimana para politikus negara bekerja. Diskusi antara wakil presiden pertama, Mohammad Hatta dengan Mohammad Yamin dan Chairul Saleh adalah peristiwa yang lazim disaksikannya sehari-hari.
Terpengaruh dalam lingkungan politik sejak kecil mendorong Mega memutuskan untuk berkarir di dunia yang sama. Menurut situs Kemdikbud, karir Megawati dimulai sejak 1986 sebagai anggota DPR. dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia.
Karir politiknya di Partai Demokrasi Indonesia. penuh dengan gejolak ditambah dasarnya sejak awal terbentuknya yang merupakan fusi dari beberapa partai politik kontestan pemilu 1971 yang beraliran nasionalisme memang sudah banyak mengalami konflik internal.
Megawati yang dukungan akar rumput di PDI menjadi ketua umum PDI tidak disetujui oleh rezim orde baru yang berkuasa saat itu.
Mengutip dari laman PDIP pada 27 Juli terjadi kerusuhan untuk mengusir kelompok kader PDI yang pro Megawati dari kantor DPP PDIP di Jl Diponegoro Menteng Jakarta Pusat.
Terjadinya peristiwa kudatuli merupakan buntut dari konflik dalam internal PDIP yang mengharuskan kongres luar biasa Partai Demokrasi Indonesia.pada 22-23 Juni 1996 di Asrama Haji Pondok Gede. Kongres gagal memilih Ketua Umum Selanjutnya penguasa Orde Baru menunjuk Drs. Suryadi sebagai Ketum PDI pada 15 Juli 1996.
Selanjutnya para pendukung Megawati menggelar Mimbar Demokrasi di halaman Kantor DPP PDI sampai berakhir dengan kerusuhan 27 Juli 1996. Gagal mempertahankan Kantor DPP PDIP di Imam Bonjol, Megawati mendirikan Partai Demokrasi Indonesia -Perjuangan sebagai partai tandingan dari PDI pimpinan Suryadi.
Selanjutnya terjadi perubahan rezim pada tahun 1998 dan diadakan Pemilu tahun 1999 yang menghasilkan Gus Dur sebagai Presiden dan Megawati sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia dilantik 20 Oktober 1999.
Pada Sidang MPR bulan Juli Presiden Gus Dur diberhentikan oleh MPR Pada Juli 2001, secara aklamasi MPR menetapkan Megawati sebagai presiden ke-5 menggantikan Gus Dur atau Abdurrahman Wahid. Ia menjadi presiden wanita pertama di Indonesia dan menjabat hingga Oktober 2003.
























