Jakarta – Fusilatnews – Untuk mengurai Tingginya kepadatan penumpang transit pada jam – jam sibuk di stasiun Manggarai, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang menyiapkan langkah mitigasi
Solusi yang diberikan, dengan membangun tangga tambahan di ujung utara peron untuk menambah alternatif akses kepada penumpang.
“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar tangga tambahan ini dapat terealisasi segera untuk menjawab keresahan pengguna kereta api dalam melakukan transit di Stasiun Manggarai,” kata Direktur Prasarana Perkeretaapian DJKA Kemenhub Harno Trimadi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (21/2).
Ini merupakan respon DJKA atas masukan dari komunitas kereta api yang disampaikan saat acara “Ngobrol Santai Seputar Pengembangan Stasiun Manggarai dan Program Motis 2023” di Gedung Kemenhub Jakarta, Senin (20/2). Harno menyampaikan, DJKA secara aktif merangkul komunitas pecinta kereta api untuk menjaring masukan mengenai pembangunan di Stasiun Manggarai.
“Kami juga sudah melibatkan rekan-rekan penyandang disabilitas untuk bersama-sama mengevaluasi pembangunan Stasiun Manggarai sehingga dapat lebih inklusif dan nyaman digunakan oleh semua
Sementara perihal kepadatan penumpang di Stasiun Manggarai yang dikeluhkan oleh masyarakat, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Rode Paulus menyebutkan kepadatan tersebut hanya terjadi pada jam-jam tertentu saja. Dalam kesempatan itu, ia juga meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi di Stasiun Manggarai baik dari kepadatan penumpang maupun pembangunan yang sedang berjalan.
“Kalau dilihat secara langsung di lapangan, kepadatan tersebut tidak terjadi sebagaimana diberitakan di media sosial. Betul peron agak padat saat kereta datang namun akan segera terurai, tidak ‘stuck’,” kata Rode.
Pembangunan ini tidak boleh mengganggu operasional kereta api sehingga ada tahapan-tahapan ketika kita merenovasi rumah ada tahapan-tahapan titik kritisnya atau masa-masa yang mungkin kurang menyenangkan dan itu kami juga mohon maaf atas kondisi saat ini karena penumpang pasti merasakan kondisi yang kurang nyaman saat ini di mana pada jam-jam tertentu ada kepadatan, ada ‘crowded’,” tambahnya.
Selanjutnya Paulus Rode meminta masyarakat agar turut serta mendukung dan menjaga fasilitas di Stasiun Manggarai yang saat ini sedang dibangun.
“Kami juga mengajak rekan-rekan sekalian untuk saling mengingatkan dan berhati-hati terutama saat melangkah keluar kereta agar tidak terjadi lagi penumpang terperosok ke dalam celah peron,” tuturnya.
Pasca dilakukan Switch Over di Stasiun Manggarai situasi di Stasiun Manggarai masih tampak kacau. Khususnya, saat penumpang akan naik dan turun dari Kereta Rel Listrik (KRL) ke KRL lanjutan.
Kondisi ini membuat sejumlah kalangan, terutama para pengguna jasa moda transportasi massal KRL dari wilayah Aglomerasi mengkritik kinerja PT KAI. Mereka melihat perubahan pola ini belum diikuti kesiapan petugas mengatasi masalah baru yang muncul.
























