Bekasi – Fusilatnews ‘- Hujan deras mengguyur Kabupaten dan Kota Bekasi, mengakibatkan beberapa perumahan baik di wilayah kota dan Kabupaten Bekasi Dilanda Banjir.
Genangan air setinggi 10–20 sentimeter terpantau di beberapa titik, termasuk wilayah Bekasi Utara, Pondok Gede, dan Bekasi Timur.
Di Perumahan Taman Wisma Asri II, Bekasi Utara, air menggenangi halaman rumah warga setinggi sekitar 10 sentimeter. Sementara itu, di Perumahan Jati Agung I, Pondok Gede, air setinggi 15 sentimeter mengganggu aktivitas warga. Kondisi serupa juga terjadi di Perumahan Duren Jaya, Bekasi Timur.
Di Gang Semar, RT 04/RW 04, Kelurahan Bekasi Jaya, air sempat naik sampai 20 sentimeter,” ujar Nia Nuruliani (27), warga Bekasi Timur .
Nia mengatakan, banjir di daerahnya biasa terjadi saat hujan deras turun lama. “Biasanya air cepat surut setelah hujan berhenti, karena masalahnya ada di saluran yang tersumbat,” tambahnya. Hingga pukul 16.00 WIB, hujan di sebagian wilayah Kota Bekasi mulai mereda. Namun, di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, cuaca masih terpantau gerimis.
Muka Air P2C Sempat Naik
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, sempat terjadi kenaikan muka air di pos pantau pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas (P2C).
Data dari pos pantau P2C menunjukkan bahwa tinggi muka air mencapai level tertinggi 480 cm pada Sabtu pagi sekira pukul 07.30-7.45 WIB, jauh di atas batas normal 350 cm.
Meskipun ketinggian air di P2C mulai surut pada malam hari, wilayah hilir seperti Kota Bekasi tetap terdampak.
Berdasarkan keterangan BPBD Kota Bekasi, bahwa air dari hulu belum sampai sepenuhnya ke hilir saat data P2C menunjukkan penurunan.
Aliran air dari hulu yang meluap ke Kali Bekasi serta bertepatan dengan intensitas hujan tinggi, mengakibatkan banjir di sejumlah titik di daerah hulu meskipun data permukaan air sudah mulai turun
. BPBD Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau informasi terkini melalui kanal resmi media sosial mereka di akun Instagram @bpbd.kotabekasi.
























