“Ada di media bicara tentang tiga periode, katanya itu atas perintah seseorang. Saya mau sampaikan ya, yang ngomong tentang isu penundaan pemilu itu namanya Bahlil Lahadalia,” tegas Bahlil
“Kalau ada yang salah soal penundaan pemilu itu salah saya, Bahlil Lahadalia, bukan salah siapa-siapa,” tambahnya.
Bahlil membantah pernyataanbterkait usulan presiden tiga periode atas perintah seseorang.
Menyinggung gagasan penundaan pemilu yang ramai beberapa waktu lalu semuanya berawal dari dirinya.
“Dan saya tidak pernah diperintah oleh siapapun. Dan itu adalah ide dalam menanggapi hasil survei Burhanuddin Muhtadi di era pandemi,” kata Bahlil
Bahlil menegaskan jika ide penundaan pemilu yang dicetuskannya itu baik, maka silakan diikuti. Sebaliknya, jika tidak baik maka tak perlu dikembangkan lebih lanjut.
“Sekarang sudah terjadi, sudah berlalu, kok masih ada yang bicara tiga periode itu dari seseorang,” kata dia.
Munculnya kembali kegaduhan terkait usulan tiga periode ini dicetuskan kembali oleh Sekjen PDIP Hasto KrKristiyan
Hasto mengatakan PDIP pernah diminta mendukung perpanjangan masa jabatan presiden Joko Widodo menjadi 3 periode. permintaan itu disebut sebagai permintaan ‘pak lurah’ tak jelas siapa yang dimaksud dengan Pak Lurah
“Sebelumnya saya bertemu dengan menteri tersebut dan dikonfirmasi bahwa sikap-sikap ketua umum beberapa partai yang menyuarakan itu, saat itu dikatakan, ya sebagai permintaan Pak Lurah,” kata Hasto di hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (27/10).
Hasto menyinggung manuver salah satu menteri yang pernah mengklaim memiliki big data soal keinginan masyarakat agar jabatan presiden diperpanjang.
Menteri tersebut, kata Hasto, mengklaim sejumlah anggota kabinet mendukung perpanjangan masa jabatan presiden atas persetujuan ‘Pak Lurah’. Termasuk juga sikap sejumlah ketua umum partai politik.
ReplyForwd |
























