• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Usulkan Jokowi Sebagai Sekjen PBB

Tulisan Ringan Saat Weekend

Ali Syarief by Ali Syarief
September 14, 2024
in Feature
0
Ketika Jokowi dan Luhut Bersabung Soal Pembatasan BBM Bersubsidi
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah dunia diplomasi internasional yang membutuhkan keterampilan negosiasi tajam, kemampuan multibahasa, dan pemahaman mendalam tentang dinamika global, siapa yang lebih cocok untuk memimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) daripada sosok yang kesulitan berbahasa Inggris dan sering tidak memahami isu-isu penting dunia? Ya, tidak lain dan tidak bukan, Presiden Indonesia kita, Joko Widodo—lebih dikenal sebagai Jokowi. Tentunya, dengan “prestasi” ini, ia adalah kandidat sempurna untuk menjadi Sekretaris Jenderal PBB.

Mengapa kita tidak mencalonkan seorang pemimpin yang secara konsisten gagal memahami atau menyampaikan isu-isu global yang kompleks? Ketidaktertarikan Jokowi dalam mempelajari masalah internasional, ditambah dengan bakat luar biasa untuk absen dalam diskusi-diskusi penting, telah membawa Indonesia menjauh dari panggung internasional. Dengan Jokowi sebagai Sekjen PBB, kita bisa yakin bahwa dunia akan mendapatkan lebih banyak ketidakpedulian dalam menanggapi masalah-masalah penting.

Apa yang lebih baik untuk mewakili kepentingan Indonesia di panggung dunia selain mencalonkan seseorang yang telah menguasai seni menghilang dari pusat perhatian? Sementara negara-negara lain berebut untuk mempengaruhi kebijakan global dan menyelesaikan krisis internasional, Jokowi dengan elegan membawa Indonesia ke posisi sunyi, jauh dari pengambilan keputusan internasional. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia telah dengan anggun tenggelam dari peran sentral, yang, mari kita jujur, mungkin adalah jenis “kepemimpinan” yang sangat dibutuhkan oleh Sekretaris Jenderal PBB—seseorang yang tidak akan membebani dunia dengan pengaruh atau kepemimpinan yang berlebihan.

Kemampuan Jokowi untuk berbicara di forum internasional seperti G20 atau ASEAN juga sangat mengesankan, terutama ketika ia berjuang untuk menyampaikan posisi Indonesia dalam bahasa Inggris. Jadi, mengapa tidak menjadikannya pemimpin organisasi yang memerlukan komunikasi efektif antarbangsa dan budaya? Ini pasti akan menjadi tontonan menarik, menyaksikan para pemimpin dunia mencoba menafsirkan pikirannya—atau mungkin ketiadaan gagasannya—terkait isu-isu mendesak seperti perubahan iklim, perdamaian dunia, atau hak asasi manusia.

Selama masa kepemimpinannya, “pencapaian” kebijakan luar negeri Jokowi begitu luar biasa hingga hampir tidak terlihat. Peran Indonesia di dunia? Tenggelam. Suaranya dalam forum internasional? Hampir tak terdengar. Namun, mungkin inilah jenis “kepemimpinan” yang dibutuhkan PBB—seseorang yang bisa duduk diam dan membiarkan dunia berputar tanpa memberikan kontribusi berarti. Mengapa terlibat dalam diplomasi yang rumit jika Anda bisa memilih untuk tidak melakukan apa-apa?

Jangan lupakan catatan gemilangnya dalam hubungan internasional. Di bawah Jokowi, Indonesia telah membangun reputasi sebagai pemikir kedua atau bahkan ketiga dalam diskusi-diskusi besar dunia. Baik itu perjanjian iklim, hak asasi manusia, atau negosiasi ekonomi, Indonesia dengan senang hati memberikan kesempatan kepada negara lain untuk memimpin. Ini tentu saja jenis “kepemimpinan” yang mungkin telah lama hilang di PBB.

Jadi, mengapa hanya puas dengan kursi kepresidenan Indonesia? Ayo kita bidik lebih tinggi. Mari kita usulkan Jokowi sebagai Sekretaris Jenderal PBB berikutnya. Pendekatan uniknya terhadap kepemimpinan—di mana semakin sedikit semakin baik, dan tidak melakukan apa pun lebih baik daripada mencoba—akan menjadi angin segar bagi dunia. Bagaimanapun, jika kita ingin PBB tetap menjadi lembaga yang “kurang menggigit”, merek kepemimpinan apatis Jokowi mungkin adalah solusi yang kita butuhkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dekan FK Undip Akui Ada Iuran hingga Rp 40 Juta bagi Mahasiswa Semester 1 PPDS Anestesi

Next Post

Nikita Mirzani Laporkan Vadel Badjideh ke Polisi atas Tudingan Aborsi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?
Feature

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Next Post
Nikita Mirzani Laporkan Vadel Badjideh ke Polisi atas Tudingan Aborsi

Nikita Mirzani Laporkan Vadel Badjideh ke Polisi atas Tudingan Aborsi

Polri Bentuk Satgas dan Kirim Tim untuk Mengusut Dugaan Penyelewengan Dana  PON  XXI

Polri Bentuk Satgas dan Kirim Tim untuk Mengusut Dugaan Penyelewengan Dana PON XXI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist