• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Utangnya Menggelagar Sekaras Pekik Prabowo: “Hidup Jokowi!”

Ali Syarief by Ali Syarief
February 2, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Utang negara kini tak lagi sekadar angka di laporan APBN. Ia telah menjelma bunyi—menggelagar, menggema, seirama dengan pekik politik yang dulu lantang mengutuknya. Ironisnya, bunyi itu kini mengiringi teriakan yang justru memuliakan masa lalu: “Hidup Jokowi!”

Sejak awal tahun, pemerintah sudah ngebut berutang. Bukan merangkak, bukan berhitung hati-hati, tapi berlari. Kuartal pertama belum genap berlalu, Kementerian Keuangan sudah menyiapkan lelang surat utang hingga Rp 220 triliun—sekitar seperempat dari total pembiayaan utang setahun. Bahkan sebelum Januari menutup halaman pertamanya, Rp 45 triliun sudah ditarik lewat global bond. Ini bukan sekadar strategi fiskal. Ini sinyal kegelisahan.

Alasan resmi terdengar normatif dan menenangkan: “menjaga ritme belanja”. Agar kementerian dan lembaga bisa langsung tancap gas, kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Namun, bahasa teknokratik ini sulit menutupi fakta telanjang: penerimaan negara belum siap, tapi belanja sudah dipaksa berlari. Utang pun dijadikan tongkat penyangga agar APBN tidak terjatuh di awal lomba.

Para ekonom mencium aroma yang berbeda. Utang di awal tahun bukan soal ritme, melainkan tambalan. Tambalan atas defisit penerimaan yang kronis. Kita belum lupa tahun lalu, ketika target penerimaan negara meleset jauh akibat masalah sistem pajak Coretax. Negara gagap memungut, tapi tetap rakus membelanjakan. Dan seperti biasa, utang menjadi jawaban paling instan—sekaligus paling malas.

Akibatnya, defisit keseimbangan primer melebar seperti luka yang dibiarkan terbuka. Pada akhir 2025, defisit ini membengkak menjadi Rp 180,7 triliun, jauh dari target APBN yang hanya Rp 63,3 triliun. Tahun ini pun diperkirakan tetap berdarah di angka Rp 89,7 triliun. Ini bukan sekadar defisit. Ini alarm keras bahwa negara berbelanja lebih besar dari kemampuannya, bahkan sebelum bunga utang dihitung.

Yang membuat situasi ini terasa getir adalah memori politik yang masih segar. Dalam dua kali kontestasi Pilpres melawan Joko Widodo, Prabowo Subianto menjadikan utang sebagai senjata utama. Ia memukul, menuding, dan menakut-nakuti publik dengan narasi beban generasi. Kini, setelah duduk di kursi presiden, Prabowo justru mewarisi—dan melanjutkan—model yang sama. Utang tetap menggunung, bunga tetap membengkak, dan kritik pun mendadak sunyi.

APBN 2026 mencatat Rp 599,44 triliun hanya untuk membayar bunga utang. Angka ini nyaris setara dengan anggaran pendidikan nasional. Negara bekerja keras, bukan untuk mensejahterakan rakyat, tetapi untuk membayar harga dari keputusan-keputusan masa lalu. Termasuk membiayai program populis seperti makan bergizi gratis—yang niatnya mulia, namun dibiayai dengan cara yang rapuh.

Namun yang paling mengkhawatirkan bukan sekadar besarnya utang, melainkan cara menyembunyikannya. Informasi yang diperoleh redaksi Tempo tentang opsi pencatatan anggaran berimbang ala Orde Baru—model T-account—seharusnya membuat siapa pun merinding. Dalam skema ini, utang dicatat sebagai “penerimaan pembiayaan”. Di atas kertas, defisit lenyap. Di dunia nyata, beban tetap menghantui.

Ini bukan inovasi. Ini nostalgia berbahaya. Cara baru tapi lama untuk menyamarkan masalah, bukan menyelesaikannya. Negara kembali diajari untuk memoles laporan, bukan memperbaiki fondasi. Transparansi dikorbankan demi stabilitas semu. Akuntabilitas dipinggirkan demi kenyamanan politik.

Maka pertanyaannya bukan lagi sekadar mengapa utang besar, melainkan mengapa harus disamarkan? Jika utang memang diperlukan dan produktif, mengapa takut menunjukkannya apa adanya? Mengapa harus kembali ke praktik akuntansi yang pernah melahirkan krisis dan otoritarianisme?

Di titik inilah utang tak lagi netral. Ia menjadi cermin kejujuran kekuasaan. Dan ketika kekuasaan memilih ilusi daripada kebenaran, pekik politik—betapapun kerasnya—akan terdengar hampa. Utang menggelagar, rakyat menanggung gema, sementara elite sibuk bersorak: hidup kesinambungan, hidup masa lalu, hidup Jokowi—dalam rupa baru, dengan beban yang sama.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dari Wife ke Partner: Sebuah Perubahan Paradigma

Next Post

Indonesia Negara Agraris? Sebuah Klaim yang Memalukan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Indonesia Negara Agraris? Sebuah Klaim yang Memalukan

Indonesia Negara Agraris? Sebuah Klaim yang Memalukan

Butuh Kepastian Hukum dan Efek Jera Melalui Pihak yang Berwenang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist