• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

UUD 2002 Hasil Amandemen: Menciptakan Perilaku Korupsi

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
September 26, 2025
in Feature, Politik
0
UUD 2002 Hasil Amandemen: Menciptakan Perilaku Korupsi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prihandoyo Kuswanto
Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila


Pendahuluan

Hari ini kita semua cemas melihat keadaan negeri dan masa depan anak cucu kita. Demonstrasi yang kerap menjurus pada anarkisme, perilaku pejabat yang arogan, serta gaya hidup hedonis para elit menambah kecemburuan sosial yang mendalam.

Arus informasi semakin terbuka. Media sosial menyajikan berita tanpa batas—antara fakta dan hoaks bercampur, ditelan masyarakat tanpa penyaringan. Inilah wajah perang proxy yang sesungguhnya. Ironisnya, para influencer kerap merasa paling benar, lantang berpendapat, tetapi miskin pemahaman tentang jati diri bangsa dan kaidah bernegara.

Fenomena ini melahirkan diaspora intelektual yang kerap mendikte rakyat, mengatasnamakan demokrasi, bahkan mengancam Presiden seolah-olah mereka pemegang mandat rakyat. Padahal, mandat itu tak pernah diberikan. Melalui agitasi di TikTok, Instagram, dan platform lainnya, mereka memprovokasi rakyat dengan isu-isu yang sejatinya bukan tuntutan rakyat, melainkan skenario asing yang dikemas dalam proyek Revolusi Warna.

Salah satu narasi yang dihembuskan adalah tuntutan agar TNI kembali ke barak. Padahal, sejarah membuktikan TNI dan rakyat adalah satu kesatuan dalam sistem pertahanan semesta (Sishankamrata). Dengan wilayah 1,9 juta km² dan 17.508 pulau, Indonesia hanya bisa kuat jika rakyat dan TNI berkolaborasi menjaga kedaulatan. Justru inilah yang tidak disukai kekuatan asing: memisahkan rakyat dan TNI agar lebih mudah menguasai kekayaan negeri.


Perilaku Korupsi di Semua Lini

Kegalauan bangsa hari ini berpuncak pada merajalelanya korupsi di semua lini. Para pemimpin kehilangan teladan, politik berubah menjadi arena intrik yang hanya menambah kerusakan, hingga menimbulkan hilangnya rasa percaya antar sesama anak bangsa.

Demonstrasi yang membakar kantor polisi maupun gedung DPRD adalah cerminan kekecewaan masyarakat terhadap lembaga yang seharusnya melindungi mereka. Semua ini tak lepas dari hasil amandemen UUD 1945 yang justru menjauhkan kita dari semangat keadilan.

Amandemen tersebut menyerahkan seluruh kedaulatan pada partai politik. Rakyat yang tidak berada di dalam partai kehilangan hak bersuara. Sistem politik menjadi transaksional; kehidupan berbangsa ditentukan oleh jumlah kursi, suara terbanyak, dan kekuatan uang. Demokrasi yang dibanggakan berubah menjadi ajang kuasa kelompok, bukan lagi jalan menuju keadilan sosial.

Padahal, para pendiri bangsa telah menegaskan dalam Pembukaan UUD 1945:

“…melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.”

Apakah cita-cita itu bisa diwujudkan melalui sistem liberal-kapitalistik yang menekankan perebutan suara, uang, dan kekuasaan? Inilah yang gagal dipahami generasi muda. Sesungguhnya yang diinginkan rakyat bukan sekadar “17 + 8 tuntutan,” melainkan pengembalian kedaulatan ke tangan rakyat melalui MPR sebagai lembaga tertinggi negara.


Hilangnya Semangat Kekeluargaan

Dalam Penjelasan UUD 1945, Prof. Soepomo menekankan:

“Meskipun dibikin undang-undang dasar yang menurut kata-katanya bersifat kekeluargaan, apabila semangat para penyelenggara negara itu bersifat perseorangan, undang-undang dasar itu pasti tidak ada gunanya dalam praktik.”

Sayangnya, tragedi politik terjadi ketika amandemen 2002 menghapus Penjelasan UUD 1945. Hilanglah dokumen historis yang menjadi dasar filosofis pembentukan negara. Bangsa Indonesia kehilangan arah karena tercerabut dari semangat kekeluargaan yang menjadi ciri khas sistem ketatanegaraan kita.

Semangat kekeluargaan adalah kontekstualisasi dari faham kolektivisme, sejalan dengan budaya bangsa Indonesia yang menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan individu. Inilah roh Pancasila. Namun, amandemen justru menanamkan individualisme dalam batang tubuh konstitusi.

Seperti dikatakan Prof. Dr. Sofyan Effendi, kini bukan lagi sekadar perilaku penyelenggara negara yang bermasalah, tetapi juga pasal-pasal UUD hasil amandemen yang sarat nuansa individualistik, bertentangan dengan semangat asli UUD 1945.


Kesimpulan

Amandemen UUD 2002 telah merusak tatanan ketatanegaraan. Politik kepartaian menjelma mesin perampas kedaulatan rakyat. Korupsi merajalela hingga triliunan, utang negara menggunung, kekayaan alam dikuasai asing, kesenjangan sosial melebar, dan arah negara makin kabur.

UUD 2002 gagal mengantarkan bangsa menuju cita-cita “adil dan makmur.” Jalan keluar satu-satunya adalah kembali ke titik koordinat Proklamasi 17 Agustus 1945: kembali kepada jati diri bangsa, UUD 1945 yang asli, dan Pancasila sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PELAJARAN SEJARAH SOEHARTO DALAM SIKLUS WINDU: DARI SANCAYA KE ADI

Next Post

Skandal Ijazah Jokowi dan Gibran: Mengapa PKS Diam?

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowonisasi

July 26, 2026
Feature

Menebak Arah Orientasi Kebijakan Pendidikan: Sekolah Hendak Diabdikan untuk Siapa?

July 26, 2026
Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan
Economy

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

July 26, 2026
Next Post
Real Count” Pileg DPR di DKI Data 55,90 Persen Suara PKS Masih Mendominasi

Skandal Ijazah Jokowi dan Gibran: Mengapa PKS Diam?

Sholat Jum’at: Media Persaudaraan dan Jembatan Interaksi Umat

Sholat Jum’at: Media Persaudaraan dan Jembatan Interaksi Umat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Habib Umar Alhamid Tolak Pelibatan TNI dalam Penarikan Pajak: Jangan Benturkan TNI dengan Rakyat

Habib Umar Alhamid Tolak Pelibatan TNI dalam Penarikan Pajak: Jangan Benturkan TNI dengan Rakyat

July 26, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowonisasi

July 26, 2026

Menebak Arah Orientasi Kebijakan Pendidikan: Sekolah Hendak Diabdikan untuk Siapa?

July 26, 2026
Diduga Lemah Pengawasan, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS Mojokerto Masih Bekerja Tanpa Sepatu Keselamatan

Diduga Lemah Pengawasan, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS Mojokerto Masih Bekerja Tanpa Sepatu Keselamatan

July 26, 2026
Pengurus APINDO Bulukumba Ikuti APINDO Run Festival 2026 di Makassar

Pengurus APINDO Bulukumba Ikuti APINDO Run Festival 2026 di Makassar

July 26, 2026
Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

July 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Habib Umar Alhamid Tolak Pelibatan TNI dalam Penarikan Pajak: Jangan Benturkan TNI dengan Rakyat

Habib Umar Alhamid Tolak Pelibatan TNI dalam Penarikan Pajak: Jangan Benturkan TNI dengan Rakyat

July 26, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowonisasi

July 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist