• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Wajar Edy Mulyadi Sumpahi Jokowi?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
February 11, 2025
in Feature, Politik
0
Wajar Edy Mulyadi Sumpahi Jokowi?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Sahabat penulis, Edy Mulyadi, seorang aktivis dan jurnalis senior, merasa gusar, kesal, dan marah. Hal ini disebabkan oleh tindakan rezim Jokowi, melalui aparat penegak hukumnya—mulai dari penyidik, penuntut umum, hingga majelis hakim—yang seolah berlomba “berlidah panjang” dalam mendukung kepentingan penguasa. Mereka tampak kompetitif dalam “mengangkat telur” demi menjerat dan memenjarakan Edy dengan sewenang-wenang, tanpa mengindahkan asas presumption of innocence sebagaimana diatur dalam KUHAP. Padahal, sebagai warga negara, Edy memiliki hak individu untuk mengkritik pemerintah dan pejabat publik, yang merupakan bagian dari hak kebebasan berpendapat yang dijamin dalam sistem hukum dan perundang-undangan. Namun, aparat hukum malah menggunakan pasal-pasal yang tidak relevan untuk menjerat, menuntut, hingga memvonis Edy dengan hukuman penjara.

Kenyataannya, kritik Edy terhadap pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), yang disampaikan dalam bentuk satire—menggambarkan lokasi tersebut sebagai “tempat jin buang anak”—berujung pada pemenjaraannya selama 7 bulan 15 hari, dengan ancaman tuntutan 4 tahun penjara. Ironisnya, pernyataan bernada serupa justru kemudian diucapkan oleh Jokowi sendiri yang menyebut “IKN jangan sampai menjadi kota hantu.” Namun, aparat penegak hukum tidak mengambil tindakan apapun terhadap pernyataan Jokowi. Hal ini mencerminkan ketimpangan dalam penerapan hukum, yang penuh dengan keberpihakan dan diskriminasi.

Lebih jauh, informasi terbaru menyebutkan bahwa proyek pembangunan IKN telah dihentikan oleh pemerintahan Prabowo di bawah Kabinet Merah Putih (KMP), tanpa batas waktu yang ditentukan. Dengan demikian, proyek ambisius Jokowi yang menghabiskan belasan triliun rupiah itu berakhir sia-sia. Kini, ada kemungkinan bahwa proyek ini hanya akan menyisakan bangunan mangkrak dan benar-benar menjadi “kota hantu,” sebagaimana yang sebelumnya disindir oleh Edy Mulyadi.

Dalam konteks ini, wajar jika Edy Mulyadi melontarkan sumpah serapah terhadap pola kepemimpinan Jokowi. Pasalnya, Jokowi kerap disebut sebagai “Raja Bohong” dan bahkan diduga memiliki ijazah palsu dari UGM. Meskipun berbagai dugaan pelanggaran hukum diarahkan kepadanya, ia tetap kebal dari tuntutan hukum. Mulai dari praktik nepotisme, kriminalisasi lawan politik, hingga berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan, semua itu dibiarkan begitu saja tanpa proses hukum yang tegas.

Secara hukum, sudah seharusnya pola kepemimpinan Jokowi menjadi perhatian serius agar memberikan efek jera bagi para pemimpin di masa depan. Banyak pihak yang menilai bahwa tindakan Jokowi, termasuk penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) di atas wilayah laut serta kebijakan Hak Guna Usaha (HGU) selama 190 tahun bagi WNA, patut diperiksa secara hukum. Setidaknya, kebijakan tersebut membutuhkan kejelasan pertanggungjawaban hukum.

Sebagai penutup, publik berharap agar di era pemerintahan KMP, Jokowi segera diproses secara hukum. Ada pula suara-suara yang menginginkan agar proses hukum terhadap Jokowi dijadikan sebagai proyek percontohan dalam penegakan hukum nasional. Hal ini bukan sekadar pembalasan, melainkan demi kepastian hukum, efek jera, dan keadilan yang harus ditegakkan agar pemimpin-pemimpin selanjutnya tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Terjadi Perdebatan Terkait Upaya  Polisi Menyita  Komputer  Milik  Sekdes  Kohod

Next Post

TNI Aktif Jadi Dirut Bulog Salahi UU

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
TNI Aktif Jadi Dirut Bulog Salahi UU

TNI Aktif Jadi Dirut Bulog Salahi UU

REBUTAN GABAH

MENYERAP GABAH TANPA SYARAT

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...