• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home daerah

Wali Kota Tauhid dan Slogan Esprit de Corps

fusilat by fusilat
December 17, 2025
in daerah, Feature
0
Wali Kota Tauhid dan Slogan Esprit de Corps
Share on FacebookShare on Twitter

Anwar Husen
Pemerhati Sosial
Tinggal di Tidore, Maluku Utara

Maluku Utara adalah negeri dengan tumpukan persoalan. Ia mewarisi banyak masalah lama, menghadapi problem baru hari ini, dan menyimpan potensi konflik serta tantangan di masa depan. Dalam situasi seperti ini, daerah ini membutuhkan kepala-kepala daerah yang memiliki daya juang, kepekaan tata kelola, dan terutama jiwa korsa—sebagaimana spirit yang dahulu diletakkan para peletak dasar Moloku Kie Raha. Kita membutuhkan esprit de corps.

Ada hal menarik yang ditegaskan Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Laos di sela Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang melibatkan para kepala daerah, Rabu (17/12/2025), di Ternate.

Yang terbaca jelas, Tauhid sedang kesal—kesal terhadap koordinasi kerja yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ia menyinggung faktor-faktor yang melekat pada unsur kepala daerah, wilayah jabatan, dan wilayah kerja. Dalam wilayah jabatan, para kepala daerah bisa saja sejajar sebagai penyelenggara pemerintahan. Namun dalam wilayah kerja, terdapat etika yang semestinya dijaga, terutama ketika melakukan kunjungan ke wilayah pemerintahan lain. Barangkali di titik inilah letak kegelisahan Tauhid.

Dengan latar disiplin pendidikan pemerintahan yang kuat, Tauhid tampaknya sensitif membaca celah-celah seperti ini. Baginya, marwah pemerintahan tidak cukup dibangun hanya lewat pertemuan formal antara gubernur dan para bupati/wali kota, tetapi juga melalui tempat dan tata cara pertemuan itu dilakukan. Kantor pemerintahan masing-masing kepala daerah memiliki makna simbolik dan administratif. Melakukan kegiatan di kabupaten/kota dan melakukan kunjungan kerja ke pemerintah kabupaten/kota adalah dua hal yang berbeda—baik secara etika maupun secara tata kelola.

Hampir setahun sejak para kepala daerah hasil Pilkada Serentak dilantik pada 20 Februari lalu, masih terdapat celah dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan di Maluku Utara. Celah inilah yang, dalam kerangka besar tata kelola, kerap disebut sebagai fatsun berpemerintahan.

Fatsun berpemerintahan merujuk pada etika, kepatutan, dan sopan santun dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia tidak berhenti pada kepatuhan hukum formal, tetapi mencakup perilaku, moral, dan tata krama pejabat publik dalam menjalankan kewenangannya.

Dalam praktik ketatanegaraan, kita mengenal pula kebiasaan ketatanegaraan (konvensi)—aturan tidak tertulis yang tetap mengikat penyelenggara negara. Sejarah mencatat banyak contohnya.

Pada era Orde Baru, misalnya, pernah muncul perdebatan ketika pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berkunjung ke Istana Presiden. Perdebatan itu menyangkut kedudukan MPR sebagai lembaga tertinggi negara, marwah kelembagaan, dan relasi kekuasaan. Namun sebagian ahli tata negara berpandangan bahwa praktik tersebut dapat berkembang sebagai kebiasaan ketatanegaraan dalam bingkai falsafah Pancasila.

Namun konteks yang dibicarakan Tauhid berbeda. Ia tidak sedang membahas konvensi ketatanegaraan atau simbolisme politik. Ia sedang mendudukkan relasi tugas dan kewenangan berdasarkan asas-asas pemerintahan yang sudah baku. Tauhid tampaknya ingin menegaskan kembali posisi gubernur: bukan hanya sebagai Kepala Daerah Provinsi yang memimpin pemerintahan otonom, tetapi juga sebagai Wakil Pemerintah Pusat di daerah, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah—dengan mandat pembinaan, pengawasan, dan koordinasi terhadap kabupaten/kota.

Regulasi ini mengatur Administrasi Pemerintahan dengan tujuan mewujudkan good governance—pemerintahan yang transparan, efisien, dan berkeadilan—berdasarkan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB), guna mencegah penyalahgunaan wewenang dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Perlu disadari pula bahwa para kepala daerah datang dari latar belakang yang beragam. Tidak semuanya berasal dari tradisi birokrasi ASN yang relatif akrab dengan “suasana batin” praktik pemerintahan. Karena itu, kegiatan retreat yang pernah dilakukan pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto patut dipandang sebagai langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan pemahaman ini.

Jika negarawan didefinisikan sebagai pemimpin yang mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok, berpandangan jauh ke depan, berintegritas, bijaksana, serta menjunjung etika dan keadilan, maka idealnya para kepala daerah juga dapat menjadi negarawan di daerahnya masing-masing. Mereka memiliki wilayah, memimpin manusia, dan mengarahkan energi kolektif untuk tujuan bersama—meski dalam skala yang lebih terbatas. Simbolisasi itu tercermin dari mindset dan gaya kepemimpinan.

Tauhid tampaknya hendak menegaskan bahwa kepala daerah tidak bisa bekerja dalam bayang-bayang stigma, legacy, dan citra personal semata. Cara pandang semacam itu rawan melahirkan klaim-klaim personal dan menjauhkan kerja pemerintahan dari sistem.

Dalam sesi benchmarking Diklat PIM II tahun 2012, beberapa kepala daerah inspiratif diundang berbagi pengalaman. Hampir semuanya menempatkan kemampuan menggerakkan elemen daerah sebagai kunci keberhasilan.

Gubernur-gubernur hebat di Indonesia pada dasarnya menempatkan kemampuan koordinasi, orkestrasi, dan penunjukan arah sebagai inti kepemimpinan. Di situlah makna substantif dari terminologi “Wakil Pemerintah Pusat di daerah” menemukan ruhnya.

Kita juga memiliki legacy dari banyak kepala daerah hebat di masa lalu—cermin yang memantulkan harapan. Para kepala daerah di Maluku Utara hari ini adalah aktor penentu arah dan keberhasilan provinsi ini. Relasi tugas antartingkat pemerintahan harus dibangun dengan prinsip esprit de corps—semangat kolektif dan jiwa korsa untuk membangun bersama. Sebab, pada akhirnya, sebagaimana ditegaskan Tauhid, output kinerja kita semua bermuara pada kepentingan NKRI.

Maluku Utara adalah negeri dengan banyak persoalan. Karena itu, kita membutuhkan kepala daerah yang memiliki daya juang dan jiwa korsa tinggi, sebagaimana diwariskan para peletak dasar Moloku Kie Raha. Kita membutuhkan esprit de corps. Dan Rapat Koordinasi dan Evaluasi di Ternate itu, boleh jadi, adalah salah satu tonggak penandanya.

Wallāhu a‘lam.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Memperingati PDIP Pecat The Jokowi

Next Post

Mengapa Umat Beragama Gagal Menundukkan Serangan Ateisme

fusilat

fusilat

Related Posts

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang
Feature

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Economy

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Next Post
Mengapa Umat Beragama Gagal Menundukkan Serangan Ateisme

Mengapa Umat Beragama Gagal Menundukkan Serangan Ateisme

Paradoks Prabowo dalam Mengambil Sikap: Antara Warga Terisolasi dan Isolasi Bantuan

Paradoks Prabowo dalam Mengambil Sikap: Antara Warga Terisolasi dan Isolasi Bantuan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...