• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Paradoks Prabowo dalam Mengambil Sikap: Antara Warga Terisolasi dan Isolasi Bantuan

Ali Syarief by Ali Syarief
December 18, 2025
in Bencana, Tokoh/Figur
0
Paradoks Prabowo dalam Mengambil Sikap: Antara Warga Terisolasi dan Isolasi Bantuan

Istimewa - KOMPAS.com/Iwan Bahagia

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Bencana alam kembali memperlihatkan wajah paling telanjang dari ketimpangan pembangunan di Indonesia. Pascabencana yang melanda Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, akses jalan dan jembatan terputus total. Akibatnya, lima desa di Kemukiman Wih Dusun Jamat terisolasi dan menyatakan kondisi darurat yang oleh warganya sendiri disebut sebagai lockdown. Seluruh denyut kehidupan nyaris berhenti.

Reje atau Kepala Kampung Jamat, Yusradi, menggambarkan situasi itu dengan bahasa yang sederhana namun getir. Aktivitas pertanian dan perkebunan terhenti total, ekonomi tak bergerak, masyarakat terkungkung dalam keterisolasian yang bukan mereka pilih. “Saat ini, status kami lockdown, ekonomi tidak bergerak, disebabkan terputusnya akses jalan dan jembatan menuju lima desa di Kemukiman Wih Dusun Jamat,” ujarnya.

Di titik inilah negara seharusnya hadir sepenuhnya. Bukan sekadar sebagai penonton yang mencatat penderitaan, melainkan sebagai aktor utama yang membuka kembali akses hidup warga. Namun, di saat warga Aceh Tengah terkunci oleh lumpur dan reruntuhan, negara justru menghadirkan paradoks kebijakan.

Di satu sisi, Prabowo Subianto mengambil sikap menolak bantuan asing. Atas nama kemandirian dan kedaulatan nasional, uluran tangan dari luar dianggap tidak diperlukan. Di sisi lain, solusi yang ditawarkan datang dalam bentuk teknologi: Wakil Presiden berencana memasang Starlink untuk wilayah yang terputus.

Paradoks itu pun menganga lebar. Warga Wih Dusun Jamat tidak membutuhkan internet untuk mengangkut hasil panen yang membusuk di ladang. Mereka tidak memerlukan sinyal satelit untuk menyambung jembatan yang runtuh. Masalah mereka bersifat elementer dan fisik: jalan yang tak bisa dilalui, distribusi yang macet, kebutuhan pokok yang terhambat. Starlink, secanggih apa pun, tak mampu menggantikan fungsi kehadiran negara dalam bentuk infrastruktur dasar.

Menolak bantuan asing di tengah situasi darurat memunculkan pertanyaan mendasar: kedaulatan siapa yang sedang dipertahankan? Jika kedaulatan dimaknai sebagai kemampuan negara melindungi warganya dari penderitaan, maka penolakan bantuan justru berpotensi menjadi simbol keterputusan empati negara terhadap rakyatnya sendiri.

Lebih jauh, kebijakan ini mencerminkan cara pandang elitis dalam mengelola krisis. Teknologi dijadikan simbol solusi, sementara penderitaan konkret masyarakat diperlakukan sebagai urusan sekunder. Padahal, dalam situasi bencana, yang dibutuhkan bukan demonstrasi kemandirian politik, melainkan kecepatan, keterbukaan, dan keberpihakan nyata.

Paradoks Prabowo bukan semata soal menolak bantuan asing atau memasang Starlink. Ia adalah cermin bagaimana negara memaknai krisis: apakah sebagai tragedi kemanusiaan yang menuntut tindakan segera, atau sekadar panggung pembuktian harga diri bangsa. Selama jembatan belum tersambung dan jalan belum terbuka, warga Wih Dusun Jamat akan tetap terisolasi—bukan hanya oleh bencana alam, tetapi juga oleh pilihan politik.

Pada akhirnya, kedaulatan sejati tidak diukur dari seberapa keras negara menutup pintu bagi dunia luar, melainkan dari seberapa cepat ia membuka jalan bagi rakyatnya sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Umat Beragama Gagal Menundukkan Serangan Ateisme

Next Post

KPK Rampungkan Penyidikan Kasus Pemerasan Sertifikasi K3, Eks Wamenaker Noel Segera Disidangkan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau
Bencana

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
Komposisi Pansel KPK Didominasi unsur Pemerintah, Menarik Perhatian Jaksa Agung
News

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

July 15, 2026
Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Yang Terusir dan Mengusir

July 14, 2026
Next Post
Ketua Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer Dicopot dari Komisaris Anak BUMN

KPK Rampungkan Penyidikan Kasus Pemerasan Sertifikasi K3, Eks Wamenaker Noel Segera Disidangkan

Nilai Tukar Petani 124,36: Angka Indah, Realita Masih Retak

PETANI GUREM: TERJEBAK DI TANAH SENDIRI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
Komposisi Pansel KPK Didominasi unsur Pemerintah, Menarik Perhatian Jaksa Agung

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

July 15, 2026
“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Simalakama Teddy Wijaya

Yang Terusir dan Mengusir

July 14, 2026
Negara yang Kehilangan Kompas

Negara yang Kehilangan Kompas

July 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist