• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kiai Kok “Ngaceng”-an?

fusilatnews by fusilatnews
May 29, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Kiai Kok “Ngaceng”-an?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Marbot Musala

Jakarta – Belum reda amarah publik terhadap predator seks bernama Azhari (51), kini amarah publik membuncah lagi akibat munculnya predator seks baru: Abdul Khalim Fadlun (55).

Ini baru fenomena di permukaan saja. Fakta yang belum terungkap diyakini jauh lebih besar.

Ya, munculnya predator-predator seks di pondok pesantren sepertinya sudah menjadi fenomena gunung es di dasar lautan saat ini. Yang tampak di permukaan baru pucuknya saja secuil, sementara badan gunung yang jauh lebih besar ada di dasar lautan.

Fenomena itu menyebar di seluruh Indonesia. Yang fenomenal terjadi di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Pati dan Kabupaten Pekalongan.

Belum lama ini, polisi menangkap Azhari, pengasuh Ponpes Tahfidzul Quran Ndolo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, gegara menjadi predator seks atas sedikitnya 50 santriwatinya.

Belakangan, polisi menangkap Pengasuh Ponpes Padepokan Padang Ati Abdul Khalim Fadlun di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, karena menjadi predator seks atas sedikinya 25 santriwati yang terjadi sejak 2008 lalu.

Kementerian Agama telah mencabut izin Ponpes Tahfidzul Quran Ndolo Kusumo di Pati, sementara Ponpes Padepokan Padang Ati di Pekalongan tidak mengantongi izin dari Kementerian Agama alias ilegal.

Musabab dan Solusi

Mengapa kekerasan seksual kerap terjadi di ponpes atau lembaga pendidikan keagamaan?

Banyak pakar yang mengatakan karena relasi kuasa. Para pimpinan ponpes banyak yang mengidentifikasi dirinya sebagai raja kecil yang bebas melakukan apa saja terhadap santriwati yang mereka anggap sebagai rakyat jelata.

Di sisi lain, pengawasan dari pemerintah juga relatif lemah. Apalagi terhadap ponpes ilegal atau tak berizin. Buktinya, banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi di ponpes-ponpes.

Sebab itu, dengan ini penulis mengusulkan dua hal untuk mengatasi kasus kekerasan di ponpes.

Pertama, setiap ponpes wajib membentuk satuan tugas anti-kekerasan seksual. Anggotanya bukan saja dari unsur internal seperti pengasuh atau pengajar, melainkan juga unsur eksternal seperti wali atau orangtua santri, dan dari pemerintah, katakanlah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Kedua, setiap ponpes wajib mempunyai kurikulum antikekerasan seksual. Dengan adanya mata pelajaran antikekerasan seksual, niscaya santri atau santriwati akan berani menolak bahkan melawan jika berhadapan dengan predator seksual. Tak perduli dia pengasuh, pengajar, atau bahkan pendiri atau pemilik ponpes sekalipun.

Ketiga, pelaku kekerasan seksual di ponpes harus dihukum lebih berat daripada pelaku kekerasan seksual di luar ponpes. Tujuannya, untuk menciptakan detterent effect atau efek jera bagi pelakunya, dan shock teraphy atau terapi kejut bagi calon pelaku atau yang lainnya.

Keempat, perlu adanya assesment yang dibarengi dengan penerbitan sertifikat antikerasan seksual terhadap calon pengasuh/pengajar di setiap ponpes.

Kelima, perlu adanya pakta integritas bagi semua calon pengasuh/pengajar ponpes yang berisi kesediaan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan, diproses hukum, hingga dikebiri jika terbukti melakukan kekerasan seksual di ponpes.

Kiai kok ‘ngaceng” (ereksi)-an?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jembatan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Antara Ideologi dan Fakta Empiris

Next Post

Belajar Memanusiakan Sesama: Menyelami Dunia yang Selama Ini Terabaikan

fusilatnews

fusilatnews

Related Posts

DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau
Bencana

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
Komposisi Pansel KPK Didominasi unsur Pemerintah, Menarik Perhatian Jaksa Agung
News

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

July 15, 2026
“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan
Feature

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Next Post
Belajar Memanusiakan Sesama: Menyelami Dunia yang Selama Ini Terabaikan

Belajar Memanusiakan Sesama: Menyelami Dunia yang Selama Ini Terabaikan

Gula-gula Prabowo

Gula-gula Prabowo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
Komposisi Pansel KPK Didominasi unsur Pemerintah, Menarik Perhatian Jaksa Agung

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

July 15, 2026
“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Simalakama Teddy Wijaya

Yang Terusir dan Mengusir

July 14, 2026
Negara yang Kehilangan Kompas

Negara yang Kehilangan Kompas

July 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...