• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Warga Aceh Tidak Akan Ada yang Menangis Bila Lepas dari NKRI: Justru Kita Semua yang Akan Kehilangan

Ali Syarief by Ali Syarief
June 11, 2025
in Crime, Feature, Politik
0
Warga Aceh Tidak Akan Ada yang Menangis Bila Lepas dari NKRI: Justru Kita Semua yang Akan Kehilangan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Aceh bukan sekadar provinsi di ujung barat Nusantara. Ia adalah saksi hidup dari sejarah panjang perlawanan, peradaban Islam yang gemilang, dan luka yang tak kunjung sembuh akibat pengabaian negara. Keinginan sebagian rakyat Aceh untuk lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan sekadar emosi sesaat, melainkan respons terhadap realitas ketidakadilan yang sistemik dan pengkhianatan terhadap janji-janji historis.

Dari Loyalitas Menjadi Luka

Aceh adalah wilayah pertama yang dengan sukarela menyumbang kekuatan ekonomi dan militernya untuk kemerdekaan Indonesia. Sumbangan rakyat Aceh untuk membeli pesawat Seulawah merupakan simbol solidaritas yang monumental. Tapi penghargaan atas peran itu lenyap ketika Aceh diperlakukan semena-mena melalui status daerah operasi militer (DOM) pada 1989–1998. Ratusan, bahkan ribuan rakyat Aceh menjadi korban kekerasan aparat negara. Perjanjian damai Helsinki 2005, yang menyusul bencana tsunami, menjadi momentum rekonsiliasi nasional. Namun, janji otonomi khusus yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 nyatanya dijalankan setengah hati. Jakarta lebih sibuk mengatur, daripada mendengar.

Dan kini, luka baru kembali menganga. Empat pulau yang sebelumnya masuk dalam wilayah administratif Aceh tiba-tiba ‘menghilang’ dari peta—digeser ke dalam wilayah Sumatera Utara. Tanpa konsultasi, tanpa penjelasan yang transparan, tanpa persetujuan rakyat Aceh. Ini bukan sekadar kekeliruan teknis; ini adalah bentuk perampasan wilayah yang menunjukkan betapa lemahnya sistem pengelolaan negara kita. Sebuah sindikasi kejahatan terstruktur, yang dilakukan atas nama negara.

Geopolitik Aceh: Pintu Gerbang Barat yang Diabaikan

Dari sudut pandang geopolitik, Aceh memiliki posisi strategis luar biasa. Selat Malaka—salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia—berada tepat di hadapan Aceh. Penguasaan wilayah Aceh berarti kontrol atas akses maritim yang bernilai triliunan dolar setiap tahunnya. Selain itu, Aceh berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan berbagi sejarah pergaulan panjang dengan dunia Islam global—mulai dari Arab, Persia, India, hingga Turki Utsmani. Di saat dunia mengarah ke Indo-Pasifik sebagai poros baru geopolitik global, pengabaian terhadap Aceh bukan hanya kesalahan administratif, tapi kesalahan strategis fatal.

Jika Aceh lepas dari NKRI, kita kehilangan posisi tawar penting dalam geopolitik regional dan internasional. Negara-negara asing yang berkepentingan terhadap Selat Malaka dan kawasan Samudera Hindia tentu akan berlomba mendekati Aceh yang merdeka. Kita tidak hanya kehilangan wilayah, tapi juga kehilangan akses dan pengaruh terhadap kawasan yang menjadi urat nadi ekonomi dunia.

Ketimpangan Sosial-Ekonomi: Luka Lama yang Tak Disembuhkan

Secara sosial-ekonomi, Aceh memang mendapatkan Dana Otonomi Khusus yang nilainya besar. Namun, ketimpangan tetap nyata. Pembangunan infrastruktur memang terjadi, tetapi lebih banyak menjadi proyek mercusuar tanpa pemerataan kesejahteraan. Tingkat pengangguran di Aceh masih tinggi, kemiskinan masih menjadi momok, dan ketimpangan pendapatan kian lebar. Sementara kekayaan alam Aceh—terutama gas alam, emas, dan kelapa sawit—terus dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan besar yang berafiliasi dengan pusat.

Aceh merasa menjadi ‘ATM nasional’ yang tidak pernah mendapatkan bagian yang adil dari kekayaan yang dihasilkan. Dan kini, setelah empat pulaunya dicabut secara diam-diam dan diserahkan ke provinsi lain, rakyat Aceh semakin mempertanyakan: apa makna menjadi bagian dari NKRI, jika hanya menjadi korban eksploitasi dan pengingkaran janji?

NKRI Harga Mati? Ataukah Hanya Slogan Kosong?

Di tengah kondisi ini, pernyataan “Warga Aceh tidak akan menangis bila lepas dari NKRI” menjadi refleksi serius. Karena bagi mereka, yang selama ini terjadi bukan persatuan, melainkan pemaksaan. Bukan keadilan, tapi dominasi. Namun justru karena itulah, kita semua yang harus menangis. Sebab kalau Aceh benar-benar pergi, kita bukan hanya kehilangan satu provinsi, tapi kehilangan simbol penting dari sejarah, kekuatan, dan marwah bangsa.

Kita kehilangan jejak awal masuknya Islam yang membentuk jati diri bangsa ini. Kita kehilangan wilayah yang menjadi benteng pertahanan maritim. Kita kehilangan pelajaran penting tentang harga sebuah keadilan.

Akhir Kata: Keadilan adalah Syarat Persatuan

Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah dogma. Ia adalah konsensus. Dan konsensus hanya mungkin bertahan jika dibangun di atas keadilan, bukan dominasi. Jika Aceh terus dipinggirkan, terus dizalimi, dan terus dijadikan korban kepentingan elit Jakarta, maka perpisahan bukan mustahil. Tapi ketika itu terjadi, jangan salahkan Aceh. Salahkan diri kita sendiri, karena telah gagal memelihara persatuan dengan rasa hormat dan keadilan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ada Raja Diraja di Raja Ampat

Next Post

Jejak Buram Transisi Jokowi ke Prabowo

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Balik Ketakutan Jokowi: Ijazah, Aktivis, dan Ancaman Konsensus Nasional
Crime

Ijazah Telah Mengangkat Jokowi hingga Jadi Presiden, Sekaligus Telah Menghancurkan Dirinya

August 2, 2026
Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu
Feature

Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

August 2, 2026
Streisand Effect: Ketika Sensor Negara Justru Membesarkan Informasi
Birokrasi

Streisand Effect: Ketika Sensor Negara Justru Membesarkan Informasi

August 2, 2026
Next Post
Presiden Prabowo dan Peringatan Keras bagi Loyalis Jokowi: Tegas atau Hanya Retorika?

Jejak Buram Transisi Jokowi ke Prabowo

De Facto, Aceh Adalah Negara Sendiri

De Facto, Aceh Adalah Negara Sendiri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Di Balik Ketakutan Jokowi: Ijazah, Aktivis, dan Ancaman Konsensus Nasional

Ijazah Telah Mengangkat Jokowi hingga Jadi Presiden, Sekaligus Telah Menghancurkan Dirinya

August 2, 2026
Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

August 2, 2026
Streisand Effect: Ketika Sensor Negara Justru Membesarkan Informasi

Streisand Effect: Ketika Sensor Negara Justru Membesarkan Informasi

August 2, 2026
Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

August 2, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Sulit Mempertahankan Rezim Prabowo – No Hope

August 2, 2026
Di bangun Pagar Baru Mal-Mal Jakarta – Antisipasi Apa?

Di bangun Pagar Baru Mal-Mal Jakarta – Antisipasi Apa?

August 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Di Balik Ketakutan Jokowi: Ijazah, Aktivis, dan Ancaman Konsensus Nasional

Ijazah Telah Mengangkat Jokowi hingga Jadi Presiden, Sekaligus Telah Menghancurkan Dirinya

August 2, 2026
Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

August 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist