Jakarta – Fusilatnews – Warga ramai mendatangi kantor Kelurahan Jelambar Baru sejak pukul 08.00 WIB. Antrean panjang warga terjadi di depan kantor Kelurahan Jelambar Baru, tepatnya di depan posko pelayanan administrasi relokasi.
Mereka membawa sejumlah dokumen, seperti kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). Warga mengantre untuk mendapatkan formulir permohonan rumah susun umum sewa masyarakat terprogram (MBR) yang menerima dampak relokasi tersebut
Sejumlah petugas dari berbagai Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Suku Dinas Perumahan, Suku Dinas Pendidikan, Suku Dinas Kesehatan, serta Suku Dinas Sosial melayani administrasi serta pertanyaan-pertanyaan warga.
Satu per satu nama warga dipanggil oleh petugas untuk menyamakan data diri mereka dengan hasil verifikasi pihak kelurahan.
Apabila ada yang namanya tidak sesuai atau warga tersebut belum memiliki KTP DKI Jakarta, para petugas akan mengarahkan untuk membuat KTP terlebih dahulu.
Relokasi warga kampung kolong Tol Angke memprioritaskan warga yang ber-KTP DKI Jakarta.
“Tolong Bapak/Ibu, yang mendata ini kami. Jadi kalau ada yang bilang sudah terdaftar, bukan dari kami, tolong datang ke sini,” kata salah satu petugas mengingatkan warga.
Pendataan terpusat di kelurahan tersebut. “Jangan sampai ada oknum. Pendataan terpusat di kami,” katanya lagi.
Relokasi 1 Desember
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal merelokasi 227 keluarga yang tinggal di kolong Tol Angke, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada 1 Desember 2024.
Tol Angke
Mereka diminta agar segera mengosongkan rumahnya di kolong Tol Angke demi mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Harus steril pada 1 Desember 2024 nanti. Artinya, warga sudah pindah,” kata Agus saat dihubungi di Jakarta, Jumat (22/11).





















