• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

WARISAN JOKOWI UNTUK PRABOWO

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
February 14, 2025
in Feature, Politik
0
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro-The BRAIN Institutte

Pemerintahan Prabowo Subianto yang akan dimulai pada akhir 2024 tidak akan memiliki awal yang mudah. Salah satu tantangan terbesar yang menunggu adalah beban utang pemerintah yang sangat besar. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Keuangan, total utang pemerintah pusat sudah mencapai Rp8.338 triliun (lihat grafik), dengan sebagian besar jatuh tempo dalam beberapa tahun ke depan. Ini artinya, dalam masa kepemimpinan Prabowo, pemerintah harus mengalokasikan jumlah yang sangat besar hanya untuk melunasi utang dan bunganya, di luar kebutuhan rutin belanja negara lainnya.

Situasi ini tidak datang begitu saja. Selama bertahun-tahun, pemerintah terus mengambil utang untuk membiayai pembangunan infrastruktur, subsidi, dan belanja sosial. Pandemi COVID-19 memperparah kondisi ini, memaksa pemerintah mengeluarkan stimulus besar-besaran untuk menopang ekonomi yang nyaris ambruk. Kini, saat ekonomi mulai kembali stabil, utang yang telah diambil harus mulai dibayar, dan ini menjadi tantangan berat bagi pemerintahan baru.

Salah satu penyebab tingginya beban fiskal ini adalah banyaknya utang yang jatuh tempo dalam jangka pendek. Dalam satu hingga lima tahun ke depan, pemerintah harus membayar lebih dari 50% dari total utang. Ini artinya, sebagian besar APBN akan tersedot hanya untuk membayar kewajiban utang. Situasi ini semakin rumit karena sebagian besar utang berbentuk Surat Berharga Negara (SBN), yang bergantung pada kondisi pasar keuangan global. Jika suku bunga dunia naik, seperti yang belakangan ini sering terjadi akibat kebijakan moneter Amerika Serikat dan Uni Eropa, maka biaya penerbitan ulang utang juga ikut meningkat.

Masalah lain yang tidak bisa diabaikan adalah fluktuasi nilai tukar rupiah. Karena sebagian utang pemerintah berbentuk pinjaman dalam mata uang asing, pelemahan rupiah terhadap dolar AS bisa memperparah beban pembayaran utang. Jika kurs rupiah melemah, jumlah rupiah yang harus dikeluarkan untuk membayar cicilan dan bunga utang luar negeri akan semakin besar, menciptakan tekanan tambahan bagi keuangan negara.

Sebenarnya, pemerintah sudah mulai mengambil langkah-langkah untuk mengurangi tekanan fiskal ini. Salah satu cara yang dilakukan adalah restrukturisasi utang, yaitu dengan memperpanjang tenor atau menukar utang yang jatuh tempo dalam waktu dekat dengan utang baru yang memiliki jangka waktu lebih panjang. Langkah ini bertujuan untuk meringankan beban pembayaran dalam jangka pendek dan memberi pemerintah lebih banyak waktu untuk memperbaiki kondisi ekonomi.

Selain itu, pemerintah juga berusaha meningkatkan pendapatan negara. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memperluas basis pajak dan meningkatkan penerimaan dari sektor-sektor yang selama ini kurang tergarap, seperti ekonomi digital dan pajak karbon. Pemerintah juga mencoba meningkatkan penerimaan dari sumber daya alam dengan mengoptimalkan pendapatan dari sektor pertambangan dan energi.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa ruang fiskal tetap sangat terbatas, sehingga pemangkasan anggaran menjadi opsi yang tidak bisa dihindari. Baru-baru ini, Prabowo telah mengumumkan pemangkasan anggaran di beberapa sektor non-prioritas sebagai upaya untuk menyesuaikan beban belanja negara. Beberapa proyek infrastruktur yang dinilai kurang mendesak kemungkinan besar akan ditunda atau dikurangi skalanya, sementara belanja pegawai dan operasional pemerintah akan lebih dikontrol.

Meski pemangkasan anggaran ini adalah langkah yang rasional dalam kondisi saat ini, efek sampingnya juga tidak bisa diabaikan. Pemotongan belanja bisa berdampak pada melambatnya pembangunan infrastruktur dan berkurangnya subsidi bagi masyarakat. Ini bisa menimbulkan ketidakpuasan publik, terutama jika program-program yang menyangkut kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial ikut terpengaruh.

Di sisi lain, ada beberapa solusi lain yang bisa dipertimbangkan oleh pemerintahan Prabowo untuk mengurangi tekanan fiskal tanpa harus memangkas terlalu banyak anggaran yang berdampak langsung pada masyarakat. Salah satunya adalah meningkatkan efisiensi belanja pemerintah, dengan mengurangi program yang tidak efektif dan menekan kebocoran anggaran akibat korupsi dan inefisiensi birokrasi. Pemerintah juga bisa memperkuat kerja sama dengan sektor swasta, misalnya dengan memanfaatkan skema Public-Private Partnership (PPP) untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur tanpa harus menggunakan dana APBN.

Selain itu, pemerintah bisa lebih aktif dalam mencari sumber pendanaan alternatif, seperti penerbitan obligasi hijau dan sukuk yang menarik bagi investor yang fokus pada investasi berkelanjutan. Cara lain adalah dengan mendorong investasi asing langsung (FDI), yang bisa membantu meringankan tekanan fiskal dengan membawa modal baru ke dalam negeri.

Pada akhirnya, tantangan fiskal yang dihadapi oleh pemerintahan Prabowo memang berat, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan kombinasi kebijakan yang tepat, termasuk pengelolaan utang yang lebih cerdas, peningkatan pendapatan negara, dan efisiensi belanja, Indonesia masih memiliki peluang untuk menjaga stabilitas fiskalnya tanpa harus mengorbankan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Yang penting, semua langkah ini harus dilakukan dengan transparansi dan komunikasi yang baik kepada publik, agar masyarakat memahami mengapa langkah-langkah sulit ini harus diambil demi masa depan ekonomi Indonesia yang lebih sehat.===

Bekasi, 14 Februari 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ultra Petitah Dorong Hakim Jatuhkan Vonis Lebih Berat Terhadap Harvey Moeis

Next Post

Ah Sudahlah, Relakan Hasto Dipenjara!

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor
Politik

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Next Post
Gaplehkan Saja Mas Hasto

Ah Sudahlah, Relakan Hasto Dipenjara!

Didukung Penuh oleh Timnas AMIN Bawaslu Pamekasan Periksa Gus Miftah

Menagih Janji Ulah Gibran Rakabuming Raka: 19 Juta Lapangan Kerja Baru

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...