Jakarta, FusilatNews,- Tingkat inflasi Amerika Serikat pada Mei 2022 mencapai 8,6%. Angka itu merupakan yang tertinggi dalam 40 tahun terkahir. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan kenaikan inflasi AS yang berada di luar ekspektasi memperbesar peluang kebijakan suku bunga yang lebih agresif dari The Fed. “Efeknya tentu seperti sebelumnya, pasar khawatir dan memperkirakan The Fed akan lebih agresif dalam menaikkan tingkat suku bunga dan kemungkinan besar memang akan dinaikkan,” kata Nico ketika dihubungi, dikutip bisnis.com Minggu (12/6/2022).
Indeks harga konsumen naik 8,6 persen secara tahunan dibandingkan dengan 8,3 persen pada April 2022 dan merupakan kenaikan terbesar sejak 1981. Kenaikan ini tak lepas dari harga energi yang melonjak 34,6 persen dibandingkan dengan tahun lalu dan merupakan kenaikan terbesar sejak 2005. Inflasi inti yang tidak termasuk barang pangan bergejolak dan energi naik 0,6 persen dibandingkan dengan April 2022 dan 6 persen secara tahunan.
Dalam situasi pasar dengan volatilitas tinggi, Nico mengatakan saham-saham di sektor komoditas dan energi tetap bisa menjadi pilihan investor meski harga mulai memperlihatkan perlambatan. Dia juga mengatakan saham di sektor consumer cyclical bisa menjadi pilihan karena peluang membaiknya perekonomian dan daya beli.
Laju inflasi yang sangat panas itu memicu taruhan bahwa Federal Reserve akan menjadi lebih agresif dalam mencoba mendinginkan tekanan laju kenaikan harga. Salah satunya caranya dengan menaikkan suku bunga acuan yang lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.
Sebuah survei terpisah dari University of Michigan menunjukkan ekspektasi inflasi jangka panjang naik ke level tertinggi sejak 2008.
Harga kontrak berjangka dana Fed sekarang mencerminkan peluang yang lebih baik dari kenaikan suku bunga 75 basis poin pada bulan Juli.
Imbal hasil pada Treasury dua tahun, dilihat sebagai proksi untuk suku bunga kebijakan Fed, mencapai 3% untuk pertama kalinya sejak 2008.
“Kami percaya bahwa data inflasi hari ini adalah pengubah permainan yang akan memaksa The Fed untuk beralih ke gigi yang lebih tinggi,” tulis Ekonom Barclays, Aneta Markowska dari Jefferies dilansri dair Reuters, Minggu (12/6/2022).


























